Lautan Doa di Karangpucung: Ribuan Jamaah Membludak Hadiri Mujahadah Kubro Ke-65

NU CILACAP ONLINE – Pendopo Kantor Kecamatan Karangpucung seolah tak lagi mampu menampung gelombang spiritual yang membuncah. Ribuan jamaah melimpah ruah hingga memadati setiap sudut area dalam perhelatan Mujahadah Kubro Al Asma-ul Husna Tingkat Kecamatan Karangpucung Putaran Ke-65, Ahad Manis (11/10). Kolaborasi megah antara Majelis Khidmah Al Asmaa-ul Husna (MKAH) dan MWCNU Karangpucung ini sukses menyulap pusat pemerintahan kecamatan menjadi lautan doa yang mengetuk pintu langit.

Ketua MKAH Kecamatan Karangpucung, H Atep Jamaludin menyampaikan bahwa Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian agenda menyambut Peringatan Hari Santri Nasional ke-10 tahun 2026.

H Atep menjelaskan selain sebagai ajang silaturahmi dan doa bersama untuk kebaikan masyarakat serta do’a khusus bagi perjuangan rakyat Palestina. Kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk menegaskan komitmen bersama dalam menjaga suasana wilayah Karangpucung agar tetap aman, damai, dan kondusif, terutama di tengah berlangsungnya dinamika proses politik lokal dan pendaftaran Pilkades.

Mujahadah yang dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Kecamatan Karangpucung, mulai dari Camat, Kapolsek, Danramil 15/Karangpucung, tokoh masyarakat, anggota DPRD Kabupaten Cilacap, pengurus MWCNU, Tim Penggerak PKK, serta ratusan jamaah dari berbagai organisasi keagamaan dan badan otonom NU seperti Ansor, Banser, Fatayat, Muslimat, dan IPNU IPPNU. Bahkan hadir juga PC Muhammadiyah, Aisiyah, serta LDII menjadi kunci utama menjaga keamanan daerah.

“Umaro dan ulama hari ini tidak ada yang mewakilkan. Ini menunjukkan begitu dekatnya umaro dengan ulama. Seluruh kegiatan ulama dibantu, di-backup, tidak pernah dihalangi atau dipersulit. Kita bantu bersama Polsek, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Pak Camat supaya Karangpucung senantiasa dalam suasana yang kondusif,” tegasnya

Lebih lanjut, H Atep menginformasikan rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri di Karangpucung ini nantinya akan dipuncaki dengan pelaksanaan Upacara Bendera Peringatan Hari Santri Nasional pada Kamis, 22 Oktober 2026 mendatang yang bertempat di Lapangan Desa Surusunda

Sementara itu, Ketua MWCNU Kecamatan Karangpucung, H. Kusnandar mengapresiasi tinggi sinergi antarelemen masyarakat serta kerja keras panitia lokal yang telah menyukseskan jalannya acara Mujahadah.

“Kami dari MWCNU Kecamatan Karangpucung pertama mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada panitia lokal yang sudah bisa mempersiapkan fasilitas yang ada yang luar biasa,” ujarnya

H Kusnansar turut memaparkan sejumlah agenda strategis keumatan. Program-program tersebut di antaranya mencakup pelaksanaan ziarah bersama para kiai, pemanfaatan dana sedekah Koin NU untuk kemaslahatan jamaah, hingga sosialisasi pendaftaran umrah dan persiapan ibadah haji.

Dalam sambutannya, kiai Kusnandar mengajak seluruh warga Nahdliyin untuk terus mengistiqomahkan kegiatan sosial-keagamaan serta menghimbau jamaah agar hadir memboyong keluarga dalam memeriahkan peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026.

Ucapan terima kasih disampaikan oleh Ketua Panitia, Kiai Kusbandi kepada Camat Karangpucung yang telah memfasilitasi tempat serta kepada seluruh panitia, jamaah, dan tim shalawat yang telah bekerja keras dan bersemangat mensukseskan acara Mujahadah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button