Tasawuf Tarekat

Ajaran Shalat Sunnah dan Puasa Sunnah Tarekat Syattariyah

Ajaran shalat dan puasa sunnah dalam tarekat Syattariyah termasuk ajaran pokok; seperti shalat sunnah awwabin, witir, tahajjud, dan duha.

Shalat Sunnah

Shalat sunnah adalah semua shalat selain shalat fardhu lima waktu, shalat jum’at dan shalat jenazah. Yang dimaksud dengan amalan sunnah ialah suatu amalan yang apabila dilakukan, pelakunya akan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan yang meninggalkannya tidak berdosa.

Dalam sebuah hadits dinyatakan, “Jika seorang hamba Allah SWT Shalat demi allah SWT 12 raka’at (sunah) setiap hari, sebelum dan setelah Shalat wajib, maka Allah SWT akan membangunkannya sebuah rumah di surga atau rumah akan dibangun untuknya di surga. Aku tidak pernah absen melakukannya, sejak mendengarnya dari Rasulullah SAW.” (HR Muslim).

Mengenai pelaksanaanya ada yang dianjurkan secara berjamaah. Contohnya, tarawih, Dua Hari Raya (Id), dan juga secara sendiri seperti tahajjud, duha, dan lain lain. Berikut ini ajaran Shalat Sunnah Tarekat Syattariyah.

Shalat Sunnah Awwabin

Shalat sunnah awwabin adalah shalat yang dilakukan setelah shalat Magrib dan sebelum Shalat Isya. Jumlah rakaat shalat sunnah awwabin adalah sebanyak 6 rakaat dan dilaksanakan 2 rakaat 2 rakaaat dengan 3 kali salam. Setelah selesai melaksanakan Shalat sunnah awwabin kemudian membaca istighfar, shslawat nabi, dan lafadz muhawwil masing-masing 10 kali, kemudian dilanjutkan dengan membaca surat al-Fatihah sebanyak 3 kali.

Shalat Sunnah Witir

Shalat sunnah witir adalah Shalat sunnah yang dikerjakan setelah Shalat Isya sampai dengan masuk waktu Subuh. Namun, dengan catatan sudah tidur terlebih dahulu, meskipun hanya sebentar.

Hukum melaksanakan Shalat witir adalah sunnah. Seperti yang dikatakan oleh Ali RA. Nabi bersabda: sesungguhnya Allah itu ganjil, dan suka pada bilangan ganjil pula. Maka, wahai para ahli Qur‟an kerjakanlah sunnah witir.

Sifat Shalat witir menurut Imam Maliki, Imam Abu Hanifah, setiap tiga rakaat dibatasi salam. Sedangkan Imam Syafi‟I berbeda yaitu setiap dua rakaat salam dan terhir satu rakaat. Seperti yang dikatakan oleh nabi “Shalat sunnah malam dua rakaat dua rakaat, sunnah witir diahiri dengan satu rakaat. Banrang siapa yang menyukai tiga rakaat ,maka lakukanlah dan barang siapa yang menyukai satu rakaat maka lakukanlah”. (H.R. Abu Dawud)

Dzikir setelah melaksanakan Shalat witir yaitu membaca istighfar. Kemudian dilanjutkan dengan membaca shalawat masing-masing sebanyak sepuluh kali. Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan membaca tahlil yaitu mengucapkan lafadz laa ilaha illa Allah sebanyak 300 kali.

Setelah bacaan itu selesai, maka langkah selanjutnya adalah mengulang kembali bacaan shalawat sebanyak sepuluh kali dan membaca surat al-Fatihah sebanyak tiga kali. Shalat witir yang diamalkan oleh pengikut Tarekat Syattariyah dan keluarga Pengguron adalah sebanyak tiga rakaat dengan pelaksanaannya dua rakaat dan satu rakaat.

Shalat Tahajjud

Tahajjud istilah yang dipakai dalam tradisi religi dalam pengguron untuk Shalat malam. Tahajjud berasal dari kata: hajada, hujudan, at-tahajjud shalat di malam hari, al-mutahajjud, bangun dari tidur untuk Shalat. Allah berfirman, yang artinya: “dan dari sebagian pada malam hari tahajjudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ketempat yang terpuji”. (Q.S. al-Isra. 79)

Setelah selesai melaksanakan Shalat tahajjud, kemudian dilanjutkan dengan membaca istighfar dan membaca shalawat masing-masing sebanyak sepuluh kali, kemudian membaca tahlil, laa ilaha illa Allah sebanyak 300 kali. Kemudian mengulang membaca shalawat sebanyak sepuluh kali, dan membaca surat al-Ikhlas sebanyak sepuluh kali dan membaca surat al-Fatihah sebanyak 3 kali.

Shalat Duha

Para pengikut Tarekat Syattariyah atau murid Pengguron melengkapi aktifitas religinya yaitu rutinitas mengerjakan Shalat Duha. Hukum dari Shalat duha adalah sunnah. Sedangkan waktu pelaksanaanya ialah mulai masuk waktu sejak matahari persis sepemanahan qodru rumhin sampai dengan tergelincirnya zawal matahai.

Jumlah Shalat duha paling sedikitnya dua rakaat dan paling banyak delapan rakaat. surat al-Qur‟an yang dipakai rakaat pertama dan kedua setelah membaca al-Fatihah yaitu, asy-Syams dan al-Kafirun
dan rakaat ketiga dan keempat ad-Duha dan al-Ikhlas, rakaat selanjutnya al-Kafirun dan al-Ikhlas.

Setelah selesai melaksanakan Shalat duha, kemudian dilanjutkan dengan membaca istighfar dan membaca shalawat masing-masing sebanyak sepuluh kali dan membaca tahlil yaitu dengan membaca lafadz laa ilaha illa Allah sebanyak 300 kali, kemudian mengulang kembali dengan membaca shalawat sebanyak sepuluh kali dan membaca surat al-Fatihah sebanyak tiga kali, dan diahiri dengan do‟a.

Puasa Sunnah

Terdapat beberapa amaliyah puasa sunnah. Di antaranya adalah ayyamul biid, puasa sunnah hari senin, hari kamis, enam hari dalam minggu pertama di bulan syawwal. hari tarwiyyah, dan hari arofah.

Imam Muslim dalam kitab Shohihnya menjelaskan, Nabi mengatakan berpuasa tiga hari setiap bulan (tidak termasuk bulan Ramadhan) sama halnya puasa pada satu tahun, berpuasa pada hari arafah dan berpuasa pada bulan Asyura, selamat dari penyakit kafir (HR. Muslim).

Demikian sekelumit tentang ajaran shalat dan puasa sunnah dalam tarekat Syattariyah; semoga bermanfaat dan menambah referensi tentang tarekat Syattariyah beserta ajaran ajarannya.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button