Innalillah, Sang Arsiparis NU, KH Chisni Umar Burhan, Wafat

NUCOM — Innalillah, Sang Dokumentator, Arsiparis NU, KH Moch. Chisni Umar Burhan dikabarkan meninggal dunia dalam perawatan di RS Wonosobo, wafat pada Rabu, 15/4/2026). Innalillahi Wainnailahi Rajiun.

Kepergian KH Moch. Chisni Umar Burhan adalah kehilangan besar bagi dunia literasi dan sejarah kearsipan NU.

Almaghfurlah KH Moch. Chisni Umar Burhan adalah sosok penting yang melanjutkan estafet perjuangan ayahandanya, KH Umar Burhan, dalam menjaga memori kolektif jam’iyyah Nahdlatul Ulama.

Ada pun warisan kearsipan yang dijaga oleh keluarga beliau hingga kini berupa Arsip berharga mencakup data embrio NU (Nahdlatul Wathan, Taswirul Afkar), dokumen Komite Hijaz, catatan Resolusi Jihad, hingga risalah Muktamar periode awal (ke-1 sampai ke-9).

Selain itu semasa hidup, Almagfurlah KH Moch Chisni, dikenal aktif menjaga dan melestarikan dokumen manuskrip bersejarah terkait masa pendirian Nahdlatul Ulama.

Dia juga banyak terlibat dalam upaya penyelamatan arsip penting berupa surat, tulisan tangan, hingga kumpulan pidato Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari.

Perjuangan dan dedikasi ikhalasnya begitu besar dalam memastikan dokumen-dokumen fisik tersebut tetap murni dan bisa diakses sebagai rujukan sejarah autentik bagi generasi mendatang.

Hingga kini rumah kediamannya menjadi Pusat Arsip. Yang beralamat di Jl. Nyai Ageng Arem-Arem No. 35, Gresik, Jawa Timur.

Dedikasi keluarga almukaram KH Umar Burhan yang begitu detail dalam mendokumentasikan NU membuat Gus Dur menjuluki beliau sebagai “Disket NU”.

Kediamannya pun hingga kini sebagai rumah Arsip NU yang menyimpan dokumen vital sejarah organisasi.

Selain sebagai Disket NU. Hingga tokoh-tokoh NU jamak menjulukinya Sang Dokumentator NU, ada juga sang Arsiparis NU.

Ulama Berpengaruh

Almarhum KH Moch. Chisni Umar Burhan, salah satu ulama berpengaruh di Kota Pudak ini wafat dalam usia 70 tahun saat berada di sela kegiatan Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama (LFNU).

Kabar wafatnya Mustasyar PCNU Gresik sekaligus Dewan Penasehat LFNU Gresik itu dibenarkan oleh keponakannya, Imam Junaidi Kusumo.

“Benar, beliau meninggal di RS Wonosobo saat di sela-sela kegiatan LFNU sejak Jumat,” ujarnya.

Pihak keluarga menyampaikan, jenazah almarhum rencananya akan dibawa pulang ke Gresik pada Kamis (16/4/2026) untuk disemayamkan sebelum dimakamkan.

“Rencananya besok jenazah akan disemayamkan dan dibawa ke Gresik,” sambungnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button