Jamasan Keris Pusaka Pendopo Wijaya Kusuma Tijani Majenang

NUCOM, Majenang – “Kita harus Percaya Diri, Budaya harus jadi jati diri. Jangan sampai kita malu dengan warisan sendiri.”
Pernyataan itu disampaikan H. Muhammad Awan Ukaya, ST saat membuka kegiatan Jamasan Pusaka, Kajian, dan Pameran Tosan Aji di Pendopo Wijaya Kusuma, Komplek Istana Tijani Nusantara (ITN) Majenang, Cilacap, Rabu (1/7/2026).
Dengan mengusung tema “Cintai budaya dan warisan leluhurmu”, menegaskan komitmennya menjadikan Majenang sebagai pusat pelestarian budaya Jawa di Jawa Bagian Selatan.
H. Awan Ukaya menyebut ada tiga tujuan kegiatan ini, yakni;
“Pertama, menghidupkan kembali rasa bangga dan Percaya Diri. Kedua, memberi pelajaran sejarah. Ketiga, menyambungkan generasi muda dengan kebijaksanaan leluhur,” jelasnya.
Dia menekankan, pusaka adalah arsip sejarah yang hidup.
“Pusaka itu dokumen orisinal sejarah. Dari bilah dan pamornya kita bisa membaca selera raja, era kerajaan, sampai kondisi sosial zaman dulu. Pusaka dirawat dan dipahami, bukan disembah,” kata suami Umi Erna itu.
Ratusan Pusaka Langka Dijamas dan Dipamerkan
Daya tarik utama acara adalah ratusan bilah keris yang dijamas dan dipamerkan. Mulai dari dapur Nogo Sosro, Nogo Siluman, Nogo Temanten, hingga Nogo Rojo.
Ahli tosan aji dari Yogyakarta, Sarjono, menjelaskan cara membaca era pusaka.
“Era pusaka dibaca dari profil bilah, pamor, dan kekhasan besinya. Dari sini kita tahu pusaka itu dibuat di era Majapahit, Mataram, Sultan Agung, sampai Kasunanan Surakarta PB 1 hingga PB 10,” ujarnya.
Untuk tahun mendatang, H. Awan Ukaya berencana menghadirkan seorang empu keris. Tujuannya berbagi ilmu dari hulu ke hilir, termasuk proses pembuatan keris dari bahan meteor/nikel yang kini sudah sangat langka.
Acara ini dihadiri Seksi Arkeologi Bidang Kebudayan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Cilacap, perwakilan Kepala Bidang Kebudayaan dari H. Ahmad Fatoni, S.Pd., M.Pd., Camat Majenang Aji Pramono, S.STP., M.M., Kepala Desa Cibeunying Lili Warli, komunitas pusaka dan tosan aji Majenang Raya, serta para Kiai se-Majenang Raya.
Adapun Rangkaian Acara “Pembukaan Gangsaran” sebagai berikut;
- Pembukaan
- Kirap 1: Prosesi H. Muhammad Awan Ukaya, ST. & Paraga Jamas
- Sambutan: H. Awan Ukaya, Dinas PDK-Bidang Kebudayaan Kab.Cilacap, Camat Majenang, dan Bupati Cilacap ke-17 H. Tato Suwarto Pamuji
- Kirap 2: Keluarnya Pusaka / Sri Manganti
- Penyerahan Pusaka: Keris Kyai Sengkelat, Keris Kyai Nogo Sosro, dan Tombak Kyai Wicaksono,
- Doa: Ustadz Asep Saepudin,
- Tukar Kawaruh: Bertukar Ilmu Jamasan Tosan Aji,
- Penutup: Gending Paripurna. (IHA)





