Peradaban Islam dari Masa ke Masa, Berikut Islam Periode Klasik

NU Cilacap Online — Jejak peradaban Islam sejak kelahirannya, pada abad 6 masehi hingga kini (abad 21) dapat terbagi ke dalam tiga periode utama, yakni masa kenabian Rasulullah SAW atau masa klasik, masa pertengahan, dan masa modern. Peradaban Islam dari masa ke masa, Berikut Islam Periode Klasik.

Setiap periode menandakan perkembangan signifikan dalam aspek agama, politik, ilmu pengetahuan, serta kebudayaan. Inilah gambaran umum periode klasik mulai abad 6 hingga abad 12.

Periode Klasik (650 M –1250 M)

Pada periode ini banyak kalangan menganggap sebagai masa kelahiran, bahkan kejayaan Islam. Pada periode ini peristiwa paling utama bagi umat Islam bahkan dunia. Peristiwa bersejarah menandai dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Agama Islam lahir di Mekkah Jazirah Arab pada abad ke-6 Masehi, ditandai dengan penerimaan wahyu pertama oleh Nabi Muhammad SAW di Gua Hira Mekkah, sekitar tahun 610 Masehi. Nabi SAW pun memulai berdakwahnya di wilayah tersebut.

Peristiwa penting lainnya adalah hijrahnya Nabi SAW ke Madinah pada tahun 622 Masehi, yang menjadi titik awal penanggalan Hijriah dan memperkuat landasan Islam.

Mekkah dan Madinah

Mekkah (Makkah) sebagai tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW dan lokasi turunnya wahyu pertama. Adapun Madinah (Yathrib) adalah Kota tujuan hijrah yang menjadi pusat kekuatan politik dan sosial Islam.

Di Mekkah, Nabi Muhammad SAW lahir pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah (disebut karena serangan pasukan gajah yang gagal ke Mekkah)

Kelahiran Nabi SAW merupakan peristiwa penting yang diperingati oleh umat Islam seluruh dunia sebagai Maulid Nabi SAW, atau Muludan.

Adapun beberapa sumber menyebutkan bahwa tanggal kelahiran Nabi SAW pada 12 Rabiul Awal Tahun Gajah bertepatan dengan hari Senin Manis, 20 April 571 Masehi.

Ayah Nabi Muhammad SAW, Abdullah bin Abdul Muthalib, wafat saat ibunda Nabi, Aminah binti Wahab sedang mengandung beliau, tepatnya ketika kehamilan baru berusia sekitar dua bulan, menjadikan Nabi Muhammad yatim sejak dalam kandungan, dan yatim piatu setelah ibunya wafat pada usia enam tahun.

Nabi SAW menjadi Yatim Piatu Sejak usia 6 tahun, Nabi pun diasuh oleh kakeknya (Abdul Muthalib) hingga kakeknya meninggal, kemudian diasuh pamannya (Abu Thalib).

Tahun Kenabian

Tahun 610 M diketahui sebagai tahun kenabian Nabi Muhammad SAW, beliau menerima wahyu pertama (Surat Al-Alaq ayat 1-5) pada usia 40 tahun (sekitar 39 tahun 3 bulan 20 hari menurut kalender masehi) di Gua Hira, yang terjadi pada tanggal 17 bulan Ramadan sekitar tahun 610 M, menandai awal kenabiannya dan dimulainya turunnya Al-Qur’an secara berangsur-angsur.

Hijrah Pertama Nabi SAW

Peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW dan para pengikutnya dari Mekkah ke Madinah terjadi pada tahun 622 Masehi. Peristiwa ini merupakan tonggak sejarah penting dalam perkembangan Islam, dan menandakan umat Muslim yang berdaulat. Hijrah Nabi SAW menjadi penanda dimulainya penanggalan kalender Hijriah.

Di Madinah, Nabi SAW wafat, dalam usia 63 tahun. Pada hari Senin, 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriah, yang dalam penanggalan Masehibbertepatan dengan tanggal 8 Juni 632 M, di kediaman istrinya, Aisyah RA.

Masa Khulafaur Rasyidin

Setelah wafatnya Nabi, kepemimpinan dilanjutkan oleh empat khalifah utama yakni Abu Bakar Asshidiq, Umar bin Khotob, Utsman Bin Affan, Ali Bin Abi Tholib.

Keempat sahabat Nabi SAW terus melakukan ekspansi wilayah Islam secara signifikan dan mengumpulkan Al-Qur’an dalam satu mushaf standar.

Masa Khulafaur Rasyidin ini berlangsung sekitar 30 tahun, dari tahun 11 H (632 M hingha 40 H (661 M). Berikut rincian tahun kepemimpinan masing-masing khalifah:
  • Abu Bakar Ash-Shiddiq: 11 H (632 M) – 13 H (634 M) (sekitar 2 tahun). 
  • Umar bin Khattab: 13 H (634 M) – 23 H (644 M) (sekitar 10 tahun 6 bulan). 
  • Utsman bin Affan: 23 H (644 M) – 35 H (656 M) (sekitar 12 tahun). 
  • Ali bin Abi Thalib: 35 H (656 M) – 40 H (661 M) (sekitar 4 tahun 9 bulan), berakhir dengan pembunuhan beliau. 

Periode Dinasti Umayyah (661–750 M)

Dinasti Umayyah (661–750 M) dipimpin oleh total 14 khalifah selama berpusat di Damaskus. Pendiri sekaligus pemimpin pertamanya adalah Muawiyah bin Abu Sufyan, sementara pemimpin terakhirnya sebelum runtuh adalah Marwan bin Muhammad (Marwan II).
  Berikut ini daftar khalifah Dinasti Umayyah berdasarkan urutan masa jabatannya: 
  1. Muawiyah bin Abu Sufyan (661–680 M) — Pendiri dinasti.
  2. Yazid bin Muawiyah (680–683 M).
  3. Muawiyah bin Yazid (683–684 M).
  4. Marwan bin al-Hakam (684–685 M).
  5. Abdul Malik bin Marwan (685–705 M).
  6. Al-Walid bin Abdul Malik (705–715 M).
  7. Sulaiman bin Abdul Malik (715–717 M).
  8. Umar bin Abdul Aziz (717–720 M) — Terkenal karena keadilan dan kesalehannya.
  9. Yazid bin Abdul Malik (720–724 M).
  10. Hisyam bin Abdul Malik (724–743 M).
  11. Al-Walid bin Yazid (743–744 M).
  12. Yazid bin al-Walid (744 M).
  13. Ibrahim bin al-Walid (744 M).
  14. Marwan bin Muhammad (744–750 M) — Pemimpin terakhir di Damaskus. 
Dinasti ini bertransisi dari sistem pemilihan musyawarah (Khulafaur Rasyidin) menjadi sistem monarki atau kekuasaan turun-temurun.

Masa Dinasti Abbasiyah (750–1258 M)

Masa Dinasti Abbasiyah (750–1258 M) dipimpin oleh total 37 khalifah selama kurun waktu lebih dari lima abad. 
Beberapa pemimpin utama yang paling berpengaruh meliputi:
  • Abul Abbas As-Saffah (750–754 M): Pendiri sekaligus khalifah pertama Dinasti Abbasiyah.
  • Abu Ja’far Al-Mansur (754–775 M): Khalifah kedua yang dikenal sebagai peletak dasar sistem pemerintahan dan pendiri kota Baghdad sebagai ibu kota.
  • Harun Ar-Rasyid (786–809 M): Membawa dinasti ke puncak kejayaan peradaban, ilmu pengetahuan, dan ekonomi.
  • Al-Ma’mun (813–833 M): Sangat mementingkan pengembangan ilmu pengetahuan melalui penerjemahan karya-karya asing dan pembangunan lembaga.
  • Al-Musta’shim (1242–1258 M): Khalifah terakhir di Baghdad yang kekuasaannya berakhir setelah kota tersebut dihancurkan oleh pasukan Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan. 
Pemerintahan ini berpusat di Baghdad dan secara bertahap mengalami periode transisi kekuasaan secara de facto ke tangan dinasti lain seperti Bani Buwaihi dan Bani Saljuk sebelum akhirnya runtuh pada tahun 1258 M. 
Periode masa Dinasti Abbasiyah ini menjadi sejarah puncak kejayaan ilmu pengetahuan Islam (Golden Age of Islam). Dengan kemajuan pesat terjadi di bidang matematika, astronomi, kedokteran, kimia, dan filsafat.
Maka didirikannya perpustakaan besar seperti Baitul Hikmah yang menjadi pusat kajian dan penerjemahan ilmu pengetahuan dari berbagai peradaban. (IHA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button