Workshop Penggunaan Media Sosial PAC Fatayat NU Sidareja

Penguatan Konsolidasi Melalui Akhlak Bermedia

NU CILACAP ONLINE – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Sidareja menggelar Workshop Penggunaan Media Sosial bertajuk ‘Bijak Menggunakan Media Sosial, Perbanyak Manfaat, Kurangi Madharat’ pada Jumat (30/05) di Gedung Sekretariat Bersama (Sekber) Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sidareja.

Hadir sebagai pemateri utama, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Propinsi Jawa Tengah Hj. Siti Rosidah menyampaikan bahwa dengan pengelolaan yang tepat media sosial produktifitas dan ekonomi.

“Saat ini, orientasi penggunaan ponsel tidak hanya untuk selfie, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk mendorong produktivitas dan ekonomi,” ungkap Kak Ros, sapaan akrabnya

Yang menarik, dalam sesi tersebut Siti Rosidah memanggil para kader Fatayat dari Sidareja yang mempunyai latar belakang konten afiliator.

Ada empat orang yang maju ke depan dan berbagi pengalaman bagaimana mereka bisa menghasilkan uang dengan menjadi afiliator di salah satu aplikasi media sosial. Salah satunya Ety Purwanti mengaku bahwa sehari bisa mendapatkan komisi sebesar empat juta.

“Kuncinya kosisten posting konten, yang jadi halangan hanya satu. Malas,” ujarnya.

Siti Rosidah menanggapi positif pengalaman mereka dan menjadikannya motivasi untuk seluruh peserta yang hadir hari itu. Agar Kader Fatayat jeli mengambil peluang di manapun itu termasuk di jalur media sosial untuk pemberdayaan ekonomi. Baca juga Fatayat NU Kawunganten Ikuti Pelatihan Literasi Digital

Akhlak media sosial untuk penguatan konsolidasi

Kegiatan ini menghadirkan Naeli Rokhmah, Koordinator Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) PC Fatayat NU Cilacap, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya penguatan konsolidasi organisasi melalui sikap bijak dalam penggunaan media sosial. Baca juga Imbauan PCNU Cilacap Nahdliyin Bijak Gunakan Air

“Media sosial bisa menjadi alat yang sangat efektif dalam mendukung konsolidasi organisasi, khususnya Fatayat NU. Namun, hal ini perlu diiringi dengan akhlak yang baik dan bijak dalam bermedia,” ujar Naeli.

Menurutnya, anggota Fatayat memiliki peran strategis sebagai uswatun hasanah (teladan yang baik), sehingga dituntut untuk memahami kelebihan dan kekurangan media sosial. “Kita harus mampu mengelola informasi, menyaring sebelum membagikan, dan menerapkan etika serta akhlak mulia dalam setiap aktivitas digital,” tambahnya.

Ketua PAC Fatayat NU Sidareja, Ike Asmara, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Fatayat harus menjadi agen perubahan yang bijak dalam bermedia sosial. “Bijak dalam menggunakan media sosial berarti memperbanyak manfaat dan mengurangi mudaratnya,” tegasnya.

Workshop ini menjadi bagian dari upaya strategis Fatayat NU untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia digital, sekaligus memperkuat jati diri organisasi melalui pendekatan spiritual dan etika dalam bermedia sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button