Khutbah Jumat: Memperingati Tahun Baru Baru 1448 Hijriyah

NU Cilacap Online – Dalam Islam, momen tahun baru Islam (Hijriyah) dapat dimanfaatkan untuk muhasabah (introspeksi), memperbaiki kelemahan, dan menyusun resolusi yang lebih baik. Dari sudut pandang tasawuf, tersedia panduan mendalam yang dapat membantu umat Islam menyikapi perubahan ini dengan kesadaran spiritual dan makna yang mendalam.
Khutbah Jumat dalam kesempatan ini mengangkat Judul: Memperingati Tahun Baru 1448 Hijriyah”. Naskah khutbah di tulis oleh Kiai Muhaimin, S.Sos. Sekretaris LD PCNU Kabupaten Kendal.
Khutbah Jumat tersedia dalam dua bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan Jawa.
Download Khutbah Jumat bahasa Jawa
Khutbah Pertama
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ الزَّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ، فَخَصَّ بَعْضَ الشُّهُورِ وَالْأَيَّامِ واللَّيالي بِمَزَايَا وَفَضَائِلَ يَعْظُمُ فِيهَا الْأَجْرُ وَالْحَسَنَاتُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، الدَّاعِي بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى الرَّشَادِ
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ سيدنا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ هُدَاةِ الْأَنَامِ فِي أَنْحَاءِ الْبِلَادِ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا اللَّهَ تَعَالَى بِفِعْلِ الطَّاعَاتِ، فَقَدْ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ . وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ
Jama’ah shalat Jum’at yang dirahmati Allah SWT.
Marilah kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dengan cara melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larang-Nya. Hanya dengan ketakwaan kita bisa mengisi hari-hari dengan amal kebaikan, dan dengan ketakwaan pula kita memiliki tujuan hidup yang jelas yaitu meraih kebahagian hidup di dunia dan kebahagian hidup abadi di akhirat.
Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Tahun Baru sering dianggap sebagai waktu yang istimewa bagi banyak orang untuk merenungkan perjalanan hidup dan memulai babak baru.
Dalam Islam, momen ini dapat dimanfaatkan untuk muhasabah (introspeksi), memperbaiki kelemahan, dan menyusun resolusi yang lebih baik. Dari sudut pandang tasawuf, tersedia panduan mendalam yang dapat membantu umat Islam menyikapi perubahan ini dengan kesadaran spiritual dan makna yang mendalam.
Tasawuf, yang berfokus pada penyucian hati dan mempererat hubungan dengan Allah, merupakan aspek penting dalam refleksi saat Tahun Baru. Seorang Muslim dianjurkan untuk terus mengevaluasi diri, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan kualitas ibadah.
Oleh karena itu, Tahun Baru dapat menjadi kesempatan berharga untuk menumbuhkan semangat baru dalam mendekatkan diri kepada Allah serta menjalani hidup yang lebih baik sesuai tuntunan Islam.
Sebagaimana Allah SWT telah berfirman:
وَمَنْ نُّعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِى الْخَلْقِۗ اَفَلَا يَعْقِلُوْنَ
Artinya: “Dan barang siapa Kami panjangkan umurnya, Kami mengembalikannya dalam penciptaan. Maka tidakkah mereka berpikir?” (QS. Yasin: 68).
Ayat ini menerangkan gambaran atas siklus kehidupan manusia. Bagi orang-orang yang dipanjangkan umurnya, maka ia akan dikembalikan keadaannya seperti waktu bayi dan kanak-kanak karena lemah dan pikun.
Jadilah ia tidak mengetahui apa-apa meskipun ia sebelumnya telah banyak pengalaman dan pengetahuan. Manusia terus mengalami siklus hijrah dan perubahan dalam hidup.
Apalagi dalam setiap tahunya manusia pasti mengalami banyak perubahan dalam hidupnya makanya diperlukan upaya yang nyata dalam menghadapi persoalan setiap waktunya, masanya dan disesuaikan dengan kemampuan dan usianya.
Kaum Muslimin yang dimuliakan Allah SWT
Ada tiga hal yang penting kita renungkan di awal bulan Muharram atau tahun baru Hijriyah 1448 Hijriyah kali ini yang akan membantu kita lebih baik dalam menjalani kehidupan di tahun depan.
Langkah awal adalah bersyukur karena sudah diberikan umur lebih lama oleh Allah SWT agar digunakan sebaik- baiknya untuk mengisi waktu hidup di dunia dengan hal-hal yang baik dan bermanfaat untuk dirinya dan berguna untuk orang lain.
Perbanyak kebaikan gunakan waktu dan kesempatan yang diberikan oleh Allah SWT sebaik-baiknya, tingkatkan ketaatan kepada Allah SWT dengan lebih rajin beribadah, jaga diri dari maksiat dan melakukan kedholiman kepada diri sendiri apalagi orang lain terus berupaya memperbaiki diri agar bisa menjadi manusia yang lebih baik dan terus lebih baik.
Allah swt berfirman:
وَقِيْلَ لِلَّذِيْنَ اتَّقَوْا مَاذَآ اَنْزَلَ رَبُّكُمْۗ قَالُوْا خَيْرًاۚ لِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌۗ وَلَدَارُ الْاٰخِرَةِ خَيْرٌۗ وَلَنِعْمَ دَارُ الْمُتَّقِيْنَۙ
Artinya: “Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa: “Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhanmu?” mereka menjawab: “(Allah telah menurunkan) kebaikan”. orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertakwa.” (QS. An-Nahl: 30)
2. Muhasabah (introspeksi diri)
Sebuah kepastian bahwa waktu yang telah berlalu tidak mungkin akan kembali lagi, sementara disadari atau tidak kematian akan datang sewaktu-waktu dan yang bermanfaat saat itu hanyalah amal salih. Pergantian tahun bukan sekedar pergantian kalender di rumah kita, namun merupakan peringatan bagi kita akan apa yang sudah kita lakukan pada tahun yang telah berlalu dan apa yang akan kita perbuat di hari esok.
