Inilah Isi Khutbah Iftitah Rais Syuriyah NU Cilacap

NU CILACAP ONLINE – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap menggelar acara Konfrensi Cabang (Konfercab), pada Sabtu-Ahad (20-21/4/2024). Pada kesempatan tersebut Rais Syuriyah PCNU Cilacap KH Su’ada Adzkiya menyampaikan Khutbah Iftitah, untuk menguatkan para aktivis agar dalam ber-NU lebih teguh dan terarah. Untuk itu kami ingin menyampaikan tiga hal pokok yang harus menjadi pedoman oleh para aktivis NU.

Tiga hal pokok tadi yang pertama diajarkan oleh Almukarom K.H. Ali Ma’sum Rais ‘Am pada zamannya, yang kedua Almukarom K.H. Sahal Mahfudz, dan yang ketiga oleh PP LAKPESDAM periode pertama.

Yang Pertama yaitu  oleh Kiai Ali Ma’sum yang berjudul garis-garis besar haluan warga NU.
الثقة بنهضة العلماء Setiap warga NU harus yakin dan percaya terhadap NU sebagai salah satu tuntunan yang benar, tapi tidak perlu selalu menyalah-nyalahkan apalagi membenci orang lain.

المعرفة والإستيقان بها setiap warga NU harus menggali ilmu tentang ke-NU-an. Menjadi NU harus membekali dengan ilmu bukan karena asal ikut-ikutan. Ini sangat penting sekali terutama dalam proses pembentukan keyakinan warga NU.

العمل بتعاليمها setiap warga NU harus mempraktikan ajaran dan tuntunan NU yakni tuntunan islam yang murni bersumber dari Qur’an dan sunah nabi yang dengan menurut tata cara yang benar.

الجهاد في سبيلها memperjuangkan NU agar tetap lestari dan berkembang. NU mengenalkan adanya  pengabdian dan perjuangan bukan sukses dan gagal.

الصبر في سبيلها sabar dalam ber-NU, baik dalam melaksanakan tugas-tugas organisasi, dalam menghadapi rintangan atau ketika berhadapan dengan rayuan atau perkataan orang non NU serta pihak-pihak yang tidak senang kepada NU.

Visi Misi Nahdlatul Ulama Menurut KH Sahal Mahfudz

Yang Ke-2,  oleh Almukarom KH Sahal Mahfudz yang telah mengajarkan apa yang beliau sebut visi dan misi NU dengan bahasa yang mudah difahami.

Pertama, meningkatkan kualitas keberagamaan umat.

Karena itu para aktivis NU khususnya para ulamanya sangat tekun menyelenggarakan pengajian-pengajian dan lembaga-lembaga pendidikan agama. Meningkatkan kualitas keberagamaan umat Islam di Kabupaten Cilacap, merupakan bagian dari khidmat NU.

Lalu, upaya formal NU cabang Cilacap adalah bimbingan ibadah haji lewat Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh. Untuk musim haji tahun 2024 ini, Insya Allah KBIHUNU Cilacap akan memimpin dan mendampingi lebih dari 900 orang lebih jamaah.

Kedua, Meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat.

Digunankannya kata masyarakat menyiratkan bahwa dalam sektor ini NU tidak hanya ingin meningkatkan kesejahteraan warganya saja tapi seluruh warga negara Indonesia. Dan ini merupakan amanat Muktamar ke-34 NU di Lampung yang disebut dengan Khidmat Inklusif.

Ketiga, Meningkatkan kesadaran bernegara warga NU.

Ini ditegaskan pada waktu awal-awal berdirinya NU mengingat sebagian besar warga NU adalah orang-orang desa yang belum terpelajar.

Untuk konteks kekininan, peningkatan kesadaran bernegara warga NU kami nyatakan dalam ungkapan Hubbul Wathan Minal Iman, NKRI Harga Mati, Pancasila Jaya.

Yang Ke-3, 9 (sembilan) Kaidah Pokok Beroganisasi, LAKPESDAM NU memberikan tuntunan warga dan khususnya para aktivis agar dalam berorganisasi bisa mencapai tujuan organisasi.

  1. Konsisten dan tegar dalam prinsip.
  2. Adil dan kerakyatan dalam orientasi.
  3. Demokratis dalam pengambilan keputusan.
  4. Ilmiah dalam pemecahan masalah.
  5. Terbuka dalam manajemen.
  6. Realistis dan sistematis dalam perencanaan.
  7. Profesional dalam kerja.
  8. Manusiawi dalam tindakan.
  9. Kolegial dalam semangat.

PCNU Cilacap Mengamalkan Tiga Pedoman Pokok

Tanpa bermaksud memamerkan keberhasilan, tapi semata-mata menyampaikan kenikmatan yang dianugrakan oleh Allah SWT. Kami nyatakan berkat sedikit banyak NU Cilacap menerapkan tiga ajaran pokok ini, maka beberapa keberhasilan bisa kami kemukakan.

Dan yang paling menonjol adalah keberhasilan program yang kami istilahkan program KOIN NU. Yakni berdasarkan kaidah kolegial dalam semangat, kami ajak para warga dan kami atur sedemikian rupa untuk kemaslahatan, sosial, kemanusiaan dan peningkatan kesejahteraan warga.

Dengan berbagai macam program antara lain dengan ikut menanggulangi bencana yang menimpa termasuk pemberian sarana bagi pedagang kecil dan membantu pembenahan rumah yang kurang layak huni.

Untuk lebih menyemangatkan para pelaksana program ini, khususnya petugas lapangan penjemput Koin atau kami sebut PLPK, bisa kami sampaikan sebagai berikut ; bahwa kami yakin mereka termasuk orang-orang tergolong santrinya Mbah Hasyim Asy’ari dengan kalimat beliau yang terkenal:

“Sopo gelem ngurusi NU, ta anggep santriku, sopo sing dadi santriku, ta dongaaken khusnul khatimah sakturunane”.

Betapa tidak, para PLPK-lah orang yang langsung mengamalkan ajaran:
من دل على خير فهو كفاعله Barang siapa menunjukkan perbuatan baik, dia sebagai pelaku perbuatan baik itu.

PLPK tidak hanya menunjukkan tentang perbuatan baik dengan bershadaqah setiap hari, tapi justru membantu para munfiq (para pemberi infaq) melakukan infaq.

Hadirin dan hadirat yang berbahagia peserta Konfercab NU Cilacap tahun 2024

Demikianlah khutbah iftitah kami. Mudah-mudahan bisa dipegangi oleh para warga NU, khususnya para aktivis NU.

Dan akhirnya kami sampaikan selamat berkonferensi, juga doa mudah-mudahan konferensi kita kali ini, menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat baik bagi NU sendiri maupun bagi warga masyarakat yang lain. (Rhmn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button