Jangan Menafikan Jamaah, Inilah Sikap Petinggi PBNU Paska Islah

Jakarta, NU Cilacap Online — Jangan Menafikan Jamaah, inilah Sikap petinggi PBNU paska Islah, Hal itu mengemuka dalam gelaran rapat pleno jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), pada Kamis (29/1/2026) di Kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta.

Baca juga: Konflik Petinggi PBNU, Islah atau MLB?

Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar selaku pimpinan rapat pleno dengan mengundang seluruh pengurus PBNU hadir dalam rapat tersebut. Sayangnya, dalam Pleno itu tidak tampak Gus Yahya atau KH Yahya Cholil Staquf Cs.

Saat pleno berlangsung, Intinya, PBNU jangan sampai menafikan aspirasi jamaah.

Jauh sebelumnya, muncul sikap dari Pj Ketum PBNU KH Zulfa Mustofa yang dinilai ksatria, telah menyerahkan surat mengundurkan diri dari posisi pejabat sementara Ketum PBNU.

Baca juga: KH Zulfa Mustofa, Sosok Pj Ketum PBNU Pengganti Gus Yahya, Berikut Profilnya

Sebagaimana informasi, usai dilaksanakannya rapat konsultasi Syuriyah-Mustayar PBNU di Lirboyo pada tanggal 25 Desember 2026 yang lalu, KH Zulfa sudah mengirimkan surat penyerahan mandat (pengunduran diri) sebagai Pj Ketum PBNU.

Pj Ketum PBNU, KH Zulfa berkenan mundur demi kebersamaan. Namun surat itu belum ditanggapi Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.

Maka dalam rapat Pleno, mengingat dan menimbang ada sejumlah alasan pengunduran diri KH Zulfa Mustofa. Pertama, karena ketawadlu’an dan kepatuhan kepada para kiai sepuh. Kedua, agar Rais Aam lebih mudah mengambil keputusan organisasi.

Khususnya untuk memberikan kembali jabatan Ketua Umum PBNU kepada KH Yahya Cholil Staquf tanpa ada persoalan dualisme kepemimpinan lagi. Sehingga jalan islah menjadi mulus.

Adapun menurut Kiai Zulfa, jabatan struktural NU itu bukanlah hal yang penting, namun yang lebih utama adalah pengabdian atau perkhidmatan kepada NU dengan tetap menjunjung tinggi marwah para Kiai dan supremasi ulama di dalam organisasi NU.

“Karena nilai-nilai keulamaan adalah ruh bagi kehidupan NU,” terang Kiai Zulfa.

Rapat pleno menghasilkan pandangan bahwa seluruh jabatan kembali seperti semula. Posisi Sekjend PBNU tetap di tangan Gus Ipul (Saifullah Yusuf), demikian yang lain mengikuti.

Kesimpulan Pleno PBNU pun tak kalah tegas. Pertama, KH Yahya Cholil Staquf mau minta maaf. Kedua, Rais Aam menerima surat pengunduran dari Pj Ketum PBNU. Ketiga, upaya mengembalikan Ketum PBNU kepada KH Yahya Cholil Staquf. Keempat, PBNU akan menggelar Konbes dan Munas pada April 2026. Kelima, Muktamar ke-35 NU digelar pada Juli-Agustus 2026. (IHA)

Baca juga: Muktamar PBNU akan Digelar Secepatnya, Berikut Hasil Keputusan Rapat Konsultasi Syuriyah PBNU

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button