Lakpesdam PBNU Apresiasi Inovasi Desa Sidaurip dalam Pelindungan PMI

NUCOM – Tim Lakpesdam PBNU melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Penguatan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Berbasis Komunitas (P2MI-BK) di Desa Sidaurip, Kecamatan Binangun, Kabupaten Cilacap, pada Jumat (10/7/2026).
Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau capaian program yang telah berjalan selama sekitar 10 bulan sekaligus memperkuat sinergi antara Lakpesdam PBNU, pemerintah desa, Satgas Demimas, dan masyarakat dalam membangun sistem pelindungan pekerja migran berbasis komunitas.
Project Manager Program P2MI-BK, Septi Ulandari, menyampaikan bahwa monitoring dan evaluasi dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pelaksanaan program di Desa Sidaurip.
Menurutnya, setelah 10 bulan berjalan, berbagai capaian yang telah dihasilkan perlu didokumentasikan sebagai bahan pembelajaran sekaligus dasar untuk memperkuat implementasi pada tahap berikutnya. Ia menambahkan, keterlibatan aktif pemerintah desa, Satgas Demimas, dan masyarakat menjadi modal penting dalam membangun pelindungan pekerja migran yang berkelanjutan.
Di sisi lain, Direktur Lakpesdam PBNU, Asrul Rahman, mengapresiasi berbagai inovasi yang telah dikembangkan oleh tim lokal bersama Pemerintah Desa Sidaurip. Ia mengungkapkan bahwa selama proses pendampingan, Lakpesdam PBNU banyak menerima cerita-cerita baik mengenai kegiatan inovatif yang lahir dari desa.
Salah satu capaian yang mendapat apresiasi khusus adalah keberadaan Sekretariat Satgas Demimas yang sekaligus difungsikan sebagai Pos Layanan Informasi dan Pengaduan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Menurut Asrul, keberadaan sekretariat tersebut menjadi bukti nyata komitmen desa dalam menghadirkan layanan pelindungan yang mudah diakses oleh calon PMI, PMI aktif, purna PMI, maupun keluarganya.
Sementara itu, Kepala Desa Sidaurip menyampaikan apresiasi atas kunjungan tim Lakpesdam PBNU dan pendampingan yang telah diberikan melalui Program P2MI-BK. Ia menilai program tersebut sangat relevan dengan kondisi Desa Sidaurip yang memiliki banyak warga bekerja sebagai PMI.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Pemerintah Desa Sidaurip selama ini telah memanfaatkan berbagai kegiatan rutin desa, termasuk forum kemasyarakatan dan pengajian, sebagai sarana efektif untuk menyosialisasikan migrasi aman, pemberdayaan PMI, serta pentingnya pelindungan bagi pekerja migran dan keluarganya. Dengan strategi tersebut, informasi mengenai prosedur bekerja ke luar negeri secara aman, hak-hak PMI, dan layanan pengaduan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Di akhir kegiatan, Lakpesdam PBNU berharap berbagai capaian dan praktik baik yang telah berkembang di Desa Sidaurip dapat terus diperkuat serta menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam mengembangkan sistem pelindungan PMI yang partisipatif, berbasis komunitas, dan berkelanjutan. (Ismah)





