10 Ribu Porsi Bakso Muhammadiyah Untuk Muktamirin NU, Pesan Persaudaraan dan Kemaslahatan

Jombang, NUCOM —– Menjelang pembukaan Muktamar NU ke-35 di Lapangan Untung Suropati, Tambakberas, Kamis (27/08), jalan-jalan menuju Jombang dipadati rombongan Nahdliyin.

Dari ujung barat hingga timur Nusantara, dari Sabang sampai Merauke, bahkan dunia, mereka datang meriahkan Muktamar dengan semangat yang sama yakni menjadi bagian dari sejarah besar organisasi. 10 Ribu Porsi Bakso Muhammadiyah Untuk Muktamirin NU, Pesan Persaudaraan dan Kemaslahatan

Di sepanjang perjalanan, sambutan warga dengan senyum, lambaian tangan, dan hidangan sederhana membuat lelah berubah menjadi kehangatan kebersamaan.

Di tengah arus kedatangan itu, hadir pemandangan yang menyejukkan hati, Sahabat Muhammadiyah membagikan 10 ribu porsi bakso untuk para muktamirin NU.

Tidak ada pertanyaan tentang asal organisasi, tidak ada sekat. Siapa saja yang melintas dipersilakan mampir dan makan. Bakso hangat itu bukan sekadar mengisi perut setelah perjalanan jauh, tetapi juga menjadi penguat batin dan simbol keramahan sesama anak bangsa.

Aksi sederhana ini mengingatkan kita pada pesan Gus Dur yang selalu relevan: “Orang mengingatmu tidak pandang apa agamamu, apa ideologimu, tapi kebaikanmu.”

Di titik inilah NU dan Muhammadiyah bertemu. Dua organisasi besar dengan tradisi berbeda, namun memiliki tujuan yang sama: menjaga kemaslahatan umat dan merawat persatuan bangsa.

Perbedaan tidak dijadikan tembok pemisah, melainkan jembatan untuk saling menguatkan dan memberi manfaat.

Muktamar NU Ke 35 memang bukan hanya tentang forum, sidang, dan keputusan. Dia juga tentang cerita-cerita kemanusiaan yang terjadi di luar ruang sidang. 10 ribu porsi bakso itu mungkin akan habis hari ini. Namun nilai yang ditinggalkannya akan terus hidup: bahwa persaudaraan tidak butuh banyak teori. Cukup dengan memberi, menyambut, dan menghargai.

Karena pada akhirnya, Islam Indonesia adalah Islam yang ramah. Yang diingat orang bukan bendera di dada kita, tapi seberapa besar kebaikan yang kita tinggalkan untuk sesama.***(Nesy)

Penulis: Nesy Faska Maulidia
Editor: IHA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button