5 Strategi Dakwah NU di Era Digital Menurut Hj Siti Rosidah

NU CILACAP ONLINE –  Hj Siti Rosidah, anggota DPRD Jawa Tengah menyatakan ada 5 Strategi Dakwah NU di Era Digital yang akan mampu menguatkan dakwah Nahdlatul Ulama di masa depan.

Hal itu disampaikan Hj Siti Rosidah saat tampil sebagai pemateri dalam Seminar Stragei Dakwah Nahdlatul Ulama (NU) di Era Digital oleh Pengurus MWCNU Kawunganten Cilacap, di Gedung IPHI KH Imam Asy;ari Kalijeruk, Ahad (30/06/2023)

Menurut Hj Siti Rosidah, ada 5 strategi dakwah NU di era digital yang perlu ditempun oleh aktifis dakwah Nahdlatul Ulama

Dakwah, menurut Hj Siti Rosidah, merupakan suatu aktivitas menyampaikan ajaran ilmu agama Islam kepada masyarakat.

“Dakwah juga dapat berarti ajakan menuju Islam, yaitu jalan Tuhan, jalan yang diridai oleh Allah Swt., bukan jalan-jalan lain yang sesat dan menyimpang dari jalan Islam,” ungkap Siti Rosidah.

Dari segi bahasa, kata dakwah berasal dari bahasa Arab yang merupakan bentuk mashdar dari kata do’a, dan yad’u yang berarti seruan, ajakan, atau panggilan.

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

Artinya: “Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Q.S. Ali Imron:104).

Bercermin dari ayat di atas, kita dianjurkan untuk berdakwah, mengingatkan, serta mendukung dalam menyebarkan kebaikan dan mencegah keburukan.

“Menyebarkan kebaikan dan mencegah kemungkaran merupakan kewajiban bagi umat muslim dan menjadi kunci untuk mencapai kebahagiaan dan kesuksesan hidup,” tandas Hj Siti Rosidah.

5 Strategi Dakwah NU

Menurut Hj Siti Rosidah, di era digital ini, berbagai cara digunakan oleh para Da’i atau orang-orang yang ingin menyebarkan agama Islam dengan memanfaatkan teknologi dan media digital.

Strategi dakwah era digital adalah upaya untuk menyebarkan pesan-pesan keagamaan melalui media digital.

Hj Siti Rosidah kemudian menyampaikan 5 strategi dakwah NU di era digital berikut ini:

Pertama, membangin brand personal. Seorang dai atau pendakwah di era digital harus membuat strategi membangun personal branding sebagai seorang da’i.

Baca juga Siti Rosidah; NU Adalah Wadah Berjuang dan Beribadah

“Brand ini untuk mendapatkan kepercayaan serta dapat dikenal dan diakui oleh masyarakat, supaya dapat menarik masyarakat untuk mendengarkan dakwah,” kata Hj Rosidah.

Kedua, memanfaatkan sosial media untuk menjangkau generasi milenial dalam berdakwah. Hj Siti Rosidah menekankan pentingnya strategi dakwah dengan memanfaatkan media sosial.

“Penting untuk memahami karakteristik pendengar target, memilih platform media sosial yang tepat, membuat konten yang menarik. Menjaga interaksi dan keterlibatan pendengar, mempromosikan dakwah melalui influencer muslim, dan mengukur kinerja kampanye dakwah,” tandsanya.

Ketiga, strategi dakwah NU di era digital harus meningkatkan kualitas konten dakwah. Hj Siti Rosidah menekankan pentingna prouksi konten-konten dakwah yang berkualitas.

“Konten dakwah digital harus berkualitas. Harus lebih bermanfaat dan menunjukkan nilai-nilai keislaman bagi generasi muda. Generasi muda bukan hanya menjadi penikmat saja, tetapi juga penyebar konten-konten dakwah yang berguna lainya,” tegasnya.

Baca juga Siti Rosidah Dorong Pentingnya Sertifikasi Aset NU

Yang keempat, lanjut Hj Siti Rosidah, dakwah NU perlu menempuh strategi cakap bicara di depan kamera. Era digital dengan tools kamera untuk audio dan video mengharuskan dai atau pendakwah NU mampu tampil menarik dari segi perkataan dan pembicaraan.

“Penting untuk diperhatian yaitu meningkatkan keterampilan berbicara di depan kamera, termasuk cara menyusun naskah, memilih bahasa tubuh yang tepat, dan mengelola rasa gugup di depan kamera,” tandasnya.

Kemudian strategi dakwah NU yang kelima di era digital menurut Hj Siti Rosidah adalah mengukur efektivitas dakwah. Efektifitas ini berhubungan dengan  proses untuk mengetahui sejauh mana pesan dakwah telah disampaikan dan diterima oleh pendengar target melalui media digital.

“Cara-cara yang dapat dilakukan antara lain memonitor interaksi di media sosial, mengukur keterlibatan pendengar, menganalisis data trafik web atau blog, memperhatikan feedback dan testimoni dari pendengar, serta melakukan survei atau polling online,” tandas Hj Siti Rosidah. (Shohibul Faih/Naeli)

Baca juga Siti Rosidah : Pendidikan Politik Penting Dalam Pengembangan SDM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button