Tarhim Ramadhan, Perkuat Iman, Dayeuhluhur Sambut Pembangunan Bendungan Matenggeng

NU Cilacap Online — Tarawih keliling dan Silaturahmi atau disebut tarhim menjadi momentum silaturahmi antara pemerintah, pemerintah desa, unsur Forkopimcam, serta masyarakat dalam menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H. Tarhim Ramadhan, Perkuat Iman, Dayeuhluhur Sambut Pembangunan Bendungan Matenggeng.
Suasana malam yang penuh keberkahan terasa semakin hangat dengan kehadiran jamaah yang memadati Masjid Nurul Huda, Dusun Cikadu, Desa Bingkeng, Kecamatan Dayeuhluhur, Cilacap
Malam itu tarhim putaran ke-3 tingkat Kecamatan Dayeuhluhur ini disambut Kepala Desa Bingkeng, Wartono, bahwa di wilayah Desa Bingkeng terdapat 16 tempat ibadah, baik mushalla maupun masjid, yang aktif digunakan masyarakat untuk meningkatkan iman dan takwa, terutama dalam mengisi ibadah di bulan suci Ramadhan 1447 H.
“Keberadaan tempat ibadah tersebut menjadi pusat pembinaan spiritual, pendidikan agama, serta penguatan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.” Terangnya dalam forum silaturahmi tarhim usai melaksanakan shalat tarawih berjamaah.
Dia berharap seluruh elemen masyarakat terus memakmurkan masjid dan mushalla sebagai benteng moral dan spiritual generasi penerus.
Lebih lanjut, Wartono juga menyampaikan bahwa wilayah ini ke depan berpotensi tergenang seiring rencana pembangunan Bendung Matenggeng. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk bersiap, tidak hanya secara fisik namun juga secara batin.
“Mari kita tata hati untuk mendukung program negara ini, karena pada dasarnya tujuannya untuk kemajuan masyarakat dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.
Dia menekankan bahwa setiap kebijakan pembangunan tentu memiliki visi besar untuk kesejahteraan bersama, meskipun dalam prosesnya memerlukan kesiapan dan pengorbanan.
Terkait pembangunan Bendung Matenggeng, disampaikan bahwa rencana tersebut telah bergulir sejak lama, bahkan beberapa kali mengalami kendala, terutama dalam proses pembebasan lahan. Ke depan, akan kembali dilakukan rembug atau musyawarah lanjutan pada tahun mendatang guna mencari solusi terbaik.
Lokasi rencana pembangunan pun disebutkan mengalami perubahan yang lebih maju dari rencana sebelumnya. Semua proses ini diharapkan dapat berjalan dengan musyawarah mufakat dan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat.
Camat Dayeuhluhur Eman Suherman, menyampaikan bahwa Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan wujud nyata kedekatan pemerintah dengan masyarakat.
Camat asli orang Dayeuhluhur ini mengenang masa kecilnya saat mendengar ungkapan dari kakek neneknya,
“Isukan mah aya bendungan.” Ungkapan tersebut menjadi memori yang membekas, karena dahulu telah direncanakan sejak era Presiden Soekarno. Artinya, wacana pembangunan bendungan ini bukan hal baru, melainkan cita-cita lama yang terus diperjuangkan hingga kini.
Dalam kesempatan itu juga disampaikan ungkapan lama yang sarat makna: “Jebolna aya tilu kali: Banjar jadi banjir, Panulisan tinggal jadi tulisan, sementara Langen jadi daerah lautan atau genangan cai.” Ungkapan tersebut menggambarkan dampak besar yang mungkin terjadi apabila pembangunan bendungan terealisasi. Namun semua itu hendaknya disikapi dengan bijak, dengan tetap memohon perlindungan dan bimbingan Allah SWT agar setiap perubahan membawa kebaikan, bukan musibah.
Turut hadiri tarhim dari unsur Forkopimcam, di antaranya Camat Dayeuhluhur, Sekretaris Kecamatan, Kasi Tata Pemerintahan, Kepala Bagian Umum, Kepala Bagian Kesejahteraan, Korcam Pendamping Desa, serta perwakilan dari TNI, Polri, Puskesmas, Korwil Pendidikan, dan KUA Kecamatan Dayeuhluhur. Turut serta hadir dari unsur MWCNU, dan MUI Dayeuhluhur sebagai narasumber pengisi kultum.
Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan sinergitas dan kebersamaan dalam membangun wilayah, baik dari sisi pembangunan fisik maupun pembinaan spiritual masyarakat.
Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap kemakmuran masjid, Tim Kecamatan Dayeuhluhur menyerahkan bingkisan kepada BKM Masjid Nurul Huda Cikadu yang diterima langsung oleh Kiai Ismail selaku Imam Masjid. Penyerahan bingkisan tersebut menjadi simbol kebersamaan dan perhatian pemerintah terhadap sarana ibadah yang menjadi pusat aktivitas keagamaan masyarakat.
Dalam penutupnya, Camat menyampaikan harapan agar Ramadhan 1447 H menjadi momentum memperkuat persatuan dan meningkatkan kualitas ibadah. Ia juga menegaskan bahwa selama ini Kecamatan Dayeuhluhur senantiasa dijauhkan dari berbagai bencana, dan hal tersebut tidak lepas dari doa-doa yang terus dipanjatkan oleh seluruh masyarakat.
“Dayeuhluhur selalu aman dari bencana, semua itu atas doa-doa yang kita panjatkan bersama,” ungkapnya.
Kegiatan tarhim malam itu ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan, keselamatan, serta kelancaran setiap program pembangunan yang direncanakan. Semangat kebersamaan yang terjalin di Masjid Nurul Huda Dusun Cikadu menjadi bukti bahwa Ramadhan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang memperkuat silaturahmi, membangun komunikasi, dan menumbuhkan optimisme menghadapi masa depan.
Agenda Tarhim Ramadhan 1447 H Kecamatan Dayeuhluhur diharapkan semakin mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menjadi ruang dialog yang menyejukkan dalam menyikapi setiap dinamika pembangunan.
Dengan iman yang kuat, hati yang tertata, dan doa yang terus dipanjatkan, masyarakat Dayeuhluhur siap menyongsong masa depan yang lebih maju, penuh manfaat, serta tetap dalam lindungan Allah SWT. (Adi/IHA)





