Rakor PBNU dan PWNU di Malang Menghasilkan 7 Maklumat

NU Cilacap Online — Rapat Koordinasi (Rakor) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia, mengawali acara dalam rangkaian kegiatan Mujahadah Kubro Peringatan Harlah 1 Abad NU yang dilaksanakan di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur pada Sabtu, (7/2/2026). Rakor ini menghasilkan 7 catatan maklumat atau informasi penting, sebagai berikut;
- Sosialisasi hasil Rapat Pleno PBNU yakni Menerima permohonan maaf Ketum, Menerima pengembalian mandat Pj. Ketum KH Zulfa Mjstofa, mengembalikan posisi pengurus seperti sedia kala.
- Akan diselenggarakan Konbes dan Munas akhir pada bulan Syawal 1447 H.
- Akan diselenggarakan Muktamar akhir Juli atau awal Agustus 2026.
- Penyelesaian SK-SK yang bermasalah, akan dibentuk tim verifikasi 2 orang dari Ketum dan 2 orang dari Rais Amm.
- Akan dibuat roadmap jangka panjang (NU di abad kedua).
- PBNU akan melakukan roadshow ke PWNU untuk “belanja masalah” (minta masukan) dalam rangka Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) oleh PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) artinya langkah strategis organisasi untuk merancang peta jalan (roadmap) transformasi NU selama 25 tahun ke depan (2025–2050).Penyusunan ini bertujuan memastikan NU mampu merespons tantangan fundamental, perubahan peradaban global, dan perubahan struktur sosial-ekonomi dalam dua dekade lebih ke depan.
- Diharapkan Muktamar yang nyaman, sejuk, tidak ada gejolak agar tidak menodai Muktamar.
Rakor yang diselenggarakan oleh PWNU Jawa Timur ini, Rais Syuriyah PBNU Prof. M. Nuh menyampaikan bahwa PBNU mengundang seluruh pengurus wilayah dan keluarga besar NU untuk hadir dan bersilaturahmi.
“Kegiatan rapat koordinasi kami mengundang seluruh pengurus wilayah dan keluarga besar PBNU untuk rawuh,” jelasnya.
Prof Nuh kembali menegaskan, bahwa keputusan Rapat Pleno PBNU telah mengakhiri berbagai keraguan terkait legalitas organisasi. Menurutnya, kepastian ini penting agar NU dapat menjalankan agenda-agenda besar ke depan dengan tenang dan tertib.
“Sekarang sudah tidak ada lagi ambiguitas soal legalitas. Ini penting agar setiap kegiatan besar NU bisa berjalan dengan nyaman,” tegasnya.
Ia menambahkan, percepatan pengambilan keputusan dalam Rapat Pleno dilakukan demi menciptakan suasana organisasi yang kondusif. Pasca pleno, aktivitas PBNU kembali berjalan normal sesuai SK Pergantian Antarwaktu (PAW) 2024, termasuk pengembalian struktur kepengurusan sebagaimana hasil Muktamar Ke-34 NU.
“PBNU kembali beraktivitas secara normal. Semua dijalankan dengan senang hati, demi kemaslahatan dan keutuhan NU,” ujarnya.
Adapun polemik internal yang sempat terjadi kini telah diselesaikan melalui mekanisme organisasi.
“Alhamdulillah, perbedaan pandangan dan polemik kita nyatakan selesai. Mari kita buka lembaran baru agar Nahdlatul Ulama melangkah ke depan dengan lebih kuat dan penuh keberkahan,” pungkasnya
Sekedar untuk diketahui, PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama) kini dipastikan kondusif, kembali solid dan berjalan normal, setelah sempat mengalami dinamika internal.
Mantan Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU, KH Zulfa Mustofa, juga menyebutkan roda organisasi telah kembali berjalan dan islah tercapai melalui kesepakatan bersama, termasuk persiapan muktamar.
Dengan kata kondisif itu menyatakan bahwa PBNU sudah melewati masa krisis internal dan fokus pada agenda organisasi. (IHA)





