Kemenag Ajak Umat Islam Manfaatkan Istiwa A’dham untuk Verifikasi Arah Kiblat

NUCOM, Jakarta – Menghadap kiblat adalah bagian penting dalam kesempurnaan ibadah salat. Menyadari hal itu, Kementerian Agama RI mengajak seluruh umat Islam Indonesia dapat Memanfaatkan Istiwa A’dham untuk Verifikasi Arah Kiblat, Saat Matahari Di Atas Ka’bah.

Ajakan tersebut disampaikan langsung Oleh Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar (67) melalui vidio imbauan resminya. Senin. (13/7/2026) malam.

Dia menyebutkan imbauan ini sekaligus momentum Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026. Imbauan yang disertai penegasan pentingnya memverifikasi kembali arah kiblat di pesantren, masjid, musala, rumah, hingga kantor.

Baca juga: Ka’bah dan Kiblat, Pertanyaan dan Jawaban

Manfaatkan Momentum Istiwa A’dham

Rashdul Qiblat atau Istiwa A’zam adalah peristiwa ketika matahari berada tepat di atas Ka’bah. Pada saat itu, bayangan benda akan mengarah lurus ke kiblat.

Momen inilah sebaiknya bermanfaat secara nasional. Gerakan nasional ini akan dilaksanakan pada Hari Rabu dan Kamis, 15 dan 16 Juli 2026.

Waktu yang dipilih bukan sembarangan. Umat Islam diminta memanfaatkan momentum istiwa a’dham atau saat posisi matahari berada tepat di atas Ka’bah.

“Tepat pukul 16:27 WIB atau 17:27 WITA”, terang Nasaruddin Umar Lelaki yang lahir di Ujung, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, pada tanggal 23 Juni 1959.

Pada detik-detik tersebut, lanjutnya, bayangan benda yang terkena sinar matahari akan mengarah lurus ke kiblat. Karena itu, momen ini dinilai paling mudah, praktis, dan presisi untuk memverifikasi arah kiblat.

“Ka’bah dapat digunakan untuk memverifikasi arah kiblat secara mudah, praktis dan presisi”, jelas suami dari Helmi Halimatul Udhma yang juga Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Republik Indonesia.

Sasaran, Dari Masjid Hingga Rumah

Adapun sasaran, Menag tidak membatasi siapa yang boleh ikut. Ajakan ini ditujukan secara luas.

“Saya mengajak seluruh masyarakat, para takmir masjid dan musala, keluarga besar madrasah, pesantren, kampus, kantor serta setiap rumah untuk mendaftar dan mengukur kembali arah kiblatnya”, ujar Menag Nadaruddin Umar profesor bidang Ilmu Tafsir yang digadang jadi Ketum PBNU oleh sejumlah tokoh, dengan membawa NU lebih kokoh dan moderat.

Dia menegaskan bahwa tujuannya satu yakni guna memastikan arah ibadah umat Islam di Indonesia semakin tepat.

Baca juga: Ka’bah, Sebenar-benarnya Kiblat

Sukseskan Indonesia Berkiblat

Kemenag juga membuka layanan bagi masyarakat yang turut serta berpartisipasi dapat mendaftarkan lokasi masjid, musala, sekolah, atau rumahnya melalui tautan resmi:
https://indonesiaberkiblat.kemenag.dev/

Disebutkan melalui Gerakan Indonesia Berkiblat Kemenag menargetkan 1,448 juta titik di seluruh Indonesia terverifikasi, sebagaimana tertera dalam poster resmi “CEK ARAH KIBLATMU!” yang dirilis Bimas Islam Kemenag.

Menag menutup imbauan dengan harapan besar agar gerakan ini menjadi ikhtiar bersama dalam menjaga kekhusyukan ibadah.

“Mari kita sukseskan Indonesia Berkiblat,” pungkas Menag Nasaruddin Umar yang pernah menjabat sebagai Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa periode kepemimpinan almagfurlah KH Hasyim Muzadi masa khidmat tahun 2004–2010. (IHA)

Baca juga: Fungsi Ilmu Falak: Arah Kiblat, Waktu Shalat dan Awal Bulan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button