PORSADIN VIII dan FASI III Kecamatan Adipala 2026, Wadah Santri Raih Prestasi dan Kembangkan Potensi

NU Cilacap Online  – Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII tingkat Kecamatan Adipala Tahun 2026 berlangsung meriah di Pondok Pesantren Darul Fawaid, Welahan Wetan, Kecamatan Adipala, Kabupaten Cilacap, Selasa (25/8/2026), bertepatan dengan 12 Rabiul awal 1448 Hijriah.

Kegiatan yang mempertemukan para santri Madrasah Diniyah dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) se-Kecamatan Adipala tersebut dirangkai dengan PORSADIN VIII DPAC FKDT Kecamatan Adipala, FASI III BADQO LPQ Kecamatan Adipala, serta peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Sejak pagi, suasana kegiatan sudah berlangsung semarak. Rangkaian acara diawali dengan pawai taaruf Madrasah Diniyah dan TPQ se-Kecamatan Adipala yang diikuti kurang lebih 35 lembaga pendidikan di bawah naungan FKDT dan BADQO LPQ Kecamatan Adipala.

Pawai tersebut menjadi simbol kebersamaan dan semangat para santri dalam menuntut ilmu, menjaga tradisi keislaman, serta mengembangkan potensi generasi muda yang berkarakter religius dan berprestasi.

Beragam Cabang Lomba PORSADIN

PORSADIN VIII menjadi wadah bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan, bakat, dan prestasi dalam berbagai bidang keagamaan, seni, olahraga, serta keterampilan.

Salah satu cabang yang menjadi perhatian adalah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Para peserta tampil menunjukkan kemampuan terbaik dalam melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an di hadapan dewan juri, para pendamping, serta peserta lainnya.

Selain MTQ, sejumlah cabang perlombaan turut dipertandingkan, di antaranya:

Tahfidz Juz Amma, Kaligrafi, Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK), Pidato Bahasa Jawa, Pidato Bahasa Arab, Murottal wal Imla, Lari sprint, Adzan dan Iqamah, Nadzam Kitab Aqidatul Awam, Cerdas Cermat, Puisi Islami, Bulu tangkis, Shalawat,Pidato Bahasa Indonesia dan Tenis meja.

Beragam cabang tersebut memberikan kesempatan kepada para santri untuk mengembangkan potensi sesuai bakat dan kemampuan masing-masing. Tidak hanya menguji kemampuan akademik dan keagamaan, PORSADIN juga menjadi sarana untuk menumbuhkan sportivitas, disiplin, kepercayaan diri, kreativitas, serta kebersamaan antarsantri dan lembaga pendidikan.

FASI III, Pembinaan Generasi Qur’ani Sejak Dini

Bersamaan dengan pelaksanaan PORSADIN VIII, kegiatan juga dirangkai dengan Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) III BADQO LPQ Kecamatan Adipala.

FASI menjadi wadah pembinaan keislaman bagi generasi muda sejak usia dini. Para peserta berkompetisi dalam berbagai cabang, seperti ceramah Islam Bahasa Indonesia, tartil Al-Qur’an, Tahfidz Juz Amma, tilawah Al-Qur’an, adzan dan iqamah, mewarnai gambar, peragaan salat Subuh, nasyid Islami, kaligrafi, ikrar dan terjemah Al-Qur’an, serta lari estafet.

Melalui kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya diarahkan untuk meraih prestasi, tetapi juga dibina agar memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an dan agama Islam sejak usia dini.

KH Mahruri Buka PORSADIN VIII dan FASI III

PORSADIN VIII dan FASI III Kecamatan Adipala secara resmi dibuka oleh Ketua DPC FKDT Kabupaten Cilacap, KH Mahruri.

Dalam sambutannya, KH Mahruri mengapresiasi pelaksanaan PORSADIN dan FASI di Kecamatan Adipala yang berlangsung meriah dan mendapat antusiasme besar dari para peserta serta lembaga pendidikan.

Menurutnya, pelaksanaan kegiatan di Kecamatan Adipala menjadi salah satu penyelenggaraan PORSADIN yang sangat semarak dibandingkan pelaksanaan di sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Cilacap.

Ia berharap kegiatan tersebut mampu melahirkan generasi yang saleh dan salehah, berprestasi, unggul dalam ilmu agama, serta memiliki tubuh yang sehat melalui kegiatan olahraga.

