Inayah Wahid Menikah dengan Kiai, Ini Dia Sosoknya

NUCOM — Alhamdulillah, putri bungsu mendiang Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Inayah Wulandari Wahid (41) telah melangsungkan pernikahan dengan sosok kiai, figur ini dikenal Lora Mamak, bernama KH Mohammad Shalahuddin A Warits. Ini dia Sosoknya.

Happy Wedding, Doa Keberkahan bagi Keduanya

Kabar yang mencantumkan Ning Inay dan Lora Mamak dengan ucapan selamat pernikahan “Happy Wedding” dan doa keberkahan bagi keduanya.

Bukan hanya kabar kebahagiannya, tetapi juga karena suasana pernikahan mereka yang begitu, betapa terlihat sederhana, hangat, dan penuh makna.

Terlihat Putri bungsu Gus Dur itu tampil anggun dalam balutan busana bernuansa putih. Dalam sejumlah potret yang beredar pada media sosial terlihat suasana pernikahan berlangsung intim.

Tidak tampak kemewahan berlebihan, melainkan nuansa kekeluargaan yang kental. Senyum bahagia terpancar dari wajah Ning Inay dan suami Lora Mamak, memperlihatkan momen sakral yang dijalani dengan penuh ketulusan.

Ucapan Selamat Warganet

Kabar pernikahan putri bungsu Gus Dur tersiar melalui platfrom Thread. Pemilik akun @QaisLaila, mengunggah foto yang memperlihatkan foto Inayah berdampingan dengan suami Lora Mamak dikelilingi rekan dan sahabat.

“Putri Gus Dur dan Moh. Shalahuddin Putra KH Warits Ilyas Annuqayah. Happy Wedding,” demikian bunyi keterangan unggahan.

Uggahan tersebut langsung dibanjiri ucapan selamat dari warganet.

“MasyaAllah, selamat. Baarakallahu laka wa baraka alayka wa jama’a baynakuma fii khayr”
“Wah mbak Inayah menikah alhamdulillah semoga samawa”

“Di antara putri-putri Gus Dur yang paling nyentrik adalah Inayah Wahid. Tetapi justru Inayah Wahid yang berjodoh dengan kiai yang benar-benar mengasuh pondok pesantren (bukan dari dunia entertainment yang sering digelutinya). Namanya hidup memang tidak bisa ditebak,” kata netizen dalam kolom komentar.

Kabar pernikahannya juga dibagikan oleh akun Instagram, Vivi Nadhor, menyebutkan pernikahan berlangsung di pondok pesantren Annuqayah Lubangsa Raya, Sumenep.

Unggahan video itu memperlihatkan momen Inayah dan suami bersanding di pelaminan sederhana didampingi keluarga, kolega dan sahabat.

“Pernikahan kak KH Muhammad Shalahuddin A. Warits dengan Ning Inayah Wahid,” demikian bunyi unggahan tersebut pada Ahad (5/4/2026).

Dalam unggahan tersebut, Inayah Wahid tampak mengenakan kebaya putih sederhana yang dipadukan dengan jarik batik.

Begitupun dengan sang suami, Shalahuddin Waris yang memakai baju koko berwarna senada.

Biodata Inayah Wahid

Sebagai informasi, Inayah Wulandari Wahid merupakan seorang pegiat sosial dan budaya sekaligus aktris asal Indonesia.

Inayah Wahid merupakan Sekretaris Lesbumi (Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia) PBNU, selain itu dia pendiri Positive Movement (PM), organisasi yang bergerak di bidang sosial dan fokus pada isu tenaga kerja Indonesia (TKI), hingga hak asasi manusia (HAM).

Inayah Wahid lahir di Jakarta 31 Desember 1982.
Selain aktif dalam jaringan Gusdurian untuk mengampanyekan toleransi, keberagaman, dan nilai-nilai kemanusiaan yang diwariskan oleh ayahnya.

Dia juga aktif menyoroti isu-isu agraria, demokrasi, dan keadilan sosial, bahkan sering menjadi penanggap dalam diskusi publik terkait isu kebangsaan.

