Kontingen Kabupaten Tegal Raih Juara Umum I Porsadin VIII Jawa Tengah 2026, Cilacap Tempati Posisi Ketiga

NU Cilacap Online – Kontingen Kabupaten Tegal berhasil meraih predikat Juara Umum I dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) VIII Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026. Penghargaan tersebut diumumkan dalam acara penutupan yang berlangsung di Pendopo Amangkurat, Sabtu (10/10/2026).

Kabupaten Tegal sukses mengumpulkan lima medali emas, tiga medali perak, dan satu medali perunggu. Penetapan juara umum tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Panitia Pelaksana Porsadin Provinsi Jawa Tengah Nomor 40/Pan.Porsadin/DPW/FKDT/X/2026.

Sementara itu, Kabupaten Rembang menempati posisi Juara Umum II dengan raihan lima medali emas dan satu medali perunggu. Adapun Kabupaten Cilacap berhasil menduduki posisi Juara Umum III setelah mengoleksi tiga medali emas, dua medali perak, dan satu medali perunggu.

Prestasi tersebut diraih di tengah persaingan ketat yang melibatkan 824 santri dari 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah. Para peserta berkompetisi dalam 30 cabang olahraga dan seni yang menjadi bagian dari rangkaian Porsadin VIII tahun ini.

Porsadin Bukan Sekadar Kompetisi

Penutupan Porsadin VIII Jawa Tengah 2026 dihadiri Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, serta Ketua DPW Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Jawa Tengah, Abdul Rahman.

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman diwakili Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Tegal, Mujahidin.

Dalam sambutan Bupati Tegal yang dibacakannya, Mujahidin menyampaikan bahwa Porsadin bukan sekadar ajang untuk menunjukkan kemampuan, melainkan juga sarana membangun karakter, sportivitas, dan persaudaraan antarsantri.

“Tema Porsadin kali ini adalah ‘Jayakan Negeri dengan Budi Pekerti’. Dalam dua hari ini, tema itu kita saksikan nyata di arena santri yang bertanding sungguh-sungguh, tetapi tetap menjaga sportivitas dan menghormati lawan,” ujar Mujahidin.

Ia menegaskan, keberhasilan para santri merupakan buah dari latihan, bimbingan para guru, dukungan orang tua, serta pembinaan berjenjang mulai dari tingkat kecamatan hingga provinsi.

Baca: Berita Porsadin

Mujahidin juga menyampaikan apresiasi kepada FKDT, Kementerian Agama, panitia pelaksana, dewan juri, wasit, aparat keamanan, tenaga kesehatan, relawan, serta masyarakat yang telah mendukung kelancaran kegiatan.

Kepada para peserta yang meraih juara, ia berpesan agar prestasi tersebut disyukuri dan dijadikan motivasi untuk terus belajar serta meningkatkan kemampuan. Sementara itu, peserta yang belum memperoleh hasil terbaik diharapkan tidak berkecil hati.

Menurutnya, keberanian untuk berkompetisi, kesempatan menimba pengalaman, dan persaudaraan yang terjalin selama kegiatan juga merupakan bagian penting dari keberhasilan.

Madrasah Diniyah Berperan Membentuk Akhlak Generasi

Lebih lanjut, Mujahidin menekankan pentingnya peran madrasah diniyah dalam membentuk generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga memiliki fondasi karakter dan akhlak yang kuat.

Peran tersebut dinilai semakin penting di tengah perkembangan teknologi digital dan perubahan pola pergaulan masyarakat.

“Fondasi itu diletakkan oleh para kiai, ustaz, dan ustazah yang mengajar dengan sabar, sering kali dengan segala keterbatasan. Kepada panjenengan semua, kami haturkan terima kasih,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, menilai FKDT memiliki peran strategis dalam mendukung pendidikan keagamaan. Peran tersebut diwujudkan melalui pembelajaran Al-Qur’an, pemahaman agama, serta pembentukan akhlak anak sejak usia dini.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi atas komitmen FKDT menyelenggarakan Porsadin dan berterima kasih kepada semua pihak yang membuat rangkaian acara, mulai dari pembukaan, perlombaan, hingga penutupan, berjalan meriah,” kata Saiful Mujab.

Ketua DPW FKDT Jawa Tengah, Abdul Rahman, turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Tegal, Bupati beserta jajaran, serta masyarakat yang telah mendukung penyelenggaraan Porsadin VIII. Ia juga menyampaikan permohonan maaf atas berbagai kekurangan selama pelaksanaan kegiatan.

Abdul Rahman mengajak seluruh pengurus FKDT, ustaz, dan ustazah untuk terus melakukan pembinaan terhadap santri berprestasi agar mampu bersaing pada tingkat nasional.

“Bagi yang sudah memperoleh nilai terbaik pada kali ini, kita latih terus agar siap untuk tampil di tingkat nasional membawa nama Jawa Tengah,” pesannya.

Juara Porsadin Dipersiapkan ke Tingkat Nasional

Porsadin tingkat nasional dijadwalkan berlangsung pada 13–15 November 2026 di Jakarta. Kontingen yang meraih Juara Umum I serta peserta yang menjadi juara pertama pada masing-masing cabang lomba diprioritaskan untuk menjadi bagian dari kafilah Jawa Tengah pada ajang tersebut.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, para santri diharapkan mampu meningkatkan kemampuan, menjaga sportivitas, dan mengharumkan nama Jawa Tengah di tingkat nasional.

Porsadin juga diharapkan terus menjadi ruang pengembangan bakat dan potensi santri madrasah diniyah, sekaligus memperkuat pendidikan keagamaan yang berorientasi pada pembentukan generasi berilmu, berprestasi, dan berakhlakul karimah.

Penulis: Khayaturrohman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button