Gus Dur Diusulkan Pahlawan Nasional, Inilah Tanggapan Keluarga

NU Cilacap Online – Kementerian Sosial telah mengusulkan 40 nama tokoh untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional pada 2025, salah satunya Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Lantas apa tanggapan keluarga Gus Dur?

Keluarga Tidak Pernah Mengusulkan

Menanggapi hal tersebut, putri sulung Gus Dur, Alissa Wahid mengatakan bahwa keluarga tidak pernah mengusulkan atau mengajukan Gus Dur untuk menjadi Pahlawan Nasional karena hal itu merupakan urusan negara.

Gus Dur Pahlawan Rakyat

“Bagi keluarga yang paling penting adalah Gus Dur adalah pahlawan rakyat. Hidup di dalam hati rakyat dan bermanfaat atau membawa berkah kepada rakyat. Itu bagi kami yang paling penting,” kata Alissa ditemui selepas peletakan batu pertama pembangunan Pusat Kajian Islam Asia Tenggara di Kediaman Ciganjur Jakarta Selatan, Sabtu (25/10/2025).

Meski begitu, kata Alissa, keluarga selalu mengapresiasi setiap pihak yang mengajukan Gus Dur untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional.

Apresiasi Keluarga Gus Dur

“Jadi kami selalu mengapresiasi siapapun yang mengajukan beliau menjadi pahlawan nasional. Hanya bagi kami itu urusan negara,” tegasnya.

Hal Utama Wujudkan Cita-cita

Sementara itu, bagi istri Gus Dur, Nyai Sinta Nuriyah yang utama bagi keluarga ialah mewujudkan Cita-cita Gus Dur.

“Sebelum wafat, Gus Dur bercita-cita mau mendirikan Perpustakaan dan Pusat Kajian Islam Asia Tenggara,” ujar Nyai Sinta Nuriyah Wahid.

“Bahkan Gus Dur melarang agar tidak mengelola lahan kosong di belakang kediamannya,” sambungnya.

“Tanah ini yang sekecil ini jangan dijadikan apa-apa, karena akan dipakai sebagai perpustakaan,” lanjutnya mengenang pernyataan Gus Dur.

Namun, hingga Gus Dur wafat harapan tersebut tak kunjung terwujud. Nyai Sinta merasa tak mampu mewujudkan mimpi Gus Dur kecuali dengan menceritakan kepada para sahabat suaminya itu.

Seiring waktu berjalan, semangat Nyai Sinta kembali bangkit setelah salah satu sahabat Gus Dur, Gandi Sulistiyanto merasa bertanggung jawab atas cita-cita Presiden RI ke-4 itu.

Langkah Awal, Mohon Doa Restu Ulama

Akhirnya keluarga besar Gus Dur pun dapat menggelar peletakan batu pertama pembangunan perpustakaan sebagai pusat kajian Islam asia tenggara KH Abdurrahman Wahid, di belakang kediamannya di Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu, (25/10/2025).

Dalam sambutannya, Nyai Sinta Nuriyah Wahid mengungkapkan bahwa acara tersebut merupakan langkah awal bangun mewujudkan cita-cita Gus Dur untuk mendirikan Pusat Kajian Islam Asia Tenggara.

“Saya mohon doa restu dari para alim dan ulama, semoga cepat terwujud dan mendapatkan ridha dari Allah Swt serta memberikan manfaat bagi seluruh umat manusia,” pungkas Nyai Sinta Nuriyah di hadapan para tamu undangan.

Hadir dalam kesempatan itu sejumlah pemuka agama hingga tokoh nasional. Antara lain Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Wakil Walikota Jakarta Selatan, Menteri Agama periode 2014-2019 Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Luar Negeri periode 1999-2021 Alwi Shihab dan keluarga serta para sahabat.

Tampak mengenakan batik berwarna dominan merah kombinasi biru, KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) mengawali prosesi peletakan batu pertama. Gus Mus terlihat mengambil adonan semen pasir tiga kali. (IHA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button