Inayah juga aktif di dunia teater saat masih kuliah di Jurusan Sastra Indonesia Universitas Indonesia.

Biodata Kiai Mamak, Tokoh Pesantren dari Sumenep

Kiai Mamak memiliki nama lengkap Dr. KH Muhammad Shalahuddin A Warits, M.Hum, nama bekennya Lora Mamak. Dia berasal dari Sumenep, Madura, Jawa Timur, dan salah satu figur penting orang dari kalangan pesantren.

Sebutan “Lora” yang melekat padanya merupakan gelar kehormatan yang dalam tradisi Madura gelar ini untuk menyebut kepada anak kiai atau tokoh agama yang memiliki kedudukan terhormat di masyarakat.

Kiai Mamak atau Lora adalah putra dari KH A Warits Ilyas, seorang ulama sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah, salah satu pesantren besar dan berpengaruh di Madura.

Dengan latar belakang keluarga pesantren, Kiai Mamak tumbuh dalam lingkungan pendidikan agama yang kuat sejak dini.

Aktif Mengasuh Pesantren Annuqayah

Saat ini, Kiai Mamak dikenal aktif sebagai pengasuh di Pondok Pesantren Annuqayah, khususnya di wilayah Lubangsa, Guluk-Guluk, Sumenep.

Peran Kiai Mamak di pesantren tidak hanya sebatas pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing dan pelindung santri. Kiprahnya ini membuat nama Kiai Mamak cukup dihormati di kalangan masyarakat Madura.

Pesantren Annuqayah sendiri dikenal sebagai salah satu pesantren legendaris dengan jaringan alumni yang luas di Indonesia.

Riwayat Pendidikan: Dari Al-Azhar, UI, dan UGM

Dari sisi pendidikan, Kiai Mamak memiliki rekam jejak akademik yang kuat. Ia merupakan lulusan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, salah satu pusat studi Islam terkemuka di dunia.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Al-Azhar, Kiai Mamak melanjutkan studi ke jenjang magister di Universitas Indonesia dengan mengambil jurusan Bahasa Arab. Lalu ambil doktoral di UGM.

Perpaduan pendidikan luar negeri dan dalam negeri ini menjadi modal penting bagi Kiai Mamak dalam membangun pemikiran keislaman yang terbuka dan kontekstual.

Tak hanya berkutat di dunia pesantren, Kiai Mamak juga aktif dalam dunia literasi dan media.

Sejak masa kuliah di Mesir, Kiai Mamak sudah terlibat dalam media mahasiswa bernama Terobosan. Di sana, ia pernah menempati berbagai posisi, mulai dari reporter hingga pimpinan redaksi.

Pengalaman tersebut kemudian mendorong Kiai Mamak mendirikan media bernama Arus Kampus, yang menjadi wadah diskusi intelektual bagi kalangan muda.

Aktivitas ini menunjukkan bahwa Kiai Mamak tidak hanya fokus pada pendidikan agama, tetapi juga aktif dalam pengembangan wacana publik.

Jejak Politik Kiai Mamak

Selain dikenal sebagai tokoh pesantren dan intelektual, Kiai Mamak juga memiliki pengalaman di dunia politik.

Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sumenep. Perannya ini menunjukkan keterlibatan Kiai Mamak dalam dinamika politik lokal.

Pada Pilkada Sumenep 2020, nama Kiai Mamak sempat muncul sebagai bakal calon bupati. Meski tidak memperoleh rekomendasi partai, kemunculan namanya menandakan pengaruhnya yang dioerhitungkan.

Perannya sebagai pengasuh pesantren, latar belakang pendidikan yang kuat, serta keterlibatan dalam dunia media dan politik menjadikan Kiai Mamak sebagai figur yang cukup berpengaruh, khususnya di Jawa Timur.

Dengan berbagai kiprah tersebut, tidak mengherankan jika nama Kiai Mamak kini menjadi sorotan nasional, bahkan dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button