Pesantren Kilat Ponpes Assiqyul Uluum Al-Hajj Dibuka, Perkuat Ilmu dan Akhlakul Karimah

NU CILACAP ONLINE – Pondok Pesantren Assiqyul Uluum Al-Hajj secara resmi membuka kegiatan Kilatan Ramadhan 1447 H yang diikuti oleh santri pondok dan remaja sekitar lingkungan pesantren.

Kegiatan yang berlangsung selama bulan Ramadhan ini terbagi menjadi dua kelas, yaitu Ta’lim Muta’allim bersama Gus Bisri dan Bulughul Marom bersama Ustad Mohammad Izzudin.

Suasana khidmat dan penuh semangat tampak dalam pembukaan Kilatan Ramadhan 1447 H di Pondok Pesantren Assiqyul Uluum Al-Hajj.

Para santri dan remaja duduk melingkar di ruang kelas dengan penuh perhatian, menandai dimulainya rangkaian kegiatan keilmuan selama bulan suci.

Program Kilatan Ramadhan tahun ini dibagi menjadi dua kelas utama. Kelas pertama mengkaji kitab Ta’lim Muta’allim yang dipandu oleh Gus Bisri, dengan fokus pada adab menuntut ilmu dan pembentukan karakter santri. Baca juga Hukum Tarawih Kilat dalam Pandangan Ulama

Sementara itu, kelas kedua mengkaji Bulughul Marom bersama Ustad Mohammad Izzudin, yang membahas hadis-hadis hukum sebagai bekal pemahaman fiqih praktis dalam kehidupan sehari-hari. Baca juga Klinik Azzahra Resmikan Gedung 2 dan Unit Layanan Gigi

Peserta kegiatan tidak hanya berasal dari kalangan santri mukim, tetapi juga diikuti oleh remaja di sekitar pondok yang antusias memanfaatkan momentum Ramadhan untuk memperdalam ilmu agama.

Kegiatan ini dirancang berlangsung sepanjang bulan Ramadhan sebagai sarana peningkatan keilmuan sekaligus pembinaan spiritual.

Dalam sambutan pembukaan, Kiai Sudarmo selaku pengasuh dan penanggung jawab kegiatan menyampaikan pesan penting tentang makna Ramadhan sebagai bulan pendidikan.

Dia menegaskan bahwa mengaji di bulan Ramadhan bukan sekadar rutinitas, tetapi merupakan pondasi utama dalam membangun akhlakul karimah.

“Ramadhan adalah madrasah terbaik bagi umat Islam. Di sinilah kita memperkuat ilmu, memperbaiki ibadah, dan menata akhlak. Ilmu tanpa akhlak akan pincang, dan akhlak tanpa ilmu akan rapuh. Maka mari kita jadikan kegiatan mengaji ini sebagai jalan membentuk pribadi yang berilmu dan berakhlakul karimah,” pesannya di hadapan para peserta.

Dengan semangat kebersamaan dan kesungguhan belajar, Kilatan Ramadhan 1447 H diharapkan menjadi momentum lahirnya generasi muda yang berilmu, beradab, dan siap mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Kontributor: Budi Ari Wibowo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button