Gempa 7.7 Magnitudo Guncang NTT, 53 Tewas, 5 Ribu Mengungsi, Status Tanggap Darurat 14 Hari Ditetapkan

NUCOM, Kupang, NTT — Gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) pukul 05:58 WITA, sebabkan 53 Tewas, 5 Ribu Mengungsi, dan kini Status Tanggap Darurat Ditetapkan selama 14 hari.

Korban Tewas 53 Jiwa

Pusat gempa berada 30 km timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 km.

Berdasarkan data sementara BNPB, gempa tersebut menyebabkan 53 orang tewas dan 135 orang luka-luka. Korban tewas terbanyak di Kabupaten Manggarai: 25 jiwa, disusul Manggarai Timur: 20 jiwa.

5 Ribu Warga Mengungsi

Sebanyak 5.000 orang mengungsi. Konsentrasi terbesar ada di Kabupaten Sikka: 3.356 jiwa, Manggarai: 2.078 jiwa, dan Nagekeo: 500 jiwa.

Data per hari Minggu (16/8) pukul 16:00 WIB kemarin, selain itu terjadi 995 kali gempa susulan, 46 di antaranya dirasakan masyarakat.

Fasilitas Kesehatan Rusak, Butuh Bantuan

Data Kemenkes mencatat 3 RS rusak berat termasuk RS Ruteng dan 2 RS di Nagekeo. Dari 190 puskesmas, 20 rusak berat dan 37 rusak sedang.

Kerusakan juga terjadi pada 914 rumah rusak berat, 93 fasilitas pendidikan, dan 38 kantor pemerintah.

Kebutuhan mendesak di pengungsian meliputi tenda, makanan, obat-obatan, air bersih, selimut, velbed, dan genset.

Bantuan Logistik

Pemerintah melalui BNPB kirim sebanyak 4.925 paket sembako telah diterbangkan dengan pesawat Hercules ke Maumere dan Labuan Bajo pada 15 Agustus. Ini bagian dari rencana distribusi 50.000 paket sembako untuk NTT.

Status Tanggap Darurat 14 Hari

Pemprov NTT menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari, 15 hingga 28 Agustus 2026, melalui Kepgub No. 305/KEP/HK/2026.

Gubernur NTT Melki Laka Lena mengatakan prioritas utama adalah keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar. Biaya penanganan dibebankan pada APBD Provinsi NTT dan sumber lain yang sah.

Peringatan Tsunami Berakhir

BMKG telah mengakhiri peringatan dini tsunami. Tsunami kecil terdeteksi di beberapa titik dengan ketinggian 0,14 – 0,36 meter.

BNPB mengimbau warga tetap waspada gempa susulan dan tidak memasuki bangunan retak. (IHA)

Baca juga: Korban Bencana Tanah Longsor Cibeunying-Majenang Resmi Menempati Huntara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button