Kayuh Sepeda Onthel Balikpapan-Jombang, Katib PWNU Kaltim, KH Muhlasin: Satu Kayuhan, Sejuta Keberkahan

NUCOM, Balikpapan — Dari ujung Kalimantan aksi perjalanan unik sambut Muktamar NU Ke-35 telah dimulai, Lesbumi Gila! Ngontel dari Balikpapan ke Jombang, Katib PWNU Kaltim KH Muhlasin mengutarakan Satu Kayuhan, Sejuta Keberkahan.

“Lesbumi Gila. Mengapa? Jarak Kalimantan-Jawa ribuan kilo, bukan dengan pesawat atau mobil, melainkan dengan mengayuh sepeda onthel, inilah bentuk khidmah sejati, di samping silaturahmi pada momen Muktamar sebagai forum akbar NU,” terang Katib PWNU Kalimantan Timur sekaligus Inisiator LESBUMI Ngontel, KH Muhammad Muhlasin, dalam prosesi pelepasan acara, di halaman PCNU Kota Balikpapan, Kaltim, Ahad (23/8/2026).

Dia menjelaskan perjalanan ini bukan sekadar menempuh jarak. Dia menegaskan mengabdi kepada NU tidak harus selalu dari mimbar, ruang rapat, atau gedung organisasi. “mentradisikan bersepeda pun dapat menjadi jalan pengabdian,” ujarnya. Dia menekankan 4 prinsip dalam kayuhan, bersepeda onthel yakni menata niat agar tidak jadi kebanggaan pribadi, meniti hati agar tetap rendah hati, mengayuh barokah agar memberi manfaat, dan meraih keutamaan dengan menjadikan Muktamar sebagai momentum memperkuat khidmah.

Perjalanan dari Kalimantan ke Jawa ini juga menjadi simbol persaudaraan NU yang menyatukan berbagai daerah dan budaya. “Jarak geografis boleh jauh, tetapi ikatan silaturahmi dan semangat ke-NU-an tidak mengenal jarak,” katanya. Melalui LESBUMI Ngontel, KH Muhlasin membawa pesan bahwa agama dan budaya tidak untuk dipertentangkan. “Beragama total, berbudaya maksimal. Kebudayaan dapat menjadi kendaraan dakwah,” lanjutnya.

Di akhir pesan, KH Muhlasin menitipkan 3 pesan filosofi, yakni jangan berhenti mengayuh ketika jalan berat, jangan berhenti berkhidmah ketika perjuangan panjang, dan jangan kehilangan arah di tengah perubahan zaman. “Satu Kayuhan, Sejuta Keberkahan. Mengayuh dalam perjalanan, berkhidmah untuk peradaban,” pungkasnya.

Hadir dqlqm kesempatan itu, Rais Syuriyah PCNU Balikpapan KH Taufik Syahrul, Ketua Tanfidziyah PCNU Balikpapan KH Muslih Umar beserta jajaran pengurus harian serta pimpinan Banom dan pengurus lembaga. Acara di akhiri dengan memohon doa agar perjalanan diberi keselamatan dan keberkahan. Berharap bentuk khidmah ini diterima, menjadi bagian ikhtiar PW, PC, terutama Lesbumi dalam menjaga marwah NU, dan nilai-nilai para muassis.*** (IHA)

Baca juga: Lesbumi Gila! Gowes Ontel Dari Kaltim Ke Jatim Demi Muktamar NU KE-35 di Tambakberas Jombang. Siapa Dia?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button