Ibadah / Amaliyah

9 Hikmah Dan Keutamaan Ibadah Qurban, Apa Saja?

Apa saja hikmah dan keutamaan ibadah qurban? Ada 9 hikmah dan keutamaan Ibadah Qurban, yaitu 1. Mengagungkan syi’ar Allah SWT, 2. Mengenang ujian kesabaran Nabi Ibrahim as dan putranya Nabi Ismail as, 3. Mengamalkan ibadah yang paling dicintai oleh Allah SWT pada Hari Raya Idul Adha. 4. Melaksanakan ibadah sunat setengah wajib yang dikokohkan atau sunnat muakad, 5. Sebagai tanda bukti kedekatan seseorang kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW, 6. Sebagai ungkapan rasa syukur, 7. Sebagai pelebur kejahatan dan terampuninya dosa, 8. Sebagai misi kepedulian terhadap sesama, 9. Keselamatan dari berbagai macam bencana, musibah, bilai dan pandemi (termasuk virus corona)

Ke 9 hikmah dan keutamaan ibadah qurban atau biasa juga disebut dengan udhiyyah dijelaskan sebagai berikut;

1. Mengagungkan syi’ar Allah SWT, sebagaimana dinyatakan dalam firman-Nya;

ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ (٣٢) لَكُمْ فِيهَا مَنَافِعُ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى ثُمَّ مَحِلُّهَا إِلَى الْبَيْتِ الْعَتِيقِ (٣٣)
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الأنْعَامِ فَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ(٣٤)

32. Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.
33. Bagi kalian pada binatang-binatang hadyu itu ada beberapa manfaat, sampai kepada waktu yang ditentukan, kemudian tempat wajib (serta akhir masa) menyembelihnya ialah setelah sampai ke Baitul ‘Atiq (Baitullah).
34. Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” (QS al- Hajj : 32-34).

2. Mengenang ujian kesabaran Nabi Ibrahim Alaihissaman dan Putranya Nabi Ismail Alaihissalam. Allah SWT berfirman;

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ

Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata, “Hai Anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab, “Hai Bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar (QS. al Shaaffat: 102)

3. Mengamalkan ibadah yang paling dicintai oleh Allah SWT pada Hari Raya Idul Adha. Dalam suatu hadits riwayat ‘Aisyah RA bahwa Rasulullah Muhammad SAW bersabda:

ما عمل ابن آدم يوم النحر عملا أحب الى الله تعالى من إراقة الدم إنها لتأتي يوم القيامة بقرونها وأظلافها وأشعار

“Tidak ada amalan anak cucu Adam pada Hari Raya Idul Kurban yang lebih dicintai Allah melebihi dari mengucurkan darah (qurban) sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan itu akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu-bulunya.”(HR. Hakim dan Ibnu Majah )

4. Hukum Melaksanakan Ibadah Qurban adalah Sunnah Muakadah, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abas ra, ia berkata :

سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول : ثلاث هن علي فرائض وهن لكم تطوع : الوتر. . والنحر. ، وصلاة الضحى

Aku (Anas) mendengar Rasulullah SAW bersabda: ada tiga hal yang bagi diriku (Rasulullah) wajib , tapi bagi kalian sunat, yaitu: 1. Shalat witir, 2. Berqurban, 3. Shalat duha

5. Sebagai tanda bukti kedekatan seseorang kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Allah SWT berfirman:

وَلا الْهَدْيَ وَلا الْقَلائِدَ

“Jangan (mengganggu) binatang-binatang hadya dan binatang-binatang qolaid. (Al-Maidah: 2).

Maksudnya janganlah kalian tidak berkurban dan janganlah kalian tidak memberinya kalungan sebagai tanda hewan ternak untuk dikurbankan.

Rasulullah Muhammad SAW bersabda : Barang siapa yang mendapati dirinya dalam kelapangan lalu ia tidak mau berkurban, maka janganlah ia mendekati tempat Shalat Id kami (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

6. Sebagai ungkapan rasa syukur :

والحكمة من تشريع الأضحية : هو شكر الله على نعمه المتعددة وعلى بقاء الإنسان من عام لعام ولتكفير السيئات عنه

Hikmah disyariatkanya udhiyyah atau ibadah qurban adalah: sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, atas beberapa nikmat dan keberlangsungan kehidupan manusia dari tahun ketahun

7. Sebagai pelebur kejahatan dan terampuninya dosa. Segala macam kesalahan atau perselisihan dan kekurang patuhan akibat pengaruh sifat bahimiyyah (sifat hewan) yang melekat pada seseorang, maka akan lebur disebabkan qurban, yang kesemuanya sifat hewan tersebut akan terpotong dengan adanya qurban, yang divisualkan dengan memotong hewan qurban seperti unta, sapi, kerbau, domba atau kambing.

8. Sebagai misi kepedulian terhadap sesama. Dengan berkurban bisa memberi keluasan dan memanjakan untuk makan enak terhadap keluarga siqurban dan lingkungan sekitarnya, sebagaimana sabda Nabi SAW: Hari Raya Kurban adalah hari untuk makan, minum, dan berdzikir kepada Allah SWT ( HR. Muslim)

9. Sebagai wasilah diperolehnya keselamatan dari berbagai macam (ancaman) bencana, musibah, bilai dan pandemi (termasuk virus corona) dan juga sebagai keselamatan alam kubur ataupun hari kiamat. Bahwa hewan quban kelak akan dijelma menjadi kendaraan yang sangat indah, untuk menyelamatkan diri dari hiruk pikuknya hari kiamat, bagi siapa saja yang ikhlas berkurban. Semoga kita tergolong orang yang gemar berqurban. Wallahu a’lam bisshawab.

~Artikel 9 Hikmah Dan Keutamaan Ibadah Qurban, Apa Saja? ditulis oleh KH. Maslahudin, Wakil Rais Syuriyah PCNU Cilacap 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

fifteen − 14 =

Back to top button