Halalbihalal Yayasan Al Mahdy: Merajut Silaturahmi, Mengedukasi Kesehatan Masyarakat Islami

NUCOM – Keluarga besar Yayasan Al Mahdy menggelar kegiatan Halalbihalal, merajut silaturahmi sekaligus mengedukasi kesehatan masyarakat secara Islami. Acara berlangsung syahdu, khidmat dan penuh kehangatan. Bertempat di lantai 3 Masjid Al Mahdy Puncak, Desa Sindangsari, Majenang, Cilacap. Senin, 30 Maret 2026.
Tema Unik, Spiritual dan Kesalehan Sosial
Kegiatan mengusung tema unik, yaitu “Merajut Maaf, Menebar Manfaat untuk Hidup yang Lebih Sehat Wal’afiat”, dihadiri oleh keluarga besar yayasan, ratusan guru, dan masyarakat sekitar.
Mereka tidak hanya saling memaafkan, tapi juga mendapat edukasi kesehatan yang bermanfaat.
Ketua Yayasan Al Mahdy, KH Hizbullah Huda menyebutkan bahwasannya kawasan Puncak Majenang tersebut sebelumnya dikenal sebagai lokalisasi, kini telah berubah menjadi lokasi santri.
Demikian kawasan Puncak sebagai miniatur ‘kota santri’, ditandai dengan berdirinya Masjid Al Mahdy, gedung 3 lantai ini sebagai asrama, pusat pembinaan dan pendidikan agama, tempat pengajian kitab kuning, Madrasah Diniyah (Madin), Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Mahdy, dan bahkan ada sejumlah 20 komunitas pendukung lainnya.
Oleh karenanya Pengasuh Pesantren Al Mahdy, sekaligus pembina SMP Diponegoro Majenang l, KH Hizbullah Huda berinisiatif mengagendakan kegiatan Halalbihalal lebih bermakna, selain memuat pesan spiritual-agama juga pesan kesalehan sosial yakni kesehatan.
“Perubahan tersebut membawa misi ganda yakni menanamkan nilai spiritual sekaligus meningkatkan kualitas hidup melalui pesan kesehatan,” terangnya.
Menurutnya adapun pesatnya perubahan kawasan Puncak Majenang dari lokalisasi menjadi lingkungan santri menunjukkan bahwa pembersihan secara moral (agama) harus berjalan beriringan dengan pembersihan secara fisik (kesehatan) agar transformasi tersebut berkelanjutan.
“Dengan agama kita terarah, dengan kesehatan kita tenang dalam beribadah,” lanjutnya.
Dia menjelaskan berbeda dari biasanya, kegiatan yang diisi oleh ceramah agama, acara kali ini menghadirkan ahli dan praktisi kesehatan sebagai nara sumber.
“Upaya ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian yayasan dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan spiritual umat pasca Hari Raya Idul Fitri,” tuturnya.
“Yayasan Al Mahdy berkomitmen untuk terus mengadakan kegiatan positif yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan spiritual,” terang KH Hizbullah Huda yang juga Katib Syuriyah MWCNU Majenang, Cilacap.
Dia berharap kegiatan Halalbihalal ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan jasmani dan rohani.
“Dengan semangat silaturahmi dan edukasi, meyakinkan kita semua untuk hidup lebih sehat dan seimbang,” tegasnya.
Gaya Hidup Islami
Sementara itu, Dr. Hendi dari Klinik Amanu Majenang sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini memberikan perspektif baru mengenai kesehatan kepada para jamaah.
Dalam sesi edukasi, Dr. Hendi memaparkan gaya hidup Islami sekaligus edukasi bahaya penyakit diabetes dan hipertensi atau silent killer.
Dijelaskan bahwa diabetes dan hipertensi merupakan dua penyakit yang banyak terjadi di masyarakat,
“Diabetes merupakan kondisi meningkatnya kadar gula dalam darah akibat pola makan yang kurang sehat, kurang aktivitas, serta faktor keturunan,” jelasnya
“Sedangkan hipertensi atau tekanan darah tinggi dikenal sebagai silent killer karena sering tidak bergejala namun berisiko menimbulkan penyakit serius seperti jantung dan stroke,” lanjutnya.
Dia menekankan pentingnya pola hidup sehat secara menyeluruh, mulai dari menjaga pola makan, rutin berolahraga, hingga melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Tips Gaya Hidup Sehat Ala Dokter Hendi
Dokter Hendi yang merupakan Direktur Klinik Amanu Majenang, memberikan tips gaya hidup sehat Islami untuk menjaga kebugaran kesehatan jasmani sehari-hari, di antaranya:
Pertama, Membiasakan berjalan kaki minimal 5.000 langkah setiap hari
Kedua, Melakukan olahraga yang lebih optimal seperti berenang
Ketiga, Jika mengonsumsi teh atau kopi, dianjurkan untuk memperbanyak minum air putih.
Kisah Inspiratif Tokoh
Adapun tausiyah singkat disampaikan oleh KH Musbihin Hs dengan berbagi kisah inspiratif tentang sosok Mahathir Mohamad yang berusia lebih dari 100 tahun dan tetap aktif.
Dijelaskan sosok Mahathir Mohamad, mantan Perdana Menteri Malaysia, yang konon genap berusia 100 tahun pada 10 Juli 2025 lalu, tetap aktif secara fisik maupun mental.
“Rahasia kebugarannya meliputi disiplin pola makan (berhenti sebelum kenyang), berat badan stabil 60-62 kg, serta tetap aktif bekerja, membaca, dan menulis. Dia istiqomah bangun subuh, dan menolak pensiun pasif untuk terus aktif di media sosial maupun politik,” tuturnya.
“Rahasia beliau bukan hanya pada faktor usia, tetapi karena tidak memanjakan fisik dan psikisnya. Dengan motivasi terus semangat, mandiri, bahkan dalam usia 100 tahun dia masih menyetir sendiri,” tambahnya
Selain itu, Abah Bihin panggilan akrab KH Musbihin Hs jugw memberikan contoh gaya hidup dari sosok kiai sepuh, Pengasuh Pesantren Babussalam Cilumuh, Cimanggu, KH Amin Mustolih (97 tahun), yang menjalani hidup dengan prinsip pikiran tenang dan istiqomah dalam beribadah.
“Maka menjadi pengingat kita semua bahwa kesehatan tidak hanya ditentukan oleh fisik, tetapi juga oleh ketenangan hati dan kedekatan kepada Allah SWT,” tandasnya.
Baca juga: Jalan Dakwah Gus Hizbullah Huda, Tempat Maksiat Jadi Manfaat





