Perkuat Perlindungan Psikososial Anak Pekerja Migran di Sidaurip

NU Cilacap Online – Desa Sidaurip, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, terus memperkuat perlindungan psikososial anak pekerja migran. Upaya ini diwujudkan melalui Pelatihan Konselor Sebaya Berbasis Komunitas dan Pelatihan Dasar Pengasuhan Anak pada Kamis (22/1/2026).
Kegiatan berlangsung di Balaidesa Sidaurip sejak pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Peserta terdiri atas purna Pekerja Migran Indonesia (PMI), keluarga PMI, Satgas Demimas Desa Sidaurip, tokoh masyarakat, dan perangkat desa.
Sekretaris Desa Sidaurip, Novia Sukenti, S.Pd., menyampaikan bahwa anak pekerja migran menghadapi tantangan emosional dan sosial yang tidak ringan. Menurutnya, desa perlu menghadirkan sistem pendampingan yang dekat dengan masyarakat. Konselor sebaya berbasis komunitas menjadi solusi strategis untuk menciptakan lingkungan yang aman dan peduli anak.
Ia berharap peserta pelatihan mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan dari pelatihan ini. Penyelenggaran berharap kepeda peserta agaraktif mendampingi anak dan pengasuh melalui pendekatan empatik dan pengasuhan positif.
Ketua Lakpesdam PCNU Cilacap, Ismah, M.Pd., menegaskan bahwa perlindungan pekerja migran harus bersifat menyeluruh. Perlindungan tidak berhenti pada proses keberangkatan dan kepulangan. Anak dan keluarga yang ditinggalkan juga membutuhkan perhatian serius dan berkelanjutan.
Ia menilai komunitas desa memiliki peran penting dalam membangun sistem perlindungan yang responsif. Melalui konselor sebaya, masyarakat dapat saling menguatkan dan membangun jejaring dukungan yang hidup.
Tim Lokal Program, Ahmad Fajri Nida, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas konselor sebaya dan wali anak PMI. Program ini menekankan pendampingan emosional, sosial, dan psikologis. Pelatihan juga dirancang partisipatif agar peserta aktif berbagi pengalaman.
Baca juga : Lakpesdam NU Gelar Pelatihan Konselor Sebaya dan Parenting

Imas Kurniawati, S.Psi., selaku pemateri pelatihan, membahas kesehatan mental dan peran konselor sebaya di tingkat desa. Peserta mempelajari komunikasi empatik dan teknik active listening. Materi ini membantu konselor menjadi pendengar awal yang aman dan terpercaya.
Narasumber juga mengulas identifikasi dini masalah psikososial dan etika pendampingan. Peserta belajar mengenali batas peran serta mekanisme rujukan ke layanan profesional. Selain itu, narasumber menekankan pentingnya self-care bagi konselor sebaya.
Pada sesi pengasuhan anak, peserta mempelajari psikologi perkembangan dan pola asuh positif. Materi mencakup komunikasi efektif, pengelolaan emosi, dan pengasuhan jarak jauh. Pendekatan ini membantu pengasuh memahami kebutuhan emosional anak.
Sebagai tindak lanjut, peserta berkomitmen menjadi konselor sebaya dan pendamping pengasuhan anak PMI. Mereka akan bersinergi dengan Satgas Demimas Desa Sidaurip untuk membangun perlindungan psikososial berkelanjutan.
Mengenal lebih tentang PC Lakpesdam NU Cilacap : Lakpesdam Cilacap Luncurkan P2MI-BK Menuju Desa Migran Aman





