Kesehatan

Kasus Pertama Cacar Monyet Terkonfirmasi Kemenkes RI

Juru Bicara Kementrian Kesehatan, Mohammad Syahril mengatakan satu pasien pertama terkonfirmasi positif cacar monyet atau monkey pox di Jakarta. Penemuan tersebut disampaikan melalui Konferensi Pers live streaming pada Youtube Kementerian Kesehatan RI, Sabtu, 20 Agutus 2022 pukul 17.00 WIB.

Syahril menerangkan, laporan tersebut didapat setelah pria 27 tahun tersebut melakukan PCR Jum’at malam (19/08). Sebelumnya pria ini telah kembali dari luar negeri pada tanggal 8. Kemudian pada tanggal 14 muncul gejala seperti cacar air namun lebih ringan.

Selain mengalami demam, pasien juga mengalami pembengkakan kelenjar di leher dan mengalami ruam di muka, kaki, tangan, dan sebagian alat genital.

“Saat ini keadaan pasien baik-baik saja, dalam istilah Covid-19 gejala ringan, pasien tidak perlu dirawat cukup isoman di rumah,” ujar Syahril.

Kasus saat ini merupakan kasus ke-23 Kemenkes RI terhadap virus ini. Dimana 22 kasus sebelumnya pada tahap dicurigai (suspected) hingga disingkirkan (discard) karena negatif PCR Cacar Monyet.

World Health Organization (WHO) menetapkan status darurat “Global Health Emergency” sejak Sabtu, (23/7). Menurut data Kemenkes per 27 Juli, sebanyak 75 negara telah melaporkan kasus cacar monyet sebanyak 17.156.

Virus Cacar Monyet

Diketahui, Virus cacar monyet dapat menular ketika seseorang bersentuhan dengan virus dari hewan yang terinfeksi, orang yang terinfeksi, atau bahan yang terkontaminasi virus.

Virus juga dapat melewati plasenta dari ibu hamil ke janin. Selain itu juga dapat menyebar dari hewan ke manusia melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi, ketika menangani atau memproses hewan buruan, atau melalui penggunaan produk yang terbuat dari hewan yang terinfeksi.

Virus juga dapat menyebar melalui kontak langsung dengan cairan tubuh atau luka pada orang yang terinfeksi atau dengan bahan yang telah menyentuh cairan atau luka tubuh, seperti pakaian atau linen.

Cacar monyet pula menular dari manusia ke manusia melalui kontak langsung dengan luka infeksi, koreng, atau cairan tubuh penderita. Penyakit ini juga dapat menyebar melalui droplet pernapasan Ketika melakukan kontak dengan penderita secara berkepanjangan.

Para peneliti telah mengidentifikasi berbagai jenis hewan yang rentan akan virus cacar monyet. Masih ada ketidakpastian tentang sejarah alami virus ini. Begitu pula sampai sekarang belum diketahui reservoir spesifiknya dan masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut. Walaupun memiliki nama cacar monyet, namun monyet bukanlah reservoir utama. (Zidni C. Nafi)

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button