Trending

Mengenal Jenjang Kaderisasi di IPNU dan IPPNU

NU CILACAP ONLINE – Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) yang merupakan organisasi badan otonom terpisah berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU) memiliki tiga jenjang kaderisasi (pengkadran) Formal dan 2 jenjang kaderisasi non Formal.

Adapun jenjang pengkaderan di IPNU IPPNU adalah sebagai berikut :

Kaderisasi Formal

1.Masa Kesetiaan Anggota (Makesta)

Makesta adalah jenjang pengkaderan sebagai wahana untuk mengantar calon anggota IPNU dan IPPNU untuk belajar dari hidup secara individual menuju kehidupan sosial. Makesta menjadi gerbang pertama seorang untuk menjadi anggota IPNU dan IPPNU.

Melalui Makesta, seorang calon anggota IPNU dan IPPNU akan diperkenalkan dengan kehidupan berorganisasi, memahami dan menerima perbedaan pendapat secara terbuka serta dasar-dasar organisasi NU, paham Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) dan paham ke-IPNU dan IPPNU-an.

Makesta dapat diselenggarakan di tingkat Pimpinan Ranting (PR), Pimpinan Komisariat (PK) maupun Pimpinan Anak Cabang (PAC). Melalui makesta ini, diharapkan calon anggota IPNU dan IPPNU mampu menyadari tugas dan tanggung jawabnya, menyadari pentingnya berorganisasi serta memiliki motivasi yang tinggi untuk mengikuti jenjang pengkaderan berikutnya.

Makesta juga sebagai wahana membina generasi muda bangsa. Di samping itu, pendidikan dini tentang pentingnya berorganisasi dan penanaman ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jamaah.

Mereka kelak akan menjadi bagian untuk mengembangkan ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jamaah di masa yang akan datang. Karena para santri dan pelajar lah kaderisasi Nahdlatul Ulama dan kelestarian ajaran Islam Ahlussunnah Wal Jamaah dipertaruhkan.

2.Latihan Kader Muda (Lakmud)

Lakmud merupakan latihan kader tingkat pertama, yang ditekankan pada pembentukan watak, dorongan untuk mengembangkan diri dan meningkatkan rasa memiliki organisasi.

Lakmud bersifat penggalian bakat dan penyaringan kader yang diharapkan dapat menghasilkan calon pemimpin dan aktivis organisasi untuk mendukung program organisasi di berbagai sektor.

3.Latihan Kader Utama (Lakut)

Lakut merupakan latihan kader tingkat ke-3 yang berbentuk lokakarya pelatihan yang mengelola idealisme kader-kader utama dalam merancang dan mengembangkan sistem pelatihan IPNU dan IPPNU.

Lakut bertujuan untuk mencetak tenaga tenaga terampil dengan kualifikasi manajer dan sekaligus pelatih serbaguna pada semua latihan, baik dalam pelatihan instruktur maupun pelatihan pelatih.

Baca juga LAKMUD; Pengertian, Tujuan, Ketentuan, Syarat, Dan Materi

Kaderisasi Non Formal

1.Latihan Instruktur (Latin)

Pelatihan Instruktur merupakan Pelatihan bagi bagi kader muda IPNU yang telah mengikuti Makesta dan Lakmud serta memiliki kecenderungan untuk menjadi instruktur.

Latihan instruktur ini diharapkan mampu melahirkan kader instruktur yang memiliki kemampuan dan keterampilan dalam menjalankan tugas sebagai instruktur pada Makesta maupun Lakmud.

2.Latihan Pelatih (Latpel)

Pelatihan Pelatih merupakan Pelatihan bagi bagi kader muda IPPNU yang telah mengikuti Makesta dan Lakmud serta memiliki kecenderungan untuk menjadi pelatih.

Latihan pelatih ini diharapkan mampu melahirkan kader pelatih yang memiliki kemampuan dan keterampilan dalam menjalankan tugas sebagai pelatih pada Makesta maupun Lakmud.

Itulah jenjang kaderisasi IPNU dan IPPNU. Pengkaderan atau kaderisasi itu sendiri adalah salah satu hal terpenting yang harus dilaksanakan, mengapa? Karena untuk menjamin kelangsungan suatu organisasi seperti IPNU dan IPPNU dalam mencetak kader-kader yang akan melanjutkan perjuangan di masa depan. Semoga bermanfaat.

Baca juga Makesta: Pengertian, Tujuan, Output, Indikator dan SOP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button