Banjir Wanareja, LPBINU Cilacap Turun Tangan, Mengerahkan Bantuan

WANAREJA, NU Cilacap Online – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Wanareja, Cilacap, memicu terjadinya bencana banjir. Kondisi ini membangkitkan Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahlatul Ulama (LPBINU) Cilacap untuk turun tangan melakukan aksi peduli banjir dengan mengerahkan bantuan.

Hingga Senin (24/11/2025), terpantau banjir masih menggenang tiga desa. Yakni Tarisi, Madura dan Sidamulya. Ribuan rumah terdampak banjir dan ratusan warga harus mengungsi ke rumah keluarga maupun tetangga.

Ketua LPBINU Cilacap Basit Wahib Abdullah Assyayid, mengutarakan hujan deras selama sepekan dengan durasi panjang, sejak Senin hingga Minggu (17-23/11) hal itu memicu terjadinya banjir.

“Ditambah debit aliran sungai meninggi sehingga banjir belum menunjukkan penyurutan signifikan, meskipun sore tadi tidak turun hujan,” kata Basit dalam keterangannya, Senin (24/11) malam.

Banjir Tarisi

Banjir Desa Tarisi, melanda tiga Dusun Cikaronjo, Rangkasan, dan Sidadadi. Total 841 rumah dengan 1.915 jiwa terdampak genangan air.

Ketinggian air mencapai 15-80 cm di halaman warga, sementara di dalam rumah mencapai 50 cm.

Banjir Madura

Sementara Banjir di Dusun Purwasari Desa Madura terdapat 55 KK dengan total 135 jiwa terdampak, 32 rumah terendam dengan ketinggian dari 20-70 cm.

“Warga mengungsi sejumlah 32 KK atau 96 jiwa ke rumah saudara. Area jalan dan sawah tergenang hingga antara 20 cm-200 cm.” terang Nur Sidiq Kades Madura.

Pemdes Madura, lanjutnya, telah menyalurkan nasi bungkus untuk warga yang mengungsi. Adapun perahu polyethylene BPBD digunakan untuk distribusi logistik.

Dusun Margasari terdapat 135 KK atau 435 jiwa terdampak, 125 rumah diantaranya terendam banjir dengan kedalaman sekitar 20-50 cm. Genangan di sawah mencapai 150 cm.

“Penghuni rumah terendam sejumlah 435 jiwa mengungsi ke tempat aman seperti ke tempat saudaranya atau warga sekitar yang tidak terdampak,” ujarnya.

Selain itu, alat berat dari BBWS Citanduy juga dikerahkan untuk membersihkan sampah yang menyumbat pintu air.

“Kini debit Sungai Cibaganjing mulai surut sehingga banjir di Desa Madura perlahan mulai turun hingga 20-30 cm,” ujarnya Selasa (25/11).

Banjir Sidamulya

Sementara Banjir Desa Sidamulya cukup luas sebanyak 43 rumah terendam dan 210 rumah tergenang di enam dusun yakni: Mekarsari, Margosari, Margodadi, Cibeureum, Sidodadi, dan Bakung.

Ketinggian air bervariasi hingga mencapai 60 cm di jalan dan halaman, sementara genangan masuk rumah mencapai 5-30 cm.

“Sejumlah 15 KK atau 35 jiwa mengungsi sementara ke rumah keluarga terdekat. Genangan air merendam rumah warga Sidamulya karena luapan Sungai Cikawung dan Citanduy. Kondisinya belum stabil,” terang Mujaki warga setempat dan juga Kepala MTs Al Ikhsan Sidamulya.

“Meski begitu, beberapa warga memilih bertahan di rumah. NU Peduli Kemanusiaan Cilacap telah mengirim satu unit perahu polyethylene untuk mobilitas warga terdampak banjir,” akunya.

Bantuan NU Peduli Cilacap

Koordinator Dapur Umum Bencana Banjir Sidamulya, Wanareja, Cilacap Amalia Solihati mengaku NU Peduli Cilacap bergerak cepat merespons adanya bencana banjir yang terjadi di wilayahnya, Sidamulya, Wanareja.

“Begitu mendapat berita banjir, dengan sigap penanganan darurat bencana langsung mereka kerjakan, mulai dari evakuasi, pendirian posko, pemenuhan logistik, pendirian dapur umum, hingga pelayanan medis di lokasi bencana,” akunya.

Selain itu, lanjut Amalia, NU Peduli Cilacap telah mengerahkan bantuan berupa pemberian sembako, dan perlengkapan sandang, serta layanan medis darurat serta dukungan moral.

Pantauan NUCOM di lapangan bahwa aksi kemanusiaan NU Peduli terhadap banjir merupakan kegiatan tanggap bencana yang melibatkan berbagai elemen NU seperti NU Care-LAZISNU, LPBI, Fatayat, Banser, dan IPNU-IPPNU mereka saling berjibaku menyalurkan bantuan, melakukan evakuasi, hingga membantu pemulihan pascabanjir. (IHA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button