Harmoni dan Kekompakan Jemaah Kloter 77 SOC Asal Cilacap Merajut Asa Raih Haji Mabrur

NU CILACAP ONLINE – haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan sebuah rihlah spiritual yang mengajarkan keikhlasan, kesabaran, pengorbanan, dan ukhuwah Islamiyah. Rasa persaudaraan yang kental inilah yang kini tengah dirasakan oleh 360 jamaah haji yang tergabung dalam Kloter 77 SOC asal Kabupaten Cilacap.
Selama berada di Tanah Suci, mereka melangkah bersama dengan mengusung tiga pilar utama: harmoni, kesehatan, dan kekompakan. Ketiga nilai ini menjadi fondasi kokoh yang menguatkan jamaah dalam menjalani seluruh rangkaian rukun dan wajib haji dengan tenang, aman, dan khusyuk, demi merajut asa meraih predikat Haji Mabrur.
Keberhasilan ketertiban Kloter 77 SOC tidak terlepas dari sinergi dan totalitas khidmah dari seluruh unsur petugas pelayanan. Di bawah komando ketua kloter, Dwi Damayanti, terbangun suasana kekeluargaan yang hangat dan penuh kepedulian. Melalui pendekatan yang tegas namun sarat kelembutan,dia mampu merangkul seluruh jamaah sehingga tercipta kebersamaan yang harmonis.
“Hal ini selaras dengan jargon utama penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 oleh Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia, yaitu “Ramah Lansia, Disabilitas, dan Perempuan,” kata Dwi Damayanti.
Sementara itu, untuk urusan bimbingan ibadah, jamaah didampingi H Nono Carsono selaku Pembimbing Ibadah Kloter. Melalui kedalaman ilmu dan pengalamannya, H Nono dengan telaten membimbing jamaah dalam memahami tata cara serta esensi ibadah haji. Sentuhan rohani ini membuat setiap manasik yang dijalani tidak sekadar menjadi ritual fiqih, melainkan proses penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) untuk meningkatkan ketakwaan.
Dari aspek kesehatan, tenaga kesehatan kloter Ns. Nurmiyati bersama dr. Watub Maulana (PHD Layanan Kesehatan) selalu sigap memberikan pelayanan medis, memantau kondisi fisik jamaah, dan memastikan stamina mereka tetap prima di tengah cuaca Tanah Suci.
Di sisi lain, pelayanan umum jamaah ditopang oleh H Lubbul Umam selaku PHD Layanan Umum Kloter 77 SOC, yang dengan penuh keikhlasan melayani berbagai kebutuhan logistik dan akomodasi jamaah selama perjalanan.
Karom dan Karu Garda Terdepan
Apresiasi tinggi juga layak diberikan kepada Ketua Rombongan (Karom) dan Ketua Regu (Karu) yang menjadi garda terdepan di lapangan. Dengan modal kesabaran, tanggung jawab, dan kedisiplinan, para Karom dan Karu ini selalu hadir di tengah-tengah jamaah untuk menjembatani komunikasi dengan petugas kloter.

“Karom dan Karu Kloter 77 SOC sangat luar biasa. Kebersamaan tetap terjaga, dan mereka menjadi tempat bertanya serta berbagi ketika jamaah menghadapi berbagai kendala di Tanah Suci. Kehadiran mereka menjadi jembatan yang mempererat hubungan antara jamaah dan petugas kloter,” ujar Ketua Kloter, Hj. Dwi Damayanti saat dihubungi via online (22/06/2026).
Kekompakan inilah yang menjadi ciri khas sekaligus identitas Kloter 77 SOC. Di bawah terik matahari Makkah dan Madinah, tidak ada jamaah yang berjalan sendiri. Semangat gotong royong dan ukhuwah Islamiyah tumbuh begitu subur. Ketika ada jamaah yang lelah atau lansia yang membutuhkan bantuan, jamaah lain dengan sigap mengulurkan tangan.
Keberhasilan pemberangkatan dan pendampingan ini juga tidak lepas dari doa, bimbingan, dan restu dari para pimpinan di daerah. Ucapan terima kasih yang mendalam disampaikan kepada Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Cilacap, H Banu Tholib yang sejak awal pemberangkatan terus memberikan arahan, dukungan moral, serta kawalan spiritual yang luar biasa bagi Kloter 77 SOC.
Secara khusus, jamaah juga merasakan besarnya peran KBIHU NU Kabupaten Cilacap di bawah bimbingan KH Labiburrohmat, KBIHU NU Cilacap dinilai sangat aktif dan telaten dalam melakukan pembinaan, pendampingan manasik, hingga penguatan spiritual jamaah, mulai dari masa persiapan di tanah air hingga pelaksanaan ibadah di Arab Saudi.
Perjalanan haji pada akhirnya adalah miniatur kehidupan untuk membangun karakter, memperkuat tali silaturahim, dan meningkatkan kualitas penghambaan kepada Allah SWT. Harmoni yang terjaga, kesehatan yang diperhatikan, serta kekompakan yang terpelihara menjadi modal utama dalam meraih kemabruran.
Semoga seluruh jamaah, Karu, Karom, serta segenap petugas Kloter 77 SOC senantiasa mendapatkan limpahan keberkahan, kesehatan, dan ridha dari Allah SWT. Semoga segala pengorbanan dan khidmah yang telah dicurahkan dicatat sebagai amal saleh, serta mengantarkan seluruh jamaah menjadi Haji dan Hajjah yang Mabrur dan Mabruroh. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.





