Edukasi Generasi Muda Sadar Migrasi Aman, Lakpesdam PBNU, Gelar PIPK dan Teken MOU

NUCOM, Kroya —- Memutus mata rantai pekerja migran nonprosedural harus dimulai dari hulu. Bertempat di SMA Maarif Kroya, Kabupaten Cilacap, kegiatan Penguatan Informasi Pra Keberangkatan (PIPK) ke Luar Negeri berlangsung. Pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Kesadaran itulah yang mendorong Lakpesdam PBNU menggandeng Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan GIZ Jerman untuk menyapa langsung generasi muda di sekolah.
Hal ini bagian dari Program Penguatan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Berbasis Komunitas (P2MI-BK) yang diprioritaskan di Cilacap.
100 Pelajar Dibekali Pengetahuan Migrasi Aman
Rangkaian dibuka dengan Sosialisasi dan Edukasi Migrasi Aman ke Luar Negeri yang diikuti 100 siswa SMA Maarif Kroya.
Sebagai narasumber utama hadir Zakiyah Muhiriyati, Koordinator Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Cilacap. Dalam pemaparannya, Zakiyah mengingatkan tiga hal penting: prosedur resmi bekerja ke luar negeri, hak-hak dasar pekerja migran, dan cara mengenali modus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang kerap menyasar lulusan SMA/SMK.
“Jangan sampai cita-cita kalian bekerja di luar negeri justru menjerumuskan pada praktik ilegal. Pahami jalurnya, pahami haknya, dan pastikan lewat pintu resmi,” tegas Zakiyah di hadapan para siswa.
Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan keberanian bertanya dan semangat mencari informasi yang benar sebelum mengambil keputusan merantau.
Teken MoU: Sekolah dan Kampus Jadi Garda Depan
Momentum edukasi ini juga dimanfaatkan untuk meresmikan kerja sama strategis. Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Cilacap menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan dua lembaga:
1. SMA Maarif Kroya
Fokus kerja sama yaitu pada penguatan saluran informasi dan edukasi migrasi aman di lingkungan sekolah. Guru BK dan OSIS akan dilatih menjadi duta informasi.
2. LP2M Universitas Nahdlatul Ulama Al Ghazali (UNUGHA) Cilacap
Fokus kerja sama yakni pendorong riset, pendampingan masyarakat, dan pengabdian berbasis komunitas terkait isu pekerja migran.
Kepala LP2M UNUGHA Cilacap, Fahrur Rozi, menyebut kampus siap menerjunkan mahasiswa untuk riset dan pendampingan di desa-desa kantong migran.
Sementara Fathurrohman, Kepala SMA Maarif Kroya, berkomitmen menjadikan edukasi migrasi aman sebagai materi ekstrakurikuler wajib.
Sinergi dari Akar Rumput
Hadir dalam kegiatan ini Ismah, Ketua Lakpesdam PCNU Cilacap, perwakilan Disnakerin Cilacap, jajaran guru, dan undangan.
Ismah menegaskan, sinergi NU, pemerintah, akademisi, dan lembaga internasional ini adalah bentuk nyata pelindungan dari tingkat paling bawah.
“Kalau anak-anak kita sudah paham sejak bangku sekolah, maka Cilacap bisa melahirkan pekerja migran yang berdaya, terhormat, dan aman. Bukan korban,” ujarnya.
Melalui P2MI-BK, Lakpesdam PBNU berharap Kabupaten Cilacap menjadi contoh daerah yang berhasil membangun ekosistem informasi migrasi aman. Dimulai dari kelas, dilanjutkan ke keluarga, hingga ke desa.
Karena melindungi pekerja migran, sejatinya dimulai dengan melindungi mimpi anak bangsa agar tidak tertipu.*** (IHA)
Baca juga: Lakpesdam NU Cilacap Perkuat Satgas Demimas: Wujud Khidmah Melayani Kemaslahatan Umat





