Dajjal Sudah Dekat?

NU CILACAP ONLINE – Bicara tentang Dajjal, ini sangat menarik, dan isue yang melangkolis dihidangkan di tengah narasi akhir jaman-jaman akhir. Ya, karena Dajjal adalah salah satu penanda, sangat dekatnya hidup ini dengan kiamat.

Bencana-bencana yang secara spartan terjadi, juga dikaitkan dengan akhir jaman. Orang jawa menyebutnya jaman kalabendu. Jauh di cerita sejarah jawa, ada raja-wali, wali yang jadi raja, bernama Jayabaya pun sudah mengingatkan tentang jaman akhir.

Jadi, hikayah tentang Dajjal ini menarik, karena ada perpaduan antara mitologi dan agama. Sesuatu yang bersifat rahasia, itu terlihat menarik untuk disingkap sedikit tabir penutupnya.

Kisah Haji 2024

Tulisan tentang Dajjal ini, sebetulnya tulisan saya pada waktu naik haji tahun 2024 yang lalu. Dengan sedikit modifikasi dan beberapa tambahan informasi, tulisan ini saya olah kembali menjadi tulisan yang lebih panjang.

Kisahnya, adalah pada waktu haji. Dari pada melamun, akibat banyaknya waktu yang terluang, saya mencoba membuat secuil kisah perjalanan haji saya. Baca juga Gagap Ilmu Kiamat Kaum Hijrah

Pada saat acara penyembelihan hewan DAM, di dalam bis, saya bertemu dengan Ustadz Faisol Mansur, seorang muthowwif yang cukup lama tinggal di Mekah. Dengan saya mungkin baru kenal. Kalau kawan-kawan jamaah NU yang lain, mungkin sudah banyak dikenal beliau.

Kemudian kami di dalam bis, ngobrol ngalor ngidul tentang ilmu. Dan kebetulan saya sedikit punya referensi tentang ulama aswaja di Mekah yang banyak menjadi guru dari para kyai NU, yaitu Sayyid Alawi Al Maliky al Hasani.

Di situ ada titik temu obrolan. Ustadz Faisol ternyata kadang mengikuti kajian di majlis Beliau. Sekarang yang meneruskan adalah Sayyid Ahmad bin Muhammad bin Alawi bin Maliky al Hasani.

Entah darimana tiba-tiba pembicaraan kita beralih tema tentang Dajjal.

Kita tahu bahwa Kota Mekah dan Madinah adalah kota yang tidak akan bisa dimasuki oleh Dajjal. Sebagaimana disebutkan dalam hadist. Sebab setiap sudut kota Mekah dan Madinah dijaga oleh Allah SWT.

Sekarang, kata ustadz Faisol, telah ada bangunan istana di batas kota Madinah, yaitu di sebelah Jabal Uhud, yang terkenal dengan sebutan, Jabal Malik. Banyak yang berpikiran, termasuk tersebar di beberapa laman medsos, bahwa itu adalah istana Dajjal. Benarkah?

Dajjal sudah muncul?

Kabar kemunculan Dajjal secara fisik, disebutkan dalam sebuah hadist, tentang kisah Tamim ad Durry, yang bersama rombongannya terdampar di sebuah pulau, ketika berlayar di perairan laut Yaman.

Tamim kemudian turun dan menjumpai makhluk yang berbulu lebat dan mengenalkan dirinya bernama Jassasah. Kemudian makhluk ini mengajak Tamim ke sebuah gua, dan mendapati makhluk yang sangat besar dalam keadaan terantai.

Terjadilah dialog antara Tamim dan makhluk itu, sekitar peristiwa yang menandai kelahiran Nabi akhir jaman, yaitu Muhammad. Beberapa hal kejadian itu ditanyakan oleh orang yang dirantai itu. Salah satunya, padamnya api abadi yang disembah oleh orang-orang Majusi di Persia.

Kisah ini dibenarkan oleh Nabi. Itulah Dajjal.

Dalam beberap cerita di Madinah, diceritakan bahwa pada masa itu, ada orang bernama Abdullah ibnu Musayyab. Orang ini mempunyai keanehan,, sehingga Nabi dan beberapa sahabat curiga, bahwa dia itu Dajjal yang menyamar. Sehingga Nabi sering membuntuti ibnu Musayyab. Sampai Umar pun siap membunuhnya. Tetapi dilarang oleh Nabi. Karena jika dia Dajjal beneran, maka Umar tidak akan mampu membunuhnya. Sebab sudah menjadi takdir, bahwa yang membunuh Dajjal adalah Nabi Isa AS.

Kisah aneh dialami oleh Abdullah ibn Umar, ketika mencoba mengganggu Ibn Musayyab. Ibnu Musayyab marah dan menggelembungkan tubuhnya sehingga memenuhi sebuah lorong jalan di kota Mekah.

Nabi pun pernah mencoba menanyakan kepada Ibn Musayyab tentang istana Iblis. Dan Ibn Musayyab menjawab dengan benar, bahwa singgasana Iblis berada di atas air, dan di kelilingi oleh ular-ular.

Ibn Musayyab membantah

Kecurigaan Nabi pada akhirnya disadari oleh Ibn Musayyab. Dia kemudian berkata kepada Nabi, bahwa dirinya bukan Dajjal. Bukankah Dajjal itu dari keturunan Yahudi?, sedang dirinya adalah keturunan Arab.

