Hikmah Majelis Burdah Majenang: 4 Janji Allah yang Bikin Hidup Tenang, Bahagia Dunia Akhirat

MAJENANG, NUCOM — Malam Ahad Manis bulan Oktober, ribuan jamaah memadati Istana Tijani Nusantara (ITN) Majenang. Lantunan Shalawat Burdah menggema. Inilah Hikmah Majelis Burdah Majenang: 4 Janji Allah yang Bikin Hidup Tenang, Bahagia Dunia Akhirat
Hadir jajaran Forkompincam Majenang, para kiai kampung beserta jamaahnya. Mauidhah hasanah disampaikan Abuya Syaikh Soleh Muhammad Basalamah. Sabtu (10/10/2026) malam,
Dalam tausiyahnya, Abuya mengingatkan: hidup di dunia ini sejatinya adalah ujian. Penuh tantangan, penuh rintangan. Namun Allah tidak membiarkan hamba-Nya tanpa solusi.
“Ada empat janji Allah yang jika kita wujudkan, hidup kita akan tenang, indah, dan bahagia dunia akhirat,” tutur Abuya.

Para mufassir sepakat, empat janji ini adalah kunci ketenangan jiwa. Janji Allah pasti, tidak akan meleset.
1. Janji Pertama: Syukur – La In Syakartum La Azidannakum
Allah berfirman dalam QS. Ibrahim ayat 7: Jika kalian bersyukur, pasti Aku akan menambah nikmat kepadamu.
QS. Ibrahim ayat 7 berbunyi:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ
Artinya: “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
Allah tidak butuh syukur kita. Seisi dunia bersyukur tidak menambah kerajaan-Nya, semua kufur tidak membuat-Nya miskin. Tapi Allah cinta kepada orang yang bersyukur.
Syukur bukan sekadar mengucap Alhamdulillah. “Syukur adalah menggunakan nikmat Allah sekecil apapun untuk melakukan perbuatan yang diridhai oleh Allah,” jelas Abuya.
Abuya mengisahkan, 500 tahun lalu di negeri bagian, ada seorang istri salehah yang diuji cerai, lalu menikah lagi dengan duda saleh. Di tengah kebahagiaan, mantan suami yang dulu menendangnya saat minta makan, datang tengah malam kelaparan. Ternyata mantan suami yang ditendang itu adalah suami barunya saat ini. Kisah nyata itu menunjukkan, hidup sudah diprogram Allah. Tugas kita hanya syukur.
2. Janji Kedua: Dzikir – Fadzkuruni Adzkurkum
QS. Al-Baqarah ayat 152 Menyebutkan;
فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ
“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu,”
kemudian lanjutan ayatnya;
وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
“Dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku,”
Kalau hidup kita diingat Allah, semua beres. Urusan lancar, hati tenang, setan lari. “Setan itu beranak terus, tidak ada matinya. Karena banyak yang tidak berdzikir, setan jadi banyak yang nganggur dan masuk ke manusia, jadilah kesurupan,” ujarnya disambut tawa jamaah.
Imam Hasan Al-Basri pernah ditanya orang yang maksiat tapi hidupnya tenang. Jawabnya: Tidak bisa tahajud dan tidak mau berdzikir itulah siksaan Allah yang sesungguhnya.
Iman itu seperti rumah, perlu direnovasi. Rasulullah bersabda: جَدِّدُوْا إِيْمَانَكُمْ (Jaddidu imanakum) – perbaruilah iman kalian. Caranya? Perbanyak _Laa ilaaha illallah_
Abuya menyampaikan hadis dari riwayat dari Abu Hurairah RA:
قاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صلّى الله عليه وسلّم: «جَدِّدُوْا إِيْمَانَكُمْ». قِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَكَيْفَ نُجَدِّدُ إِيْمَانَنَا؟ قَالَ: «أَكْثِرُوا مِنْ قَوْلِ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ»
Artinya: Rasulullah SAW bersabda, “Perbaharuilah iman kalian.” Ada yang bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana cara kami memperbaharui iman kami?” Beliau menjawab, “Perbanyaklah mengucapkan ‘Lā ilāha illallāh’ (Tiada Tuhan selain Allah).”
Apa yang sering kita ingat di dunia, itulah yang akan keluar saat sakaratul maut. Abuya mengisahkan pedagang pasar yang selalu memegang bandul timbangan. Saat sakaratul, dituntun laa ilaaha illallah tidak bisa, yang keluar justru “bandulnya mana?”.
3. Janji Ketiga: Doa – U’duuni Astajib Lakum
QS. Ghafir ayat 60: Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan. Ayat berbunyi:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
“Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.'”
Doa itu ibadah. Minta saja sudah dapat pahala. Tidak ada doa yang ditolak, hanya cepat atau lambat dikabulkan.
Jangan pernah lelah berdoa. Sebagaimna dalam QS. Al-Baqarah ayat 201, berbunyi;
وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta peliharalah kami dari siksa neraka.”
4. Janji Keempat: Istighfar – Kunci Kelancaran Semua Urusan
Allah berfirman dalam Surat Al-Anfal ayat 33.
وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَاَنْتَ فِيْهِمْۚ وَمَا كَانَ اللّٰهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُوْنَ
“Tetapi Allah tidak akan menghukum mereka, selama engkau (Muhammad) berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan menghukum mereka, sedang mereka (masih) memohon ampunan.”
Intisari dari ayat tersebut bahwasannya Allah SWT tidak akan menyiksa hamba yang beristighfar.
Di hari kiamat kita akan diperintah membaca buku amal kita sendiri sebagaimana QS. Al-Isra: 14 (Iqra’ kitabaka).
Beruntunglah orang yang saat menerima bukunya dengan tangan kanan, isinya penuh istighfar.
طُوبَىٰ لِمَنْ وَجَدَ فِي صَحِيفَتِهِ اسْتِغْفَارًا كَثِيرًا
Artinya: “Beruntunglah bagi orang yang mendapati di dalam catatan amalnya istigfar yang banyak.” (HR. Ibnu Majah)
Hadis sahih di atas memotivasi kita untuk memperbanyak istigfar setiap hari agar catatan amal kita kelak dipenuhi dengan ampunan.
Abuya menutup dengan ijazah doa agar terhindar dari bala berat dan hidup menjadi tontonan yang indah:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ البَلاَءِ ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ ، وَسُوءِ القَضَاءِ ، وَشَمَاتَةِ الأَعْدَاءِ
Allahumma innii a’uudzubika min jahdil balaa-i, wa darakisy syaqaa-i, wa suu-il qadhaa-i, wa syamaatatil a’daa-i.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari beratnya bala (bencana), tertimpa kesengsaraan, takdir yang buruk, dan kegembiraan musuh atas musibah yang menimpa”.
Empat janji itu – Syukur, Dzikir, Doa, Istighfar. Dibawa pulang, diamalkan. InsyaAllah hidup tenang, rezeki ditambah, urusan dilancarkan, bahagia dunia akhirat.***(IHA)
Shallu ‘ala Nabi Muhammad.
Baca juga: Peringatan Maulid Nabi SAW: Tajdidul Iman dan Mahabbah Jadi Kunci Hidup Lebih Baik





