Ceceng Rusmana, Daftar Pilkades Hanum dengan Semangat ‘Bakti ka Lemah Cai’

DAYEUHLUHUR, NUCOM — Pemandangan berbeda terlihat di Sekretariat Panitia Pemilihan Kepala Desa Hanum, Pada Rabu (07/10/2026) kemarin. Ceceng Rusmana, Daftar Pilkades dengan Semangat ‘Bakti ka Lemah Cai’ (Tanda Bakti Ke Tanah Air/kampung halaman).

Ceceng Rusmana, sosok yang selama ini dikenal sebagai pegiat budaya Dayaluhur itu dengan memakai iket biru khas Adat orang Sunda datang mendaftarkan diri sebagai bakal Calon Kepala Desa Hanum periode 2026-2034.

Ceceng Rusmana mendaftar tidak sendiri, dia diantar oleh para sesepuh, tokoh adat, kerabat, dan puluhan simpatisannya.

Ceceng Rusmana bukan nama baru. Dia adalah anak Pribumi, putra daerah asli Hanum. Di blantika ritus sejarah, seni, budaya, dan dunia wisata, religi, serta adat istiadat, dia terbilang aktivis senior, dan bahkan dia merupakan salah satu pegiat peduli lingkungan Indonesia yang diperhitungkan.

Namanya selain tercatat sebagai anggota Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Dayeuhluhur yang aktif. Sosoknya juga terpatri dalam Film Dokumenter “The Indigenous” produksi Watchdoc Documentary tahun 2023.

Sebuah film yang menjelaskan filosofi hidup masyarakat Daya Luhur. Film dokumenter “The Indigenous,” yang disutradarai oleh Muhamad Sridipo dan Rizky Pratama, memperlihatkan bagaimana masyarakat adat adalah komunitas yang visioner dalam menjaga hubungan harmonis antara manusia dengan alamnya.

Dalam film dokumenter ini, kita akan diajak untuk memahami keunikan dan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat adat. Film ini menghadirkan pendekatan yang humanis, jujur, dan reflektif.

Film sebagai media edukasi, memberikan pandangan, pemahaman kita pada sistem nilai yang hidup dalam masyarakat adat (Dayeuhluhur, Cilacap). Di samping sekaligus merayakan kearifan Sosial (Local Wisdom).

Ceceng Rusmana, sebagai tokoh dalam film ini, menggambarkan bagaimana upacara-upacara adat seperti sedekah kupat, sedekah gunung, muludan, dan penghormatan kepada alam menjadi bagian lakulampah masyarakat Orang Dayeuhluhur terutama Hanum.

Film Film dokumenter The Indigenous bisa di simak di bawah ini:

Bakti Ka Lemah Cai

Langkahnya maju bukan tentang ambisi kuasa, tapi tentang pulang.

“Saya lahir dan besar di Desa Hanum. Sebagai pribumi, niat saya adalah bakti ka lemah cai, bakti ka bumi pertiwi,” ujar Ceceng di sela pendaftaran.

Baginya, Hanum adalah rumah leluhur. Desa yang dititipkan para pendahulu, dari era Ki Buyut Hanum, yang harus dijaga, bukan sekadar dibangun.

“Ini sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu. Saya merasa terpanggil. Sangat wajar kalau saya bermaksud ingin meneruskan cita-cita para leluhur dalam membangun Desa Hanum,” terangnya.

Visi Misi

Ceceng Rusmana lahir pada 07 Oktober 1975, merupakan putra Dsrkim, dia dikenal Ki Lambang Wijayakusuma, Visi Misinya dengan gagasan yang jernih, tertuang dalam Piagam Panggilan Jiwa yakni Air, Alam, dan Desa adalah sumber kehidupan yang harus dijaga secara bersama-sama.

Visi yang dia bawa: “Terwujudnya Desa Hanum sebagai Rumah yang Memuliakan Peran Setiap Warga: Membangun Kemandirian Berbasis Kecerdasan Kolektif.”

Visi itu dia turunkan menjadi 7 Pilar Misi yang membumi:

  1. Inklusi Sosial: Pemetaan bakat warga Rimpaknangsi, menghidupkan gotong royong Sukaharja, musyawarah partisipatif.
  2. Kelestarian Alam: Menjaga hulu mata air Citanggah dan Cibenda, tepian Sungai Cijurey-Cihanum, serta hutan Pamidangan-Cipariuk-Mayangkara.
  3. Kemitraan Strategis: Sinergi kebijakan dengan CSR dan mitra dengan reputasi dan kejujuran.
  4. Ekonomi Mandiri: Hilirisasi produk pertanian Cabai Jembrak, Palawija Ciloa dan Cisagu, serta penguatan UMKM Hanum.
  5. Infrastruktur Efisien: Pembangunan tepat guna di Sudimampir dan Jalur Baledana hingga Sukanegara.
  6. Pemerintahan Transparan: Birokrasi yang melayani, menggerakkan gerakan Hanum Memanggil Pulang.
  7. Agama dan Kearifan Lokal: Menjunjung nilai budaya, tokoh agama Kampung Santri Pangatus, dan sesepuh adat dari Gunung Dayeuhluhur hingga Gunung Cimuncang.

“SDM Hanum baik, SDA sangat melimpah tapi belum terkelola. Jika dipercaya, saya ingin pembangunan yang baik dan bermanfaat guna untuk seluruh masyarakat Hanum,” tegasnya.

Di akhir pesannya, dia menitipkan sesuatu yang menjadi napas pencalonannya:

“Saya mengajak semua warga Desa Hanum, Dayeuhluhur, mari membangun desa bersama-sama. Perlu kekompakan, saling menghormati, dan menjaga tradisi adat budaya warisan leluhur. Dalam Pilkades ini, awasi perilaku curang. Hindari, dan tolak politik uang, dan bagi perangkat desa tetap jaga netralitas.”

Alam, Sosial, Budaya, Sejahtera, dan Kemandirian menjadikan Hanum Berdaya dan Berdikari. Dari catatan lakulampah seorang anak Pribumi, Pilkades Hanum tahun ini bukan hanya kontestasi, tapi gerakan merawat titipan leluhur.***(IHA)

Baca juga: Tradisi Nyuguh dan Nyalar di Sungai Cijolang Dayeuhluhur Rekatkan Warga Perbatasan Jabar-Jateng

Hari Jadi Kota Majenang, 3 Februari, Sah!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button