PCNU Probolinggo Lakukan Kunjungan Studi Komparasi ke PCNU Cilacap, Perkuat Sinergi dan Tata Kelola Organisasi

NU Cilacap Online – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap menerima kunjungan studi komparasi dari PCNU Probolinggo, Jawa Timur, di Aula Gedung Pusdiklat PCNU Cilacap, Ahad (12/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus berbagi pengalaman dalam pengelolaan organisasi, pelayanan kepada warga Nahdliyin, dan pengembangan berbagai program strategis.

Rombongan PCNU Probolinggo disambut hangat oleh jajaran pengurus PCNU Cilacap. Dalam suasana penuh kekeluargaan, kedua belah pihak berdiskusi mengenai tata kelola organisasi, penguatan kelembagaan, kaderisasi, digitalisasi administrasi, hingga pengembangan layanan pendidikan, dakwah, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Ketua PCNU Cilacap, KH Paiman Sahlan, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan PCNU Probolinggo yang menjadikan PCNU Cilacap sebagai tujuan studi komparasi.

Menurutnya, budaya saling belajar antar-PCNU merupakan tradisi baik yang perlu terus dikembangkan sebagai bagian dari ikhtiar memperkuat khidmah Nahdlatul Ulama.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya mempererat ukhuwah antarpengurus, tetapi juga saling bertukar pengalaman dan praktik terbaik dalam mengelola organisasi agar semakin profesional, adaptif, dan memberikan manfaat nyata bagi umat,” ujar KH Paiman

Pada kesempatan tersebut, KH Paiman juga memaparkan profil dan perkembangan PCNU Cilacap beserta sejumlah program unggulan yang telah dijalankan.

Tiga Program Prioritas PCNU Cilacap

Ia menjelaskan, PCNU Cilacap menetapkan tiga program prioritas, yakni penguatan lembaga kesehatan, pengembangan Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama (BUMNU), dan peningkatan kualitas pendidikan.

Pada bidang kesehatan, pengembangan Klinik NU menjadi fokus utama untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Sementara itu, sektor ekonomi diarahkan melalui penguatan BUMNU sebagai motor kemandirian jam’iyyah sekaligus pemberdayaan ekonomi umat.

Transformasi digital juga menjadi perhatian serius melalui pengembangan NU Cilacap Online (NUCOM) sebagai media resmi PCNU Cilacap, serta penerapan berbagai sistem digital seperti SISKADER, SIPNU, dan SISNU guna mewujudkan tata kelola organisasi yang modern, transparan, dan terintegrasi.

Adapun dalam bidang pelayanan keagamaan, PCNU Cilacap terus memperkuat layanan umat melalui KBIHU NU, Al Ma’wa NU Tour & Travel, serta penguatan dakwah Ahlussunnah wal Jamaah.

Sementara itu, Ketua PCNU Probolinggo, KH Teguh Mahameru, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan mempelajari berbagai inovasi dan tata kelola organisasi yang telah diterapkan PCNU Cilacap.

Ia mengungkapkan terdapat dua fokus utama yang ingin dipelajari oleh rombongannya, yakni sistem kaderisasi dan pengelolaan KBIHU NU Cilacap.

“Kami datang bersama rombongan untuk menyambung silaturahmi sekaligus belajar kepada PCNU Cilacap. Ada dua hal yang ingin kami pelajari dan tiru, yaitu sistem kaderisasi serta manajemenKBIHU NU Cilacap, mulai dari pengelolaan, pelayanan, hingga strategi pengembangannya,” ungkapnya.

KH Teguh mengakui bahwa PCNU Probolinggo saat ini menghadapi tantangan dalam proses kaderisasi. Menurutnya, pasca mengikuti Pendidikan Dasar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU), banyak kader yang belum memperoleh ruang pengabdian sehingga minat mengikuti kaderisasi berikutnya cenderung menurun.

“Kalau kader-kader NU difungsikan secara optimal sebagaimana yang kami lihat di Cilacap, tentu akan berdampak pada lahirnya kemandirian organisasi, termasuk dalam aspek ekonomi NU,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa KBIHUNU  Probolinggo telah berdiri sekitar delapan tahun, namun jumlah jamaah yang dilayani masih relatif sedikit dengan cakupan wilayah kerja di 11 kecamatan.

“Semoga kami mendapatkan banyak ilmu dan strategi yang tepat untuk kemudian kami implementasikan di PCNU Probolinggo,” harapnya.

Dialog berlangsung interaktif dengan membahas berbagai aspek pengelolaan organisasi, mulai dari administrasi, pengelolaan aset, pengembangan media informasi, penguatan lembaga dan badan otonom, hingga strategi meningkatkan pelayanan kepada warga Nahdliyin.

Penulis: Khayaturrohman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button