Gali Sejarah dan Profil NU Cilacap, Mahasiswa KPI UNUGHA Sowan ke Pesantren Miftahul Huda Kroya

NU CILACAP ONLINE – Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) yang tengah melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap melakukan kunjungan dan wawancara di Pesantren Miftahul Huda, Kroya, Rabu (14/10/2026).

Didampingi oleh Naeli Rokhmah, tim pendamping media NUCOM (NU Cilacap Official Media), mahasiswa melakukan wawancara dengan sejumlah tokoh untuk menggali sejarah perkembangan NU Cilacap, profil tokoh sepuh, serta Pesantren Miftahul Huda.

Di antara profil yang tengah mereka garap adalah sosok KH Minhajul Adzkiya. Salah satu pendiri NU di Kabupaten Cilacap dan juga pendiri pesantren Miftahul Huda Kroya. Pesantren ini sendiri menjadi bagian penting dari sejarah awal berdirinya NU di Kabupaten Cilacap.

Dalam hal ini, para mahasiswa melakukan wawancara dengan KH Su’ada Adzkiya, Rais Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Cilacap.

KH Su’ada yang merupakan putra ke-8 dari KH Minhajul Adzkiya menjadi kunci utama dalam penggalian sejarah ini. Kepada para mahasiwa dia menuturkan bahwa  NU di Cilacap diperkirakan telah berdiri sekitar tahun 1927. Hal ini merujuk pada tahun kelahiran kakaknya yang lahir pada tahun tersebut.

“Tahun 1927 kakak saya lahir, dan di tahun itu sudah ada gerakan NU di Cilacap,” tutur Mbah Su’ada sapaan akrabnya. Baca juga Jajaki Literasi Sejarah NU Cilacap, Mahasiswa KPI Unugha Observasi PPL ke PCNU Cilacap

Mbah Su’ada juga mengisahkan perjalanan pengabdiannya di NU sejak usia 40 tahun hingga mengemban sejumlah jabatan di tingkat ranting hingga cabang. Dirinya bahkan bercerita jika di masa remajanya pernah menjabat sebagai ketua Pimpinan Cabang IPNU Solo. Ketika itu dirinya tengah mengenyam pendidikan di sebuah pesantren di kota tersebut. Baca juga Pelatihan Jurnalistik KPI Unugha Kembangkan Media Kampus

KH Su’ada Adzkiya, berpesan agar generasi muda senantiasa menjaga keimanan, mempertahankan semangat perjuangan, serta mengedepankan ketulusan dan keikhlasan dalam berkhidmat kepada NU dan masyarakat.

“Nek dadi wong NU, dadiya NU sing temenan, kalo jadi orang NU jadilah NU yang bener,” tuturnya seraya menirukan pesan sang ayah, KH Minhajul Adzkiya.

Selanjutnya tim bergerak menuju kediaman Katib Syuriyah PCNU Cilacap, Kiai Abdal Malik. Kepada para mahasiwa kiai Abdal menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya pendidikan pesantren dalam membentuk akhlak, kepribadian, dan karakter generasi muda.

Kiai Abdal juga menekankan pentingnya memahami NU secara mendalam serta menguasai dasar-dasar keislaman sebelum aktif dalam organisasi.

Dalam kesempatan yang sama, mahasiswa menggali informasi mengenai perkembangan Pesantren Miftahul Huda bersama Ahmad Saiful Bahri, salah satu pengurus pondok. Menurut Saiful, Pesantren tersebut mengalami perkembangan dari segi fasilitas dan jumlah santri, dengan program pendidikan yang mencakup pembelajaran bahasa, tahfidz, sains, serta pembentukan karakter.

Setelah rangkaian wawancara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke makam KH Minhajul Adzkiya. Mahasiswa bersama pendamping memanjatkan doa sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah berjuang dalam menyebarkan syiar Islam dan mengembangkan NU di Cilacap.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa PPL KPI dalam mendokumentasikan sejarah dan profil NU Cilacap melalui penuturan para tokoh. Informasi yang dihimpun diharapkan dapat menjadi bahan penyusunan konten profil sekaligus memperkenalkan perjuangan para ulama dan perkembangan pesantren kepada generasi muda.

Faila (Mahasiswa Prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Unugha Cilacap)
Editor: Naeli Rokhmah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button