PCNU Cilacap Turba Perdana di MWCNU Karangpucung

Dorong Konsolidasi dan Kemandirian NU

NU CILACAP ONLINE –  Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap memulai kegiatan Turun ke Bawah (Turba) ke seluruh Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) se-Kabupaten Cilacap dengan titik perdana di MWCNU Karangpucung, Sabtu (17/05/2025).

Kegiatan yang berlangsung di SMA Jenderal Ahmad Yani Karangpucung ini dihadiri oleh 145 peserta dari unsur MWCNU, perwakilan lembaga, badan otonom (Banom), pengurus ranting, hingga manajer area. Turba ini merupakan bagian dari konsolidasi organisasi sekaligus ajang serap aspirasi serta evaluasi kinerja kepengurusan NU di semua tingkatan.

Ketua Tanfidziyah MWCNU Karangpucung, Drs. Kusnandar, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan Turba menjadi sarana menggali potensi warga NU serta mempererat silaturahmi antara PCNU, MWCNU, dan pengurus ranting.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menggali potensi warga NU agar bisa dikembangkan, serta menjalin silaturahmi antar elemen NU,” ujar Kiai Kusnandar.

Turba ini juga menjadi momentum bagi PCNU Cilacap untuk menyampaikan rencana strategis (renstra) lima tahun ke depan, sebagaimana disampaikan oleh Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Cilacap, H. Khazam Bisri, S.Ag.

Dalam paparannya, Gus Khazam menekankan pentingnya peran NU dalam menjawab persoalan masyarakat, bukan hanya dalam aspek keagamaan, tetapi juga ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga kebudayaan.

“NU tidak lahir dari ruang kosong, tapi hadir menjawab persoalan masyarakat. Karena itu, NU harus membangun kapasitas, bukan hanya menjalankan tradisi amaliyah, tetapi juga hadir dalam bidang ekonomi, pertanian, pendidikan, dan lainnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gus Khazam menggarisbawahi sejumlah tantangan yang dihadapi NU, seperti lemahnya pemahaman Aswaja, belum optimalnya kemandirian organisasi, dan rendahnya daya saing SDM.

Untuk itu, diperlukan strategi dan kebijakan yang memperkuat ke-NU-an, meningkatkan kualitas SDM, penguatan organisasi dan jaringan, serta pemberdayaan aset.

BUMNU Jadi Program Prioritas

Salah satu program unggulan yang disosialisasikan dalam kegiatan ini adalah pendirian Badan Usaha Milik NU (BUMNU), sebagai upaya membangun kemandirian ekonomi organisasi. Baca juga Lakukan Turba, NU Cilacap Kuatkan Program Koin NU

Ketua LAZISNU Cilacap, H. Wasbah Samudra Fawaid, SE, memaparkan bahwa BUMNU dibentuk berdasarkan keputusan Konferensi Cabang dan Muskercab I PCNU Cilacap, dengan fokus usaha di bidang perdagangan, transportasi travel, kesehatan, pendidikan, pertanian, dan peternakan.

“Saat ini kami sedang mengupayakan hadirnya transportasi milik NU. Di bidang kesehatan, kami mengoptimalkan Klinik Az Zahra di Kesugihan. Di bidang pendidikan, akan ada madrasah unggulan di bawah LP Ma’arif,” ungkapnya.

Untuk mewujudkan BUMNU, strategi utama yang digunakan meliputi investasi dari struktur NU, pembentukan manajemen profesional, dan orientasi pada pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. Baca juga Turba (Turun Ke Bawah): Metode dan Tradisi Organisasi NU

Menuju NU Cilacap yang Maju dan Mandiri

Dalam rangkaian kegiatan Turba, PCNU Cilacap juga melantik perwakilan lembaga-lembaga NU yang akan bertugas melaksanakan program kerja cabang dan mendukung kegiatan MWCNU Karangpucung.

Sementara itu, Wakil Ketua PCNU Cilacap Bidang Aset, H. Yusro, S.Ag, menyampaikan bahwa PCNU sedang melakukan pendataan aset NU hingga ke tingkat ranting. Ia juga mengumumkan adanya penghargaan berupa laptop untuk dua ranting terbaik di setiap MWCNU.

Untuk wilayah MWCNU Karangpucung, dua ranting terbaik yang terpilih adalah Ranting NU Tayem Timur dan Ranting NU Surusunda, berdasarkan konsistensi kegiatan dan kerapihan dokumentasi.

Turba ini menjadi langkah awal dari rangkaian kegiatan PCNU Cilacap yang akan berlangsung hingga akhir Juni 2025. PCNU Cilacap berharap seluruh jajaran MWCNU dan pengurus ranting dapat mendukung penuh program-program strategis demi kemajuan NU secara keseluruhan.

“Kami berharap seluruh struktur mendukung program ini agar NU Cilacap semakin berkembang dan berdaya dalam berbagai sektor,” tutup Gus Khazam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button