Fatayat Nusawungu Gebyar Senam Fatayat Gesit; Meriahkan Satu Abad NU

NU CILACAP ONLINE – Pagi itu pendopo Balaidesa Banjarwaru semarak oleh kehadiran puluhan pemudi Fatayat NU. Dipandu seorang instruktur, mereka serempak bergerak dinamis melakukan senam Fatayat Gesit. Ini adalah rangkaian acara memperingati satu abad Nahdlatul Ulama inisiasi Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Nusawungu.
Dalam rangka memperingati 100 Tahun Nahdlatul Ulama, PAC Fatayat NU Nusawungu menyelenggarakan Gebyar Senam Fatayat Gesit pada Ahad (1/2/2026) di Balai Desa Banjarwaru.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Harlah ke-100 NU di tingkat Kecamatan Nusawungu.
Gebyar Senam Fatayat Gesit diikuti puluhan kader Fatayat NU se-Kecamatan Nusawungu dengan mengusung slogan “Gerakan Fatayat Aktif dan Produktif”.
Kegiatan ini bertujuan mengajak perempuan muda NU dan masyarakat untuk membiasakan pola hidup sehat dan bugar. Baca juga Lomba Senam Fatayat Gesit Jaga Kekompakan dan kebugatan
Dalam pelaksanaannya, PAC Fatayat NU Nusawungu bekerja sama dengan UPTD Puskesmas Nusawungu 1 dengan menghadirkan penyuluhan kesehatan serta pemeriksaan kesehatan gratis oleh tenaga medis.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias, tidak hanya dari peserta dan tamu undangan, tetapi juga warga sekitar.
Ketua PAC Fatayat NU Nusawungu, Sahabat Khoerotunnisa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Desa Banjarwaru selaku tuan rumah, UPTD Puskesmas Nusawungu 1, seluruh panitia, serta Sahabat Fatayat se-Kecamatan Nusawungu yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Baca juga PW Fatayat NU Jawa Tengah Luncurkan Senam Fatayat Gesit
“Fatayat NU tidak hanya bergerak di bidang ibadah ritual dan pengajian, tetapi juga aktif dalam berbagai sektor pemberdayaan perempuan, seperti ekonomi, kesehatan, pendidikan dan pelatihan, kesenian, hingga advokasi,” tegas Nisa.
“Senam Fatayat Gesit merupakan olahraga yang dirancang khusus untuk anggota Fatayat NU, bertujuan meningkatkan kebugaran jasmani, kesehatan, sekaligus mempererat silaturahmi. Gerakannya sopan, tidak erotis, dan sesuai dengan nilai-nilai syariat Islam,” tambahnya.
Lebih lanjut, Khoerotunnisa menjelaskan bahwa kolaborasi Fatayat NU dengan Puskesmas Nusawungu 1 merupakan bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan promotif, preventif, dan pemberdayaan.
Fatayat NU diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang menggerakkan kader di tingkat akar rumput untuk mendukung program kesehatan pemerintah.
Pada kesempatan yang sama, kegiatan juga diisi dengan Sosialisasi Koin NU oleh Manager Area UPZIS MWCNU Nusawungu.
Di hadapan ratusan peserta yang hadir, UPZIS MWCNU Nusawungu memaparkan berbagai program penghimpunan dan pendayagunaan dana untuk mendukung dakwah, kesejahteraan umat, serta program sosial kemasyarakatan lainnya.





