Makna Lirik Lagu Jumberareka Banser, Berikut Arti dan Sosok Penciptanya

NU Cilacap Online – Lirik lagu “Jumberareka” dianggit oleh Imam Suhermanto, seorang anggota Barisan Ansor Serba Guna (Banser) asal dari Lumajang, Jawa Timur.
Lagu “Jumberareka” pertama kali ini berhasil membuat ribuan penonton terpukau pada saat acara puncak resepsi 1 abad Nahdlatul Ulama (NU) yang diigelar di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo, Jawa Timur, pada hari Selasa, 7 Februari 2023, (bertepatan dengan 16 Rajab 1444 H) lalu.
Setelah acara tersebut, lagu ini mendadak menjadi viral di kalangan masyarakat.
Berikut makna lirik lagu “Jumberareka” beserta artinya yang dinyanyikan oleh Banser saat beraksi :
Jumberareka
Jumberareka, Jumberareka
(Jumpa berkumpul bersama rekan-rekan)
Arena majeng jeng
(Di arena hati gembira)
Jumberareka, Jumberareka
(Jumpa berkumpul bersama rekan-rekan)
Arena majeng jeng
(Di arena hati gembira)
Majeng jeng he mereketehe
(Kami akan tetap gembira, meskipun mereka tidak tahu)
He mereketehe
(Meskipun mereka tidak tahu)
Majeng jeng he mereketehe
(Kami akan tetap gembira, meskipun mereka tidak tahu)
He mereketehe
(Meskipun mereka tidak tahu)
Inilah korps Banser yang jaya
Banser yang perkasa
Inilah korps Banser yang jaya
Banser yang perkasa
Korps Banser yang paling jaya
NU lah asalnya
Korps Banser yang paling jaya
NU pemiliknya.
Lagu Jumberareka ciptaan Imam Suhermanto di atas sering dibawakan oleh anggota Banser dalam berbagai acara, hal itu menjadikan dirinya dinilai salah satu sosok kader yang paling kreatif di lingkungan GP Ansor NU.
Selain lagu Jumberareka Imam Suhermanto juga dikenal menciptakan lagu lainnya yang ngehits, seperti; Banser Untuk Negeri, Satu Komando, Hymne Banser, Banser Indonesia, Ansor Warisan Ulama, Pagar Nusa, dan Fatayat Lumajang.
Selain itu sudah ada sejumlah 18 lagu ciptaan Imam yang bisa dinikmati di Chanel YouTube miliknya. Seperti Papua tetap saudara, sang kobra, Natuna milik kita, Corona, Mars Semeru, Nyali Semeru, Semeru Jaya, PSIL dan lainnya.
Lagu-lagu ciptaan Imam Suhermanto sarat nilai dan makna, sekaligus menyentuh kemanusiaan kita, lagu-lagunya termasuk bernuansa “Hymne”, hal demikian itu menurut pengakuannya terinspirasi dan terilhami saat dirinya mengikuti Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser.
Maka agar selalu dapat mencipta lagu lainnya, sontak dirinya mengaku kalau boleh mengikuti Diklatsar terus. (IHA)





