PWNU Jawa Tengah; NU Bukan Sekedar Klaim Identitas

NU CILACAP ONLINE – Wakil Katib Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah KH Mahsun mengajak seluruh warga NU untuk merenungkan kembali makna ber-NU. “NU bukan sekadar klaim identitas. NU adalah kesadaran kolektif untuk khidmah bersama menolong agama Allah,” tuturnya.
Hal ini dia sampaikan di hadapan puluhan ribu Nahdliyyin saat menghadiri Silaturahmi Akbar 10 ribu Kader dan Penggerak NU Cilacap, Sabtu (31/1/2026) di Lapangan Gandrungmangu Kecamatan Gandrungmangu Kebupaten Cilacap.
KH Mahsun mengingatkan bahwa kader NU yang memiliki tanggung jawab moral dan sosial.
“Dosa hukumnya bila kader dan penggerak NU tidak mengambil peran dalam menyelesaikan problem di tengah masyarakat,” tegasnya.
Dia menegaskan pentingnya persatuan dan soliditas organisasi dalam Silaturahmi . Dalam sambutannya, KH Mahsun menyinggung berbagai framing di media sosial terkait dinamika internal NU.
Dia menegaskan bahwa NU tetap aman sentosa atas izin Allah SWT, dan setiap persoalan organisasi harus diselesaikan secara arif dan berlandaskan musyawarah. baca juga Silaturahmi Akbar 10 Ribu Kader Momen Konsolidasi
“Kalau NU sepakat untuk tetap bersatu, maka semua bisa diselesaikan. Ibarat orang bertinju, ini hanya sekadar latihan untuk mengingat, bukan untuk saling melukai,” ujarnya.
KH Mahsun mengingatkan para kader agar tidak khawatir terhadap masa depan NU, karena NU telah disiapkan oleh Allah untuk terus hadir menjaga agama dan umat. Para kader dan penggerak NU diminta terus bergerak menguatkan visi dan misi organisasi demi li i‘lā’i kalimatillāh.
KH Mahsun juga mengapresiasi PCNU Cilacap yang dinilai sebagai salah satu yang terbaik dalam menyelesaikan persoalan organisasi secara dewasa dan bermartabat.
Menurutnya, setiap manusia pasti memiliki kekurangan dan kekhilafan, sehingga dibutuhkan sikap saling memahami dan berlapang dada.
Lebih lanjut dia menegaskan bahwa loyalitas tanpa batas kepada ulama dengan prinsip sami‘nā wa aṭa‘nā merupakan kunci kekuatan NU, sebagaimana menjadi pedoman Banser sebagai barisan serbaguna.
Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh kader untuk tidak merasa lelah dan berat berjuang di NU.
“Siapa yang merasa berat berkhidmah di jalan Allah melalui panji NU, berarti belum diberi kesempatan berkhidmah dengan tulus. Mari kita jaga NU agar terus memberi manfaat, sebagaimana dawuh khairukum anfa‘uhum linnās,” pungkasnya.