Dajjal juga tidak akan bisa memasuki Kota Mekah dan Madinah, sedangkan dirinya lahir, hidup dan tinggal di Madinah.

Setelah kejadian itu, Abdullah Ibn Musayyab tidak terlihat lagi. Hilang bagai ditelan bumi.

Beberapa tahun kemudian, pada perang Yamamah, beberapa sahabat melihat Ibn Musayyab berada di barisan perang Musailamah al Kadzab, dengan memakai mahkota, layaknya seorang raja. Mungkinkah ibn Musayyab adalah aktor intelektual di balik pengakuan Musailamah sebagai Nabi?

Dajjal suka menyamar

Salah satu kelebihan Dajjal adalah kehebatannya dalam menyamar. Mungkin tanpa kita sadari kita pernah duduk bersamanya, di pasar atau kafe-kafe tempat nongkrong. Dia menyamar sebagai orang biasa, dan melihat kita, mendengarkan pembicaraan kita. Tetapi kita tidak mengetahuinya.

Dajjal adalah makhluk yang cerdas. Ia menguasai berbagai macam ilmu. Sebab ia figur yang rajin belajar, serta mempunyai umur yang panjang.

Dajjal lahir 100 sebelum Nabi Musa. Dia adalah Musa As Samiry, yang bisa membuat anak sapi dari jejak telapak Jibril dan mengatakan kepada umat Nabi Musa, bahwa sapi itu adakah Tuhan kalian.

Sampai detik ini, Dajjal masih hidup ilaa yaumil qiyamah. Dajjal sudah berkeliling dunia, mempelajari berbagai bahasa, adat istiadat, manusia, dan sebagainya. Dua abad sebelum pembangkit listrik tenaga gelombang dibuat manusia, Dajjal sudah menguasai teknologi tersebut.

Dajjal adalah orang tua yang masih muda, dan orang muda yang sudah tua. Umur Dajjal telah ratusan tahun.

Kabar tentang kedatangan Dajjal akhir jaman, telah disampaikan oleh semua Nabi, sebagaimana sebuah hadist mengatakan, bahwa tidaklah seorang Nabi diutus, kecuali untuk mengabarkan kepada umat tentang kedatangan fitnah besar akhir jaman, berupa Dajjal.

Begitu dasyatnya fitnah Dajjal,, sehingga sampai setiap Nabi memberikan kabar tentang kedatangan Dajjal.

Nabi berkata bahwa sebelum kedatangan Dajjal, manusia akan dilanda kekeringan hebat.
Pada tahun pertama, langit akan menahan 1/3 hujannya. Pada tahun ke-2, langit akan menahan 1/2 air hujannya. Dan pada tahun ke-3, langit akan menahan seluruh air hujannya.

Kemarau akan terjadi hebat. Tumbuh-tumbuhan kering dan hewan-hewan mati. Manusia dalam kesulitan yang dasyat. Sampai para sahabat bertanya, manusia nanti makan apa?
Nabi menjawab, makanan manusia beriman adalah dzikir.

Dajjal akan muncul dalam situasi seperti itu. Kedatangannya akan diikuti oleh isi bumi. Tumbuh-tumbuhan kembali menghijau, hewan-hewan kembali hidup. Betapa dasyatnya fitnah itu, sehingga orang yang paginya beriman, sorenya kafir. Yang sorenya beriman, paginya kafir. Tidak ada satu pun orang yang bisa mengalahkan Dajjal. Para ulama pun akan tunduk. Dajjal pada akhirnya akan disembah oleh manusia.

Saking beratnya ujian ini, Nabi sampai memperingatkan bahwa jika mendengar nama Dajjal, larilah yang jauh ke gunung-gunung. Maksudnya, agar tidak berjumpa dengan Dajjal, untuk menghindari kekufuran. Karena siapapun yang berhadapan dengan Dajjal, pasti akan kalah. Kalau tidak dibunuh, maka ia akan menjadi pengikutnya.

Dalam banyak nubuwwah, termasuk tentu hadist, Dajjal akan memburu Imam Mahdi. Tapi kemudian Dajjal akan dibunuh oleh Nabi Isa AS, di pintu Masjid al Quds. Sebelumnya, Nabi Isa turun di masjid menara putih al Quds, di waktu subuh, dan menjadi makmum sholat dengan Imam sholatnya Imam Mahdi, sekaligus sebagai penanda batalnya akidah kristen oleh islam.

Dajjal kemudian mendatangi masjid itu, dan bertemu berhadapan dengan Nabi Isa AS. Maka, melelehlah tubuh Dajjal sehingga Nabi Isa dapat membunuhnya dengan pedang.

Setelah itu, kekuasan dunia di tangan Imam Mahdi. Dan ia memerintah secara adil, sampai datangnya angin semilir yang mewafatkan orang-orang beriman. Kemudian setelah itu, dunia dipenuhi oleh orang-orang kafir, hingga Alloh menghancurkan alam semesta, dengan apa yang bernama kiamat kubro. Wallohu a’lam. ***

)* Toufik Imtikhani. Imam Masjid Al Mudzakkir, Donan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button