Pelantikan PBNU 2026-2031: Tokoh NU Serukan Berbenah, Kembali ke Khittah dan Fokus SDM Umat

JAKARTA, NUCOM – Usai pelantikan 210 Pengurus PBNU Masa Khidmat 2026-2031, sejumlah tokoh senior NU menyampaikan harapan dan pesan untuk kepengurusan baru. Redaksi NUCOM mewawancarai beberapa di antaranya di lokasi pelantikan di Ponpes Al-Hamid Cilangkap, Jakarta Timur. Sabtu, (24/10/2026)

1. KH Umar Wahid (Mustasyar PBNU, Adik Gus Dur): Cintai Islam dan Indonesia

KH. Umar Wahid menilai komposisi kepengurusan baru sangat ideal karena keterwakilan wilayah dan kombinasi sepuh-muda dengan kepakaran masing-masing.

“Saya rasa kepengurusan ini insyaallah bagus. Ada yang sudah sepuh, ada yang masih muda. Dengan berbagai kepakaran masing-masing, insyaallah akan lebih baik dan bisa membawa NU ke arah yang lebih baik untuk kepentingan Islam dan Indonesia,” tuturnya.

Pesan beliau untuk warga Nahdliyin singkat namun dalam: “Hadratussyekh mengajarkan kepada kita untuk mencintai Islam dan Indonesia. Itu saja.”

2. Prof. Dr. KH. Said Agil Siradj: Jangan Lupa Khittah Hadratussyekh

Mantan Ketua Umum PBNU, KH. Said Agil Siradj yang hadir pada Sabtu, 24 Oktober 2026 ini berharap kepengurusan baru semakin berkembang dan bermanfaat.

“Semoga ke depan semakin berkembang, semakin maju, semakin bermanfaat untuk umat Islam dan pada umumnya bangsa Indonesia. Bisa melanjutkan cita-cita Hadratussyekh Hasyim Asy’ari,” harapnya.

Ketika diminta nasihat untuk 210 pengurus, beliau menegaskan: “Nasihat enggak ada, tapi yang penting doa. Semoga semuanya tidak pernah lupa dengan khittah, cita-cita, semangat Hadratussyekh Hasyim Asy’ari, Kiai Wahab, Kiai Bisri Syamsuri, dan kiai-kiai yang lain.”

3. Addin Jauharudin: Segera Berbenah dan Quick Win untuk Umat

Addin Jauharudin menekankan pentingnya pembenahan cepat dan program yang menyentuh masyarakat.

“Segera berbenah. Dan yang paling penting adalah program prioritas atau quick win harus dikembangkan,” ujarnya.

Menurutnya ada tiga problema mendasar yang harus dijawab: pertama, peningkatan sumber daya manusia (SDM) warga Nahdliyin; kedua, program pengembangan ekonomi yang merata dan relevan; dan ketiga, pola dakwah yang harus berubah sesuai perkembangan zaman.

“Ini saatnya kita turun ke bawah mengayomi masyarakat dan memperbaiki tata kelola organisasi. Saya optimis dengan keanekaragaman kalangan dan SDM yang ada, ke depan wajah NU lebih kuat dan membawa dampak pada penguatan organisasi juga martabat jam’iyah,” katanya.

4. Bu Nyai Afifah Choiri Faizi (Ketua PP Muslimat NU): PBNU Harus Lebih Mengayomi

Ketua PP Muslimat NU, Bu Nyai Afifah Choiri Faizi berharap pelantikan ini membawa harapan baru.

“Kita keluarga besar NU berharap dengan dilantiknya pengurus PBNU periode 2026-2031 memberikan harapan lebih baik lagi di mana PBNU bisa lebih mengayomi masyarakat secara umum khususnya keluarga besar Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada warga yang menyaksikan secara live: “Mudah-mudahan kita semua tetap semangat untuk berkhidmah di Nahdlatul Ulama. Semangat!”

Pelantikan ini menjadi titik awal abad kedua NU untuk kembali ke akar, menjaga Qonun Asasi, dan menerjemahkan khidmah menjadi kerja nyata.***(IHA)

Baca juga: 210 Pengurus PBNU Masa Khidmat 2026-2031 Resmi Dilantik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button