Serunya Aksi Layanan Konseling Mahasiswa BK UNUGHA Cilacap di Panti Muhammadiyah Ajibarang

NU CILACAP ONLINE – Suasana hangat penuh keakraban mewarnai aksi layanan konseling di Panti Asuhan Muhammadiyah Ajibarang. Dipandu oleh puluhan mahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling Unugha Cilacap sebagai konselor, mereka berdiskusi aktif memecahkam berbagai studi kasus remaja bersama.

Sebagai upaya nyata mengejawantahkan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial, Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap menggelar kunjungan sosial ke Panti Asuhan Muhammadiyah Ajibarang, Banyumas, Selasa (16/6/2026).

Selain sebagai ajang mengasah kompetensi akademik mahasiswa di bidang konseling, kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahim dan ukhuwah islamiyah antarelemen umat.

Rombongan mahasiswa yang didampingi langsung oleh dosen pembimbing UNUGHA, Heny Kristiana R dan Muhammad Ridwan, disambut dengan penuh kehangatan oleh keluarga besar panti asuhan.

Kepala Panti Asuhan Muhammadiyah Ajibarang, Ustad Daryanto, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran sivitas akademika UNUGHA Cilacap.

Dalam sambutannya, ustad Daryanto memaparkan sejarah singkat berdirinya panti serta dinamika pembinaan yang diberikan kepada para santri asuh. Baca juga Mahasiswa BK Unugha Cilacap Gelar Edukasi Kesehatan Mental di Panti Asuhan Darul Hadlonah

Edukasi Remaja dan Koridor Fiqih Seksualitas

Memasuki acara inti, para santri panti asuhan mendapatkan bekal edukasi yang sangat penting bagi masa transisi usia mereka. Materi pertama mengenai dinamika perkembangan remaja disampaikan secara kolaboratif oleh Ilham Arifin.

Sementara itu, materi kedua yang cukup krusial namun sering dianggap tabu, yaitu “Pendidikan Seks dalam Perspektif Islam”, dikupas secara lugas dan santun oleh Sentot Dwi Warsono.

Dalam pemaparannya, Sentot menekankan pentingnya membentengi generasi muda dari pergaulan bebas melalui pemahaman reproduksi yang benar sesuai tuntunan syariat, Al-Qur’an, Hadits, serta pandangan para ulama (fuqaha).

Hal ini bertujuan agar para remaja panti mendapatkan literasi seksual dari sumber yang otoritatif dan terjaga moralitasnya.

Praktik Bimbingan Kelompok dan Kepekaan Sosial

Suasana taklim yang semula khidmat berubah menjadi lebih cair dan penuh keakraban saat Aji Sugiarto memandu sesi ice breaking.

Melalui permainan edukatif, sekat kecanggungan antara mahasiswa dan para santri panti seketika mencair.

Kehangatan tersebut dimanfaatkan para mahasiswa untuk menggelar praktik bimbingan kelompok.

Para santri dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil dengan didampingi mahasiswa sebagai konselor. Mereka diajak berdiskusi interaktif untuk memecahkan berbagai studi kasus remaja secara bersama-sama.

Acara yang dipandu oleh Bagus Panuntun selaku pembawa acara ini diakhiri dengan doa bersama dan sesi dokumentasi.

Dosen pembimbing UNUGHA, Muhammad Ridwan, berharap kegiatan ini dapat melahirkan calon-calon konselor yang tidak hanya cerdas secara intelektual di bangku kuliah, namun juga memiliki kepekaan nurani (kepekaan sosial) yang tinggi dalam membaca realitas di tengah masyarakat.

“Mahasiswa harus hadir di tengah masyarakat, membawa kemanfaatan, dan senantiasa merawat nilai-nilai empati sosial di mana pun mereka berada,” tegasnya.

Kontributor: Aji Sugiarto ( Mahasiswa BK Unugha Cilacap)
Editor: Naeli Rokhmah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button