Rakerwil PBN Jateng Ruang Konsolidasi Gerakan Literasi

NU CILACAP ONLINE – Pasca pengukuhan oleh Penasehat Prof. KH. Nazaruddin Umar, Pengurus Pojok Baca Nahdiyin (PBN) Wilayah Jawa Tengah langsung tancap gas dengan menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) yang dirangkaikan dengan pengukuhan PBN Cabang Banyumas. Kegiatan berlangsung khidmat di Pondok Pesantren Anto Jamil Tebu Ireng, Sokaraja, Banyumas.

Acara dibuka oleh Penasehat Pojok Baca Jateng, Dr. KH. Saeful Mujab, MA, yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, ia sekaligus mengukuhkan kepengurusan PBN Cabang Banyumas.

Dalam sambutannya, Saeful Mujab menegaskan bahwa Pojok Baca Nahdiyin bukan sekadar ruang baca yang statis, melainkan harus menjadi ruang konsolidasi dan pusat gerakan budaya literasi.

“Pojok Baca Nahdiyin bukan hanya tempat membaca, tetapi ruang konsolidasi sekaligus gerakan budaya membaca. Dari sinilah lahir masyarakat yang cerdas dan kritis,” tegasnya.

Rakerwil Pojok Baca Nahdliyyin (PBN) Jawa Tengah (10/2/2026)

Menurutnya, gerakan literasi yang terstruktur dan berbasis nilai-nilai Aswaja akan menjadi kekuatan penting dalam membangun masyarakat yang tidak mudah terombang-ambing oleh arus informasi yang belum tentu benar. Baca juga Menang Nazarudin Umar Kukuhkan Pojok Baca Nahdliyyin Jawa Tengah

Sementara itu, Ketua PBN Wilayah Jawa Tengah menyampaikan bahwa kehadiran Pojok Baca Nahdiyin merupakan bagian dari gerakan kultural untuk mengembangkan Islam moderat, Islam rahmatan lil ‘alamin, serta nilai-nilai ekoteologi dan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) melalui literasi. Baca juga Pojok Literasi Masjid Tekan Rendahnya Minat Baca Anak

Ia menyoroti kondisi literasi digital saat ini yang kerap didominasi kepentingan popularitas dan viralitas semata. Kebenaran sebuah konten, menurutnya, sering kali tidak lagi diukur dari substansi dan kedalaman isinya, melainkan dari seberapa cepat dan luas ia menyebar.

“Ini menjadi keprihatinan kita bersama. Literasi Aswaja di ruang digital masih sangat minim. Karena itu, PBN hadir sebagai bentuk perlawanan kultural—menguatkan narasi Islam moderat dan nilai Aswaja yang berbasis ilmu, bukan sekadar sensasi,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, PBN Jawa Tengah menargetkan konsolidasi kepengurusan di seluruh kabupaten/kota rampung pada awal 2027.

Gerakan ini juga diarahkan untuk menghadirkan Pojok Baca Nahdiyin di berbagai titik strategis, mulai dari madrasah, masjid, pondok pesantren, hingga TPQ.

Target besarnya jelas, menjadikan Jawa Tengah sebagai basis literasi Aswaja yang kuat dan berkelanjutan.

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Umum PBN Pusat Gus Arief Budiman, Kepala Kantor Kemenag Banyumas Ibnu Asaddudin, Ketua PCNU Banyumas KH Imam Hidayat, Sekretaris PW Kanwil Kemenag H Aryo Subroto, serta seluruh jajaran pengurus wilayah PBN Jawa Tengah.

Dengan semangat konsolidasi dan penguatan literasi, Pojok Baca Nahdiyin Jawa Tengah optimistis menjadi motor penggerak perubahan kultural, membangun masyarakat yang religius, moderat, dan literat di tengah tantangan era digital.

Kontributor : Budi Ariwibowo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button