3. Mengenang Hijrah Rasulullah Saw
Peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW seyogyanya kita ambil sebagai pelajaran berharga dalam kehidupan sehari-hari. Peristiwa hijrah yang sudah 1448 tahun yang lalu ini banyak menyimpan makna dan nilai-nilai.
Di antaranya adalah ketahanan beriman dan semangat menyebarkan Ruh al-Islam ke dalam berbagai aspek kehidupan, sebagaimana yang tergambar dalam perjuangan Rasulullah SAW dan para pengikut setianya.
Setelah 13 tahun di Makkah mereka berjuang dengan mencurahkan tenaga, pikiran, harta benda dan bahkan nyawanya demi mejalankan misinya untuk mengeluarkan mereka dari peradaban jahiliyyah menuju cahaya peradaban Islam yang meliputi beberapa aspek ketuhanan, moral, hukum dll. Maka dengan upaya kerasnya kafir Quraisy menyakiti dan menyiksa para sahabat bahkan mengancam untuk membunuh Nabi SAW.
Dengan bekal iman yang kuat para sahabat Muhajirin berhasil melewati masa-masa sulit yang selalu mengancam jiwanya. Selanjutnya mereka di Madinah memulai babak kehidupan baru beserta Nabi SAW. Nah, di sini beliau terus menyebarkan Ruh al-Islam ke dalam setiap individu masyarakat Madinah sampai kemudian mereka memiliki kepribadian muslim bahkan mereka adalah khaira ummah.
Sebagaimana yang difirmankan Allah:
كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ
Artinya: “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar.” (QS. Ali Imran ayat 110)
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah
Demikian yang menjadi renungan kita di tahun baru hijriyah ini, dan masih ada anjuran-anjuran yang harus kita lakukan di awal bulan Muharram ini, di antaranya:
Puasa pada hari-harinya bulan Muharram, lebih-lebih di awal bulan, karena amal kebajikan yang dilakukan dalam bulan tersebut nilai pahalanya berlipat ganda. Dalam kita Jami’ ash-Shaghir diriwayatkan sebuah hadis:
مَنْ صَامَ يَوْمًا مِنَ الْمُحَرَّمِ فَلَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ ثَلَاثُونَ حَسَنَةً
Artinya: “Barang siapa berpuasa sehari dalam bulan Muharram, maka setiap harinya dia memperolah tiga puluh kebaikan.”
Nabi Muhammad SAW bersabda: “Puasa sehari dalam bulan yang muliakan itu lebih utama dari puasa tiga puluh hari selain bulan yang dimuliakan.
Dan puasa sehari di bulan Muharam itu lebih utama dari tiga puluh hari dalam bulan yang dimuliakan”.
Demikian sebagaimana yang disampaikan oleh Imam al-Ghazali dalam kitab Ihya’nya.
Puasa Tasu’a, pada tanggal 9 Muharram disunnahkan untuk menjalankan ibadah puasa, dalam riwayat Imam Muslim disebutkan:
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ . لَئِنْ بَقِيتُ إِلَى قَابِلٍ لَأَصُومَنَّ التَّاسِعَ
Artinya: “Telah bersabda Rasulullah Saw: “Sesungguhnya apabila aku masih ada sampai tahun depan, maka aku akan menjalankan puasa pada hari ke Sembilan (Muharram).”
Puasa ‘Asyura’
سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ عَنْ فَضْلِ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ، فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
Artinya: “Rasulullah Saw ditanya tentang fadlilahnya puasa hari ‘Asyura’ kemudian beliau bersabda: “Yaitu menghapus dosa satu tahun yang telah lewat.”
Dan masih banyak fadlilah dan amalan yang dilakukan di awal bulan Muharram ini.
Demikian khutbah yang bisa kami sampaikan semoga ada manfaatnya dan mudah-mudahan di tahun ini kita bisa meningkatkan ibadah dan amal yang salih.
.أعوذ بالله من الشيطان الرجيم. بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ. إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ . فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ . إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ
بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي القُرْأنِ العَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الاَيَاتِ وَ ذِكْرِالحَكِيْمِ
وَ تَقَبَّلَ اللهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمِ ، وَأَخْلِصُوا نِيَّاتِكُمْ فِي كُلِّ عِبَادَةٍ، خُصُوصًا فِي عِبَادَةِ الْقُرْبَانِ، فَإِنَّ اللّٰهَ لَا يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ إِلَّا مَا كَانَ خَالِصًا لِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah Kedua
اَلْحَمْدُ للهِ حَمْدًا كثيرا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، إرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سيّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإحْسَانٍ إلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.
أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ إتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاتَمُوْتُنَّ إلّا وَأنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَاتِ وَحُضُوْرِ الْجُمُعَةِ وَالْجَمَاعَاتِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأ فِيْهِ بِنَفْسِهِ. وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَاتِ بِقُدْسِهِ. فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا اِبْرَاهِيْمَ، فِيْ العَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وِالْأَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ والْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ وَالْفِتَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا إنْدُوْنِيْسِيَا هَذَا خَاصَةً، وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. الّلهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِى رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلّغْنَا رَمَضَانَ بِرَحْمَتِكَ يَا أرْحَمَ الرَّاحِمِيْن. وَصَلّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
Download Khutbah Jumat bahasa Indonesia
Editor bahasa: Khayaturrihman