“Semoga peserta PORSADIN menjadi anak-anak yang saleh dan salehah, berprestasi dan unggul dengan ilmu agama yang diraih, sekaligus sehat melalui olahraga,” harapnya.

NU Besar karena Kekuatan Pesantren, Madin dan TPQ

Ketua Panitia yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Darul Fawaid Welahan Wetan, Kiai Ikhrom, S.Sos, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi keagamaan besar di Indonesia memiliki kekuatan yang salah satunya bertumpu pada keberadaan pondok pesantren.

Menurutnya, dari pesantren lahir generasi-generasi penerus yang tidak hanya dibekali dengan ilmu agama, tetapi juga pendidikan karakter, akhlak, serta semangat menjaga dan mengamalkan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Di lingkungan pesantren, pendidikan keagamaan juga diperkuat melalui keberadaan Madrasah Diniyah dan Taman Pendidikan Al-Qur’an. Kedua lembaga tersebut memiliki peran penting dalam membentuk generasi anak-anak NU sejak usia dini.

Melalui pendidikan Madin dan TPQ, anak-anak diperkenalkan dengan Al-Qur’an, dasar-dasar ilmu agama, kecintaan kepada para ulama, serta pembiasaan menjalankan amaliyah Aswaja An-Nahdliyah dalam kehidupan sehari-hari.

“NU itu besar, salah satunya karena adanya pondok pesantren. Di dalamnya terdapat pendidikan Madrasah Diniyah dan TPQ yang menjadi tempat membentuk generasi anak-anak NU untuk terus mengamalkan amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah,” ungkapnya.

Kiai Ikhrom menambahkan, pendidikan santri tidak hanya berorientasi pada kemampuan keagamaan dan akademik. Para santri juga perlu diberikan ruang untuk mengembangkan bakat dan potensi dalam bidang seni, keterampilan, dan olahraga.

Melalui kegiatan dan kompetisi seperti PORSADIN dan FASI, para santri diharapkan mampu menorehkan berbagai prestasi, baik dalam bidang ilmu agama maupun olahraga.

Dilanjutkan Shalawat, Tahlil Akbar dan Pengajian

Rangkaian kegiatan tidak berhenti pada perlombaan yang dilaksanakan sejak pagi hari. Pada malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar bersama Pondok Pesantren Darul Fawaid dengan lantunan shalawat.

Suasana religius semakin terasa dengan dilanjutkannya malam hari acara Tahlil Akbar dan Pengajian Akbar yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan PORSADIN VIII dan FASI III Kecamatan Adipala.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara para santri, guru Madrasah Diniyah, ustaz dan ustazah TPQ, pengasuh pondok pesantren, serta masyarakat.

Sarana Pembinaan dan Menanamkan Kecintaan terhadap Al-Qur’an

Melalui PORSADIN dan FASI, para peserta diharapkan tidak hanya berorientasi pada kemenangan dan perolehan juara. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana pembinaan untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, memperkuat pemahaman nilai-nilai Islam, serta mengembangkan bakat di bidang seni, budaya, olahraga, dan keterampilan.

Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antar-Madrasah Diniyah dan lembaga pendidikan keagamaan di Kecamatan Adipala. Para peserta dapat saling mengenal, bertukar pengalaman, sekaligus membangun semangat kompetisi yang sehat dan menjunjung tinggi sportivitas.

Dengan terselenggaranya PORSADIN VIII dan FASI III tingkat Kecamatan Adipala Tahun 2026, diharapkan akan lahir bibit-bibit unggul yang memiliki karakter religius, disiplin, percaya diri, kreatif, sehat, dan berprestasi.

Para santri yang tampil sebagai peserta terbaik juga diharapkan mampu membawa nama baik lembaga pendidikan dan Kecamatan Adipala pada ajang PORSADIN maupun FASI di tingkat yang lebih tinggi.

PORSADIN VIII dan FASI III Kecamatan Adipala menjadi bukti bahwa pendidikan diniyah tidak hanya berperan dalam membentuk pemahaman keagamaan, tetapi juga memberikan ruang luas bagi para santri untuk berkembang, berprestasi, dan menunjukkan potensi terbaik mereka sebagai generasi penerus bangsa yang kuat, sehat, berilmu, dan bermartabat.

Penulis: Khayaturrohman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button