H Paiman Sahlan; PLPK Jadi Motor Gerakan Umat

NU CILACAP ONLINE – Petugas Lapangan Penjemput Koin (PLPK) adalah motor gerakan umat, demikan kata Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cilacap, H Paiman Sahlan di hadapan ratusan PLPK saat Sambung Rasa dengan mereka.

H. Paiman secara khusus memberikan penghargaan tinggi kepada para Petugas Lapangan Penjemput Koin (PLPK) yang menurutnya telah menjadikan PCNU Cilacap besar dan membanggakan, bukan hanya di tingkat lokal, tapi juga secara nasional.

Ia mengutip cerita dari KH. Masruri, satu pengurus PBNU sekaligus instruktur nasional, yang menyebut PCNU Cilacap sebagai contoh sukses dalam menggerakkan ekonomi umat melalui program koin NU, yang mampu mengumpulkan hingga Rp14 miliar.

“PCNU Cilacap besar bukan karena kami para pengurus, tapi karena Anda semua para PLPK. Bahkan PCNU lain ingin meniru kita. Ini bukti bahwa kontribusi Anda sangat luar biasa,” ucapnya pada acara sambung rasa PLPK NU halaman Gedung Pusdiklat PCNU Cilacap, 06/07/2025 lalu.

Tak kurang 400 PLPK hadir di kegiatan yang dihadiri oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat  Daerah (DPRD) Cilacap Indah Mayasari, M.Pd ini.

Kemandirian Umat Lewat BUMNU dan Wakaf Tunai

Dalam arahannya, H. Paiman menekankan pentingnya membangun kemandirian NU melalui Badan Usaha Milik Nahdlatul Ulama (BUMNU). Ia menyebut bahwa dalam waktu dekat, PCNU Cilacap akan membeli armada bus dan membangun greenhouse budidaya melon lewat LPPNU.

Ia menegaskan bahwa organisasi yang kuat bukan hanya yang berbasis keyakinan, tetapi juga harus berbasis perencanaan dan eksekusi.

“Kalau negara belum mandiri, NU harus mandiri. Kita tidak boleh terus-menerus menjadi objek. NU harus menjadi pelaku pembangunan,” tegasnya.

PCNU Cilacap juga saat ini sedang mengajukan pengelolaan nadzir wakaf tunai ke PBNU. Program ini ditargetkan bisa menjadi sumber dana abadi yang manfaatnya langsung dirasakan umat.

“Saya yakin, jika ini dijalankan dengan serius, Cilacap akan menjadi pionir. Uangnya akan banyak, dan manfaatnya jelas untuk masyarakat,” ujarnya optimis.

Klinik NU dan Kapitasi BPJS

Selain bidang ekonomi, H. Paiman juga menyampaikan perkembangan di bidang layanan kesehatan. Klinik NU saat ini tengah menjalani proses assessment oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

H Paiman mengungkap, sebagai upaya menjawab kebutuhan umat pada layanan kesehatan, PCNU Cilacap saat ini bekerjasama dengan BPJS melalui sistem kapitasi. Targetnya adalah mengalihkan peserta BPJS ke klinik -klinik milik NU seperti Klinik Azzahra Husada Kesugihan.

Di hadapan ratusan PLPK yang hadir, H Paiman membeberekan beberapa keunggulan klinik NU yang dikelola oleh PCNU Cilacap melalui Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Cilacap. Baca juga Sarana dan Layanan Kesehatan BPJS Klinik AMANU Diperkuat

“Klinik Azzahra dan klinik NU lainnya yang kami kelola sudah punya sertifikat vaksin. Bahkan rumah sebelah klinik sudah kita beli, tinggal pelunasan. InsyaAllah akan dikembangkan menjadi klinik kecantikan syar’i, sebagai bagian dari pelayanan kesehatan dan kesejahteraan jamaah,” terangnya.

Organisasi Hebat Butuh Kader yang Bergerak

Di akhir sambutannya, H. Paiman menegaskan bahwa kebesaran organisasi bukan dari retorika, tetapi dari aksi nyata para kadernya. Menurutnya, para PLPK adalah kader sejati yang layak disebut santri Mbah Hasyim karena telah bekerja nyata bagi NU dan masyarakat.

“Bukan saatnya kita hanya jadi penonton dan komentator. NU lahir dari penderitaan rakyat kecil, maka NU harus berkontribusi untuk mereka,” tutupnya.

Ia mengingatkan bahwa organisasi yang tidak dikelola dengan baik akan kalah dengan yang buruk tapi terorganisir. Maka, NU harus menjadi organisasi yang bukan hanya benar, tetapi juga solid dan terstruktur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button