Rektor Dr. A Luthfi Hamidi; Sarjana Unugha Harus Membumi

NU CILACAP ONLINE – Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap, Prof. Dr. KH. A. Luthfi Hamidi, mengingatkan para lulusan agar ‘membumi’ dan membawa keberkahan bagi orang-orang di sekitarnya. Hal tersebut ditegaskannya dalam gelaran Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-10 di Sentul Hall, Cilacap, Sabtu (18/04/2026).

Di hadapan 273 wisudawan, Dr. Luthfi menekankan bahwa identitas sarjana NU harus melekat pada kepekaan sosial yang tinggi. Menurutnya, ilmu pengetahuan yang dimiliki tidak boleh hanya berhenti pada tataran teori, tetapi harus dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat.

“Sebagai sarjana NU, keputusan kalian tidak boleh hanya mengangkasa. Harus membumi, berpijak ke bumi, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas (Khoirunnas anfa’uhum linnas),” tegasnya.

Meneladani Spiritualitas Imam Al-Ghazali

Sesuai dengan nama besar Al-Ghazali yang disandang universitas, Dr. Luthfi mengajak para alumni untuk meneladani sang Hujjatul Islam tersebut. Ia menggarisbawahi bahwa kecerdasan intelektual harus dibarengi dengan spiritualitas yang kokoh.

“Imam Al-Ghazali adalah cendekiawan yang menghadirkan Allah dalam setiap pemikiran dan kebijakannya. Maka saya menuntut sarjana UNUGHA, selain menggunakan teori ilmu pengetahuan, hadirkanlah Allah dalam setiap pengambilan keputusan. Jangan hanya usaha, tapi kuatkan dengan doa,” pesan Prof. Luthfi. Baca juga Wisuda ke-10 UNUGHA Cilacap; Akselerasi Menuju ‘Unggul 2028’

Suasana khidmat menyelimuti ruangan saat Rektor meminta wisudawan berdiri dan meletakkan tangan kanan di dada kiri. Mereka mengucapkan ikrar kesetiaan dan kebanggaan sebagai bagian dari Nahdlatul Ulama serta komitmen menjadi berkah bagi bangsa dan negara. Baca juga Pelatihan Jurnalistik KPI Unugha Asah Potensi Jurnalis Kampus

Rektor juga memberikan pesan moral yang kuat terkait keberkahan ilmu. Ia berseloroh namun tegas menyatakan bahwa gelar sarjana bisa saja “dicabut” secara moral jika tidak membawa manfaat bagi orang tua dan keluarga terdekat. Baca juga Lepas Sambut Rektor UNUGHA Cilacap Masa Khidmat 2024-

“Jika setelah ini ada laporan dari orang tua bahwa Anda tidak menjadi berkah bagi mereka, saya akan mempertimbangkan untuk mencabut kembali gelar Anda. Jadilah berkah minimal bagi orang-orang terdekat Anda,” ucapnya yang disambut tepuk tangan hadirin.

Dorongan Kopertais Wilayah XI Jawa Tengah

Acara ini juga dihadiri oleh Koordinator Kopertais Wilayah VI Jawa Tengah, Prof. Dr. Rohmadi. Dalam arahannya, ia menekankan tiga poin penting agar kampus NU mampu bersaing secara global:
1. Kualifikasi Dosen: Dosen wajib menempuh jenjang S3 (Doktor).
2. Jabatan Akademik: Mendorong percepatan munculnya Guru Besar (Profesor) di lingkungan UNUGHA.
3. Karya Ilmiah: Dosen harus aktif menulis di jurnal internasional bereputasi dan tidak hanya terhenti pada rutinitas mengajar.

“Institusi tidak akan mungkin maju jika dosennya tidak banyak yang Doktor. Ukuran sebagai dosen adalah karya,” tegas Prof. Rohmadi.

Prosesi wisuda ke-10 ini menandai kontribusi nyata UNUGHA Cilacap dalam mencetak kader intelektual Nahdliyin yang siap berkhidmat untuk umat dan menjaga marwah organisasi di kancah nasional maupun internasional. (Naeli Rokhmah)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button