Jelang Muktamar NU Ke-35, KH Said Aqil Siroj dan KH Nurul Huda Djazuli, Inilah Sosok Calon Rais Aam PBNU

NUCOM, Jombang —- Menjelang Muktamar NU Ke-35 di Jombang, wacana sosok Rais Aam PBNU periode mendatang menguat. Mantan Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj, dan Pengasuh Pesantren Al-Falah Ploso Kediri, KH Nurul Huda Djazuli, disebut sebagai dua nama yang paling memenuhi kriteria.

Penilaian itu disampaikan KH Imam Jazuli, Selasa (25/8/2026). Dia menegaskan pemilihan Rais Aam harus merujuk mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) sesuai AD/ART NU, bukan popularitas. “Rais Aam adalah simbol marwah dan pemimpin spiritual jam’iyah. Yang penting bukan siapa orangnya, tetapi apakah ia memenuhi kriteria,” katanya.

Sementara, menurut Pemerhati NU Wahab Hasyim menambahkan, Rais Aam dituntut alim, faqih, zahid, berwibawa, independen, dan mampu menjadi payung persatuan. Selain Buya Said panggilan akrab KH Said Aqil, sosok KH Nurul Huda Djazuli, memiliki modal moral dan keulamaan untuk menjadi titik temu berbagai kelompok di NU.

Dorongan agar Kiai Huda maupun Buya Said untuk menerima amanah muncul dari sejumlah kiai sepuh yang prihatin dengan dinamika internal petinggi NU. Menurut informasi, Kiai Huda, belum menjawab secara terbuka dan memilih istikharah terlebih dahulu.

Maka Muktamar ke-35 bukan sekadar soal siapa menang kontestasi, tetapi siapa yang mampu menyatukan NU pasca-muktamar. “Yang dibutuhkan pemimpin yang mengembalikan marwah jam’iyyah dan semangat khidmah para muassis,” ujarnya.

Hingga kini sikap KH Nurul Huda Djazuli masih dinanti, sementara KH Said Aqil Siroj pernah menyatakan tidak akan maju sebagai calon Ketua Umum maupun Rais Aam, karena alasan sudah tua, 73 tahun usianya, dan minta tinggal gantian, namun dukungan padanya terus mengemuka sebagai figur yang dinilai memenuhi kriteria.*** (IHA)

Baca juga: Jelang Muktamar NU Ke-35, Ijma Ulama, Dukung Buya Said Jabat Rais Amm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button