Trending

Pohon Sahabi, “Sahabat” Nabi Muhammad Yang Masih Hidup

Pohon Sahabi, Sahabat Nabi Muhammad ﷺ Yang Masih Hidup Hingga Sekarang, kini telah berusia lebih dari 14 abad, Ia menjadi satu-satunya ‘sahabat’ Rasulullah Muhammad SAW yang hingga kini masih hidup.

‘Sahabat’ Rasulullah itu adalah sebuah pohon yang diberi nama Pohon Sahabi dan atau dalam istilah orang barat disebut The Blessing Tree.

Pohon Sahabi Masih Hidup

Pohon Sahabi itu berada di daerah gurun Baqawiyah sekitar 50 Km dari utara pusat Kota Amman, Ibukota Jordania. Letak keberadaan Pohon Sahabi tepat diititik poros jalur sutra (perniagaan) dari perbatasan Hijaz (Saudi Arabia) sekitar 50 Km, Syam 200 Km dan Iraq 50 Km.

Dikala musim dingin Pohon Sahabi akan merontokkan daunnya, berguguran. Hidup tanpa daun, dan yang tampak hanyalah batang dan rerantingnya saja. Namun dikala musim panas Pohon Sahabi daunnya akan tumbuh menghijau dan lebat. Subhanallah.

POHON SAHABI merupakan Pohon Tempat Nabi Muhammad ﷺ Berteduh yang masih hidup sampai sekarang. Di sinilah dulu Nabi Muhammad ﷺ pernah berteduh sambil menjaga Unta dan barang dagangan Kabilah. Dahan-Dahan Pohon ini melindungi Nabi Muhammad ﷺ dari teriknya panas Matahari.

Pohon ini berada di tengah-tengah Padang Pasir gersang di Jordania bernama gurun baqowiyah. Meski hidup di tempat yang panas, Pohon ini tumbuh subur dan mampu bertahan selama ribuan tahun lamanya.

Pohon Sahabi inilah satu-satunya sahabat Nabi ﷺ yang masih hidup hingga sekarang. Karenanya jangan heran Pohon Sahabi ini menjadi magnet kunjungan wisatawan dunia.

Saat musim dingin, Pohon ini suka menggugurkan Daunnya, namun kemudian kala musim panas ia tumbuh subur kembali.

Pohon Sahabi hidup dan tumbuh di daerah yang panas dan gersang tanpa ada hunian penduduk, demikian menunjukkan bahwa kekuasaan dan keagungan Allah SWT yang maha segalanya tak terbantahkan.

Pohon Sahabi meski usianya ribuan tahun hongga kini tetap tumbuh berdiri tegak dan tak ada tanda-tanda menua. Kisah Pohon Sahabi ini diriwayat dalam beberapa hadits sahih. Kisahnya terkait dengan tanda awal kenabian Nabi Muhammad

Bermula ketika Muhammad ﷺ umur 10 tahunan diajak Abu Thalib, pamannya, ikut berniaga dari Hijaz ke daerah Syam –Yamman dan Suriah– karena cuaca panas dan merasa dahaga serta lapar, berhentilah dan berteduhlah bersama pamannya.

Pendeta Buhaira

Tak jauh dari berdirinya pohon Sahabi ada rumah sekaligus tempat bertapa seorang pendeta Nasrani bernama Buhaira. Pendeta itu sudah cukup lama tinggal dan menetap di situ, pada suatu kesempatan pendeta itu dibuatnya terkejut melihat perubahan pohon itu tak seperti hari-hari biasanya.

Lalu ia mendatangi untuk mencari tahu apa sebenarnya yang membuat pohon Sahabi merunduk bak orang bersujud yang di atasnya disertai naungan awan mendung.

Singkat kisah, Buhaira mendapati seorang laki paruh baya dan seorang bocah, yakni Abu Thalib dan Muhammad ﷺ. Buhaira pun tak segan berdialog dengan Abu Thalib, seraya lama memandang selidik bocah yang dibawanya, adalah Muhammad. Lalu berkata bahwa Muhammad ﷺ kelak bakal menjadi nabi Allah.

Tanda-tandanya selain pohon ini merunduk dan disertai awan mendung, di balik tengkuk Muhammad ada tanda semacam benjolan.

Hal ikhwal oleh karena situasi kondisi saat itu yang tidak kondusif, maka Buhaira berterus terang dengan menyarankan agar Abu Thalib kembali ke Hijaz untuk menghindari tentara Kristen. Sebab, bisa jadi Muhammad bakal dibunuh oleh meraka maupun kaum Qurays lainnya. Abu Thalib pun taat, nurut atas saran Buhaira dan kembali ke Hijaz.

Lima belas tahun setelah peristiwa itu, nabi Muhammad yang telah berusia 25 tahun dan sudah beristeri Siti Khodijah ra sewaktu berniaga hendak ke Syam, saat melewati daerah Baqawiyah kembali berteduh di Pohon Sahabi itu. Namun, tak lagi dijumpainya sang pertapa itu, pendeta Buhaira, lantaran sudah meninggal dunia.

Dalam riwayat lain, diceritakan diusia belia, Nabi Muhammad ﷺ pernah diajak Pamannya Abu Thalib Ra menuju Basra, Syam, Suriah, untuk berdagang. Saat itu Muhammad baru berusia 9 atau 12 tahun.

Tanda Kenabian Muhammad SAW

Di tengah perjalanan bertemulah dengan seorang pendeta Nasrani bernama Buhaira. Pendeta itulah yang kemudian mengetahui tanda-tanda Kenabian Sayyidina Muhammad ﷺ berdasarkan Alkitab.

Sebelumnya Buhaira telah mendapat firasat kalau ia akan bertemu dengan sang nabi akhir zaman. Diperhatikannya setiap kabilah, masing-masing tamu dari anggota rombongan dagang. Namun tak satupun di antara mereka yang memiliki tanda-tanda mukjizat.

Ternyata masih ada satu kabilah (anggota rombongan) yang tidak ikut masuk ke tempat Bahaira. Muhammad kecil diminta menunggu di bawah pohon untuk menjaga unta-unta. Bahira pun meminta agar bocah kecil tersebut diajak berteduh dan bersantap.

Saat bertemu dengan rombongan Abu Thalib Ra, Buhaira melihat seorang anak yang memiliki ciri-ciri Kenabian. Kemudian Buhaira menjamu Kabilah untuk makan siang. Namun Sayyidina Muhammad kecil tidak datang ke jamuan tersebut karena ia ditugaskan untuk menjaga Unta dan barang dagangan sambil berteduh di bawah Pohon Sahabi. Melihat Sayyidina Muhammad kecil tidak hadir, Buhaira segera mencari anak kecil mulia itu.

Konon, segumpal awan memayungi Muhammad ke manapun ia pergi. Dari sanalah sang biarawan (Buhaira) yakin kalau anak pinilih itu memang benar-benar nabi yang sudah diramalkan kedatangannya.

Buhaira melihat ciri-ciri lain Kenabian Sayyidina Muhammad ﷺ ketika Dahan-Dahan Pohon itu melindungi Nabi ﷺ dari Panasnya Matahari. Dia semakin yakin kalau anak kecil ini kelak akan menjadi Nabi terakhir. Pohon yang benama Sahabi sebagai bukti sejarah yang masih hidup sampai sekarang.

Dalam radius ratusan kilometer, tak ada saru pun pohon lain yang hidup selain sang sahabi. Pohon yang hidup sendiri ini dipercaya sebagai saksi pertemuan biarawan Kristen bernama Buhaira dengan Nabi Muhammad SAW.

Dalam riwayat tiga manuskrip kuno. Yang ditulis oleh Ibnu Hisham, Ibnu Sa’d al-Baghdadi dan Muhammad Ibnu Jarir at-Thabari menceritakan risalahnya sebagaimana kisah tersebut di atas.

Benda Sejarah Dunia

Dalam catacan sejarah, Pohon Sahabi konon ditemukan oleh pangeran Yordania dan diterapkan sebagai benda sejarah dunia yang dilindungi undang-undang negara.

Sahabi Pohon Sahabat Nabi, yang berusia ribuan tahun tersebut berada di Yordania, sekitar 150 kilometer dari Kota Amman, Ibu Kota Yordania. Meski berada di tengah hamparan gurun pasir, Pohon Sahabi tetap berdiri kokoh dengan dedaunan berwarna hijau yang begitu lebat.

Ajaibnya, Pohon itu bisa bertahan hidup selama ribuan tahun di tempat yang sangat panas dan tidak ada tumbuhan lain di sekitar Pohon Sahabi. Meskipun demikian, pohon ini bisa tumbuh subur dan bertahan selama ribuan tahun lamanya.

Allah ﷻ sengaja tetap menghidupkan Pohon Sahabi ini agar jadi pengingat dan bukti sejarah Islam di masa lalu. Dan hal apapun juga yang berkaitan dengan Nabi Muhammad ﷺ, itu pasti kekal dan Mulia adanya. Apalagi manusia yang di hatinya ada Cinta yang dalam kepada Allah dan Rasul-nya.

ّ اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد

“Allahuma sholli ala sayyidina Muhammad wa ala Alihi sayyidina Muhammad”

(IHA/dari berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button