Rapat Tahunan PMII Unugha; Evaluasi dan Refleksi Organisasi

NU CILACAP ONLINE – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Al Ghozali Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap sukses menggelar Rapat Tahunan Komisariat (RTK) ke-XXIII dan Rapat Tahunan Anggota Rayon (RTAR) ke-IV pada Minggu, 28 Desember 2025.
Kegiatan yang berlangsung di Aula I UNUGHA tersebut mengusung tema “Ing Ngarso Sung Tulodho”, sebuah ajaran Ki Hajar Dewantara yang bermakna di depan memberi teladan.
Kegiatan ini menjadi forum strategis tahunan dalam rangka evaluasi organisasi, refleksi perjalanan kaderisasi, serta proses estafet kepemimpinan di tubuh PMII Komisariat Al Ghozali beserta seluruh rayon di bawah naungannya.
Dalam sambutannya, Ketua Rayon Mohammad Hatta, Lulu Listiana, menegaskan bahwa RTAR tidak sekadar menjadi agenda formal pergantian kepemimpinan.
“RTAR bukan hanya ajang pergantian estafet kepemimpinan, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi kader untuk menilai sejauh mana nilai-nilai PMII telah dihidupkan dalam gerak organisasi,” ujar Lulu.
Senada dengan itu, Ketua Rayon Tan Malaka, Nur Hidayat, menyoroti dinamika keaktifan kader dalam organisasi. Menurutnya, roda organisasi tidak selalu berjalan mulus.
“Dalam perjalanan organisasi pasti ada hal-hal yang membuat seseorang bertahan atau justru berhenti. Namun saya yakin, kader yang masih bertahan hingga hari ini adalah mereka yang memiliki ghiroh dan kesadaran ideologis yang lebih kuat,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Komisariat PMII Al Ghozali, Anis Afiqi, menyampaikan bahwa RTK dan RTAR merupakan momentum penting untuk menampilkan wajah baru PMII yang lebih progresif dan solid.
“Momentum ini menjadi langkah awal bagaimana PMII Al Ghozali dan seluruh rayon mampu mencerminkan wajah baru yang progresif. Dimulai dari pelantikan bersama hingga pelaksanaan RTK dan RTAR, semuanya merupakan bukti nyata kekompakan dan sinergi kader,” ungkapnya.
Dari tingkat cabang, Ketua PC PMII Cilacap, Iib Sohibul Milah, menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu dan pengamalan.
“Ilmu tanpa diamalkan tidak akan memiliki manfaat apa pun,” tegasnya.
Ia juga mengutip ungkapan filsuf René Descartes, “Cogito, ergo sum” (Saya berpikir, maka saya ada), sebagai pengingat bahwa kader PMII harus terus berpikir kritis dan sadar akan perannya.
“Kita sering merasa sudah besar, padahal sebenarnya masih kecil. Karena itu, kebersamaan satu angkatan dan satu jiwa menjadi kekuatan utama dalam berproses di PMII,” tambahnya.
Melalui pelaksanaan RTK dan RTAR ini, PMII Komisariat Al Ghozali menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan kader-kader yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga mampu memberi teladan dalam kepemimpinan, sejalan dengan nilai Ing Ngarso Sung Tulodho yang menjadi ruh pergerakan.
Kontributor: Faqih
Editor: Naeli Rokhmah