Musker ke-2 MWCNU Karangpucung, Peningkatan Kinerja Organisasi

NU Cilacap Online – Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Karangpucung sukses menyelenggarakan Musyawarah Kerja (Musker) 2 pada Kamis, (29/05/2025). Bertempat di MTs Nurul Huda Karangpucung

Ketua Tanfidziyah MWCNU Karangpucung, Kiai Kusnandar, M. Ag menyampaikan tujuan dilaksanakannya Musker adalah untuk meningkatkan kinerja dan kegiatan organisasi. Serta konsolidasi MWCNU dengan Pengurus Ranting dan Badan Otonom (Banom) NU

“Nanti kita akan bahas bersama terkait program kerja MWCNU yang sudah dan belum terlaksana selama kepengurusan periode 2022 – 2027 melalui sidang komisi. Mengingat masa kepengurusan yang tersisa 2 tahun lagi, semoga program yang belum dilaksanakan bisa terealisasi. Adapun jika tidak, akan diteruskan oleh kepengurusan yang akan datang. Dan hasil daripada Musker ini bisa disampaikan di ranting masing-masing, sehingga kekurangan yang ada akan kita perbaiki secara bersama-sama” tuturnya

Musker Tingkatan Tertinggi kedua  Setelah Konferensi

Sementara Wakil Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cilacap, Ir. Khatim Sam’ani menjelaskan bahwa Musker ini termasuk tingkatan tertinggi kedua setelah konferensi yang merupakan penjabaran atau langkah-langkah konkrit yang harus dilakukan, karena banyak program yang dicanangkan saat konferensi dalam waktu lima tahun, sehingga harus dipisah-pisah menjadi beberapa tahapan.

“Kami mengharapkan program-program yang masih belum dilaksanakan, belum mendapatkan alokasi, baik anggaran, tempat, peserta, pemateri, dan sebagainya untuk bisa disiasati, dan diprioritaskan. Terutama program-program yang bersinergi dengan Pengurus Cabang, karena kemarin sudah disampaikan renstra Cabang yang harus dijalankan, baik oleh Pengurus Cabang, Lembaga tingkat Cabang, Pengurus MWC maupun Ranting dan Lembaga Perwakilan maupun Banom,” tutur Kiai Khatim

“Ini harus menjadi satu rangkaian yang harmonis, sehingga program-program cabang tidak hanya diselenggarakan oleh Cabang, tapi juga sampai pada pendataan, pembinaan di unit-unit yang kita miliki, madrasah-madrasah atau sekolah, pondok pesantren atau program yang lain yang menghasilkan seperti Lazisnu ini harus kita sinkronkan,” lanjutnya

Kiai Khatim menerangkan perwakilan lembaga yang belum lama dilantik, ini merupakan alat dari pada MWCNU dalam menjalankan program-program kerjanya. Akan tetapi, periode perwakilan lembaga ini sampai tahun 2029.

Sehingga, pada saat konferensi MWCNU di tahun 2027 mendatang, perwakilan lembaga masih menjalankan tugasnya sampai terlaksananya reorganisasi 2029 di Tingkat Cabang

Peserta Musker ke-2 MWCNU Karangpucung

NU Jam’iyyah Diniyah Islamiyah Ijtima’iyyah

Dalam pembinaan dan pengarahannya, Kiai Khatim menegaskan apa yang menjadi kehidupan kita, bahwa Jam’iyyah Nahdlatul Ulama sudah dideklarasikan menjadi Jam’iyyah Diniyah Islamiyah Ijtima’iyyah.

Jam’iyyah Diniyah adalah jam’iyyah yang mengurusi masalah Diniyah. Persoalan-persoalan keagaman, arah kebijakan organisasi, fatwa-fatwa dari organisasi ini adalah ada di tangan para kiai

“Seperti pada saat turba kemarin, Musker ini akan ada forum tanfidziyah dan forum syuriyah. Karena mulai beberapa periode terakhir PBNU mencanangkan program yang sangat penting, yaitu penguatan syuriyah. Jadi, pemilik atau legal standing atau personifikasi dari MWC adalah Syuriyah. Sedangkan Tanfidziyah adalah pelaksana dari kebijakan syuriyah,” tegas Kiai Khatim

Sedangkan Jam’iyyah Ijtima’iyyah adalah yang bersifat sosial kemasyarakatan atau upaya-upaya awal usahanya di bidang kemasyarakatan.

Inilah yang menjadi wilayah dari Tanfidziyah. Oleh karena itu, tugas Tanfidziyah melalui lembaga-lembaga ini sangat penting sekali. Untuk menghidupkan amal-amal usaha jam’iyyah Nahdlatul Ulama

Sinergitas Antar Lembaga MWCNU

Lebih lanjut, Kiai Khatim menyampaikan pentingnya sinkronisasi atau sinergitas antar lembaga dan banom, sehingga dalam musker ini sudah bukan lagi menghasilkan program, karena sudah ditetapkan saat konferensi.

Tetapi, menghasilkan kegiatan dan mengevaluasi program yang belum terlaksana untuk dipertimbangkan dalam konferensi yang akan datang.

Kiai Khatim memberikan motivasi dan dukungan kepada para peserta Musker serta menekankan pentingnya komitmen dan berkhidmah di NU untuk terus berkontribusi dan berjasa bagi organisasi Nahdlatul Ulama

Dalam pelaksanaan Musker ini dibagi menjadi Sidang Pleno Laporan Pertanggungjawaban (LPJ), Sidang Komisi, terdiri dari Komisi Syuriyah untuk Jajaran Rais & Katib Syuriyah Ranting.

Komisi Program Kerja untuk Ketua Tanfidz, Ketua Lembaga dan Ketua Banom, serta Komisi Organisasi Kelembagaan dan Keadministrasian (OKK) untuk Sekretaris Ranting, Lembaga, dan Banom. Serta Sidang Pleno Hasil Sidang Komisi.

Adapun Hasil dari Sidang Komisi Syuriyah adalah penguatan kesyuriyahan, dimana syuriyah merupakan pimpinan tertinggi Nahdlatul Ulama. Mesin utama yang harus membuat rumusan bagaimana NU kedepan.

Dalam sidang syuriyah, terdapat tiga topik utama yang dibahas, yaitu Lembaga Bahtsul Masail, Lailatul Ijtima’, dan Jatman. Untuk Lailatul Ijtima’ MWCNU Karangpucung, dilaksanakan setiap satu bulan sekali, Hari Sabtu di Minggu Ketiga.

Dalam Komisi Program Kerja menyatakan dari 48 program kerja yang ada, akan dijalankan tersebar di 14 perwakilan lembaga selaku pelaksana program

Sementara untuk hasil dari sidang komisi, yaitu penekanan tentang administrasi dan penugasan operator masing-masing ranting dan lembaga dalam Sistem Informasi Pengelolaan NU (SIPNU).

Bersamaan dengan pelaksanaan Sidang Komisi, turut bermusyawarah para manager area UPZIS MWCNU Karangpucung dengan fokus mendorong penambahan Petugas Lapangan Penjemput Koin (PLPK) untuk mengcover daerah yang belum terjemput Koin NU agar terjadi penaikan Koin NU.

Penulis: Nessy Faska Maulidia

Editor: Khayaturrohman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button