Fatayat Kesugihan Asah 7 Jurus Mahir Berbicara di Depan Umum

NU CILACAP ONLINE – Ikuti Pelatihan Public Speaking, puluhan anggota Fatayat NU di Kecamatan Kesugihan mengasah kemampuan berbicara di depan umum. Setidaknya ada 7 jurus mahir berbicara di depan publik mereka pelajari bersama.
Sebanyak 75 peserta dari perwakilan PR Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) se-Kecamatan Kesugihan mengikuti pelatihan public speaking yang digelar di Gedung MI Yabaki, Planjan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh PAC Fatayat NU Kesugihan dengan tujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara di depan publik bagi para kader perempuan muda NU.
Hadir di tengah acara, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Hj. Siti Rosidah, mengajak para peserta pelatihan public speaking untuk tidak hanya pandai berbicara, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana membangun kemandirian ekonomi.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa dalam konteks berbicara di depan umum, kunci utamanya adalah persiapan materi dan mental. Namun demikian, ia juga mendorong peserta untuk menguasai teknologi sebagai alat komunikasi yang efektif di era digital.
“Orang-orang yang sukses hari ini adalah mereka yang mampu menghipnotis lewat teknologi. Contohnya seperti Atta Halilintar dan Raffi Ahmad. Mereka menggunakan teknologi untuk membangun pengaruh dan kemandirian ekonomi,” jelasnya.
Sementara, Ketua PAC Fatayat NU Kesugihan, Lisa Khoiriyah, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis dalam membekali kader agar mampu tampil percaya diri dan komunikatif di berbagai forum.
“Kegiatan ini kami rancang agar kader Fatayat lebih terampil, percaya diri, dan siap menyampaikan gagasan secara efektif di ruang-ruang publik,” ujar Lisa. Baca Meriah. Harlah Fatayat NU Kesugihan Digelar di Pantai Menganti
Bangun Kepercayaan Diri Melalui Latihan
Materi utama pelatihan disampaikan oleh Solikhin, seorang praktisi komunikasi dan pelatih public speaking. Dalam penyampaiannya, Solikhin menekankan pentingnya mengatasi rasa takut saat berbicara di depan umum. Baca juga Giat Bakti Sosial Fatayat Kesugihan di Dapur Umum
“Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan. Yang membedakan adalah bagaimana kita fokus pada potensi, bukan kekurangan,” ujarnya. “Berbicara di depan umum adalah sebuah keterampilan. Maka, siapa pun bisa belajar dan berkembang.” Baca Cara Unik Fatayat NU Kesugihan Rayakan Harlah
Jenis dan Fungsi Pidato
Dalam sesi pelatihan, peserta dikenalkan pada berbagai jenis pidato, antara lain:
Impromptu – Pidato spontan tanpa persiapan teks.
Manuskrip – Pidato berdasarkan hafalan teks.
Naskah – Pidato membaca teks seperti khutbah.
Ekspektoran – Pidato menggunakan garis besar sebagai panduan.
Adapun fungsi pidato yang disampaikan mencakup memberikan informasi, menghibur membujuk, menarik perhatian, meyakinkan, memberi peringatan, membentuk kesan, memberikan instruksi, memberi semangat dan menggerakkan massa
7 Jurus Persiapan Berpidato
Solikhi juga membagikan tujuh langkah persiapan penting sebelum berpidato, yaitu:
Menentukan topik dan tujuan
Menganalisis audiens dan situasi
Memilih dan mempersempit topik
Mengumpulkan materi pendukung
Membuat kerangka pidato
Menyusun uraian secara rinci
Berlatih menggunakan suara nyaring dan teknik pernapasan diafragma
Pada kesempatan itu peserta juga dibekali teknik membawakan pidato agar lebih menarik dan meyakinkan, seperti: Menenangkan diri sebelum tampil, mengatur pernapasan, menggunakan jeda (pause) secara efektif, memilih diksi yang tepat, membuka pidato dengan hal yang mengejutkan, menutup dengan kesimpulan yang kuat, dan didukung dengan ekspresi dan gerak tubuh yang sesuai
Dengan mengikuti pelatihan ini, para kader Fatayat NU diharapkan mampu tampil sebagai perempuan muda yang percaya diri, komunikatif, dan mampu menyampaikan aspirasi secara efektif di tengah masyarakat.