Hasil Polling: Buya Said Unggul sebagai Calon Rais ‘Aam PBNU

Jombang, NUCOM —– Muktamar NU Ke 35 di Tambakberas, Jombang, makin dinamis, maka NU Online menggelar poling melalui saluran resminya, sejak 28 Agustus hingga hari ini hasil menunjukkan KH Said Aqil Siroj (Buya Said) unggul jauh sebagai tokoh yang dijagokan netizen untuk menjadi Rais ‘Aam PBNU untuk masa khidmah 2026-2031.

Polling dengan pertanyaan “Siapakah yang akan menjadi Rais ‘Aam PBNU nantinya menurut kalian?” itu diunggah dengan 29 ribu pengikut. Warga NU diberi opsi memilih satu atau lebih dari 10 nama yang diajukan.

KH Said Aqil Siroj Pimpin, Mbah Kafa di Posisi Kedua

Berdasarkan data per 30 Agustus 2026 pukul 20.14 WIB, hasilnya sebagai berikut:

  1. KH. Said Aqil Siroj: 1,2Rb suara;
  2. KH. Abdullah Kafabihi Mahrus (Mbah Kafa): 604 suara;
  3. KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus): 307 suara;
  4. KH. Nurul Huda Djazuli: 254 suara;
  5. KH. Anwar Manshur: 123 suara.

Nama lain yang masuk nominasi antara lain KH. Ma’ruf Amin 54 suara, TGH. Turmudzi Badaruddin 24 suara, Prof. Zainal Abidin Palu 24 suara, KH. Miftachul Akhyar 23 suara, KH. Ali Akbar Marbun 14 suara, dan “Tokoh sepuh NU lainnya” 38 suara.

Rais Amm Pilihan Warga Nahdliyin

Saat up date berita ini, Unggahan itu juga sudah mendapat 36 reaksi dan 670 kali dibagikan.

Hasil polling ini sebagai masukan dari warga Nahdliyin yang muncul di tengah dinamika Muktamar ke-35 NU di PP Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang.

Adapun keputusan resminya, Sesuai keputusan muktamar, Rais ‘Aam dipilih terlebih dahulu melalui mekanisme AHWA, sebelum dilanjutkan pemilihan Ketua Umum PBNU.

Meski bukan hasil resmi muktamar, polling ini menjadi cerminan aspirasi dan harapan warga NU di dunia maya terkait figur yang dianggap pantas memimpin Syuriyah PBNU ke depan.

Peta Sementara Regenerasi Menguat

Di tengah proses pemilihan Rais Amm dan Ketum PBNU, peta persaingan kandidat mulai terbaca.

Untuk Ketum PBNU, semula ada lima nama yang diperhitungkan berdasarkan pantauan di arena Muktamar, Ahad, (30/8). Yakni KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), KH Yusuf Chudori (Gus Yusuf), KH Zulfa Mustofa, KH Abdul Goffar Rozin (Gus Rozin), dan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin).

Menariknya, 2 dari 5 nama itu berasal dari kalangan muda. Hal ini dinilai sebagai tanda energi regenerasi mulai menguat.

Kompetisi Sehat, Persaudaraan Tetap Dijaga

Meski kontestasi berlangsung ketat, warga NU sepakat menjadikan perbedaan sebagai dinamika organisasi, bukan pemicu permusuhan.

Kemenangan maupun kekalahan diterima sebagai konsekuensi demokrasi.

Sementara itu panitia berharap acara pemilihan berlangsung tertib aman sebagai puncak acara Muktamar NU ke 35

“Semoga seluruh peserta Muktamar NU ke-35 menjaga suasana forum tetap riang dan penuh persaudaraan,” harap panitia lokal setempat KH Abdurrozaq Shaleh.***(IHA)

Baca juga: Hari Ini Pemilihan Rais Aam dan Ketum PBNU 2026-2031, Berikut Skemanya